
Putra Mahkota yang terlihat begitu amat tidak ingin membuat masalah kepada Lu'er dengan cepat ia segera berjalan untuk dapat meninggalkan Lu'er sendiri didalam kamar itu, Putra Mahkota tampak tengah menahan amarahnya, ia begitu sangat berhati-hati karena saat ini orang yang tengah berhadapan dengan dirinya bukanlah Wanita biasa yang dapat diusik dengan mudah.
Lu'er yang segera menoleh ke arah belakang terlihat tengah menatap dingin Putra Mahkota yang meninggalkan dirinya begitu saja tanpa dapat berkata apapun kepada dirinya, Lu'er pun hanya terdiam ketika melihat Putra Mahkota yang meninggalkan dirinya dengan segumpal rasa kesal dalam dirinya.
Raut Wajah Lu'er seketika tampak sangat dingin, ia kemudian menatap jendela yang terbuka dengan hawa dingin yang masih ia rasakan. Sedangkan Putra Mahkota yang tengah berada diluar kamar, terlihat tengah menunjukkan raut Wajah masam.
Pangeran ke-lima yang masih berdiri didepan Istana Kibo, terlihat ia tengah memperhatikan Putra Mahkota yang berjalan keluar dari dalam Kamar Putri Lin dengan raut Wajah masam, Pangeran ke-lima yang semula terlihat bodoh dan lugu, tampak tengah menatap tajam Wajah Putra Mahkota.
Putra Mahkota seakan tidak memperhatikan akan keberadaan dari Pangeran ke-lima yang tengah menatap dirinya dengan hawa membunuh itu, ia terus berjalan tanpa memperhatikan sekelilingnya, sampai pada akhirnya Putra Mahkota memasuki sebuah ruangan dengan kasar ia menutup pintu besar itu sampai menimbulkan suara yang cukup keras.
"Hmh... Sepertinya Iblis kecil itu telah mengusik Zhang Jiangwu lagi." Ucap, Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah dingin.
Pangeran ke-lima kemudian berjalan untuk dapat memasuki Istana Kibo, ia bermaksud untuk kembali ke dalam Kamarnya, bukan untuk menghadap Kaisar seperti apa yang terlah diperintahkan. Pangeran ke-lima kemudian menghampiri sebuah ruangan dengan pintu yang sangat tinggi dan besar, ia mengulurkan lengannya untuk dapat menggenggam daun pintu, dengan perlahan pintu itu terbuka, terlihat jelas suasana didalam kamarnya yang sangat tenang.
Pangeran ke-lima kemudian berjalan untuk dapat memasuki kamarnya itu, sambil menutup kembali pintu besar dengan perlahan. Pangeran ke-lima kemudian mengangkat lengan kanannya, tak lama kemudian lengan itu mengeluarkan sebuah sinar biru, muncul dengan perlahan sebuah percikan api dari dalam telapak tangannya.
"Tuan... Waktu yang Anda miliki saat ini tidaklah banyak, jika Anda tidak segera bergegas maka tubuh Anda akan hancur." Ucap, Seorang Pria yang terlihat tengah bersujud dibelakang Xiuhuan.
Entah Pria itu datang dari mana. Namun, ia begitu sangat dekat dengan Pangeran ke-lima. Xiuhuan yang mendengar perkataan dari seorang Pria yang tengah memperingati dirinya dengan raut Wajah tenang juga dingin ia segera menjawab perkataan dari Pria itu, sambil terus menatap ke arah percikan api berwarna biru yang terlihat tengah berkobar-kobar pada telapak tangan kanannya.
"Aku tau itu... Tetapi semua ini tidak akan aku lalui sendirian, aku membutuhkan seorang pendamping yang cukup kuat dan tidak mudah untuk ditindas." Kata, Pangeran ke-lima yang segera mengepalkan telapak tangannya, lalu dengan perlahan percikan api yang berkobar itu menghilang dengan seketika.
Seorang Pria dengan menggunakan pakaian berwarna merah, sambil mengenakan sebuah topeng untuk menutupi sebagian Wajahnya hingga yang terlihat hanya sepasang bola Mata berwarna keunguan yang tengah tertegun ketika mendengar perkataan dari Pangeran Xiuhuan.
"Apa maksud dari perkataan Anda itu, Tuan?" tanya, Pria itu terlihat tengah menatap tubuh Xiuhuan yang tengah membelakangi dirinya.
Pangeran ke-lima yang mendengar perkataan dari Pria itu dengan sedikit menyipitkan sepasang Matanya yang terlihat dingin, lalu ia kembali berbicara kepada Pria itu dengan tegas.
Seorang Pria yang tengah bersujud dihadapan Xiuhuan terlihat sangat tak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar dari Mulut Xiuhuan yang dia panggil sebagai Tuan.
"Tetapi... Bukankah dia hanya akan membuat diri Anda semakin kerepotan saja? Mengapa Anda memilih Wanita itu?" kata, Pria itu yang terlihat begitu sangat tidak setuju akan pilihan dari Pangeran Xiuhuan.
Xiuhuan kemudian membalikkan tubuhnya. Lalu, ia segera menatap seorang Pria yang tengah bersujud dihadapannya dengan raut Wajah cemas terhadap dirinya.
"Tenanglah... Aku tidak mungkin salah memilih seseorang, untuk aku bawa masuk ke dalam situasi seperti ini, rencana besarku tidak akan mungkin dihancurkan oleh seorang Wanita cerdas seperti dia, dan aku rasa dia mampu membantu diriku, dia harus menjadi Wanita yang berguna." Jelas, Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah menatap Wajah Pria dengan sedikit tersenyum tipis kepada dirinya.
Pria itu tertegun ketika melihat Xiuhuan menunjukkan senyuman itu kepada dirinya, untuk pertama kalinya seorang Wanita mampu membuat Pria dingin seperti Xiuhuan tersenyum dan mampu mempercayainya dengan harapan yang sangat besar.
"Tuan... Masalah ini tidaklah mudah untuk diatasi. Namun, jika kau sudah berkata seperti itu maka aku hanya dapat mempercayai dirimu saja, hmh... Putri Lin kau adalah Wanita yang sangat beruntung! Dan kau harus menjadi pendamping yang sangat berguna untuk Tuanku!" Dalam benak Pria itu yang terlihat tengah menatap Wajah dari Xiuhuan.
°^°
Di dalam ruangan Putra Mahkota, tampak ia tengah menatap tajam Wajahnya sendiri didalam cermin, sambil mengepalkan telapak tangannya diatas sebuah meja persegi.
"Lin Yar'an! Aku tidak akan pernah tinggal diam dengan dirimu! Mengapa kau selalu membuat diriku ingin terus membenci dirimu! Aku harus segera melenyapkan Wanita hina itu dari kehidupan ini, jika tidak... Dia pasti akan menimbulkan banyak masalah, dan itu hanya akan membuat posisiku sebagai Putra Mahkota calon Kaisar terancam! Aku harus menyingkirkan dirinya! Aku harus membuat dirinya terasingkan seperti waktu itu! Tetapi aku tidak mampu melakukannya seorang diri, aku membutuhkan bantuan dari orang lain, ah... Benar, aku tau siapa orang yang dapat membantu diriku untuk menyingkirkan Wanita sialan itu! Lin Yar'an, aku pasti akan menyingkirkan dirimu!!" Kata, Putra Mahkota yang terlihat tengah menatap tajam Wajahnya yang berada didalam cermin.
°^°^
Sedangkan didalam Kamar besar terlihat Lu'er tengah menatap kasur besar dengan warna merah yang sangat berani, ketika ia terlihat tengah sangat dingin, raut Wajahnya dengan seketika begitu sangat senang saat melihat Kasur empuk, dan besar seperti tengah menantikan kehadirannya.
"Kya... Datanglah pada Mamah sayang, uwaa.. Lembutnya, huh... Sangat nyaman sekali." Kata, Lu'er yang segera melemparkan tubuhnya ke atas kasur dengan sangat tidak sabaran.
Saat Lu'er tengah menikmati kenyamanan dari Kasur empuk itu, seakan ia melupakan apa yang baru saja terjadi kepadanya dan juga Putra Mahkota, Lu'er segera memejamkan sepasang Matanya sambil menikmati Kasur yang sangat empuk dan nyaman itu.