Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 47 ~ Saling Curi Pandang.



Sedangkan didalam Ruangan Permaisuri Jia Li, tampak ia tengah menangis tersedu sambil terduduk lemas diatas Kasur, tubuhnya tampak bermandikan carian putih kental yang lengket, Permaisuri Jia Li sungguh tidak menyangka Putra kandungnya sendiri begitu sangat tega untuk melakukan hal semacam itu kepada dirinya.


Pangeran ke dua terlihat tengah mengenakan Pakaiannya kembali, dengan tatapan benci kepada Permaisuri Jia Li, raut Wajahnya begitu sangat kesal, tak lama kemudian setelah Pangeran ke dua selesai merapikan pakaiannya, tanpa berkata apapun dia dengan cepat melangkah pergi untuk dapat keluar dari dalam ruangan Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li yang hanya mampu terdiam, sambil menahan derai air matanya, terlihat ia tengah menatap diri Pangeran ke dua yang telah meninggalkan dirinya begitu saja. Permaisuri Jia Li begitu sangat kesal, akan apa yang telah dilakukan Putranya sendiri terhadap dirinya, sungguh hal itu begitu sangat melakukan bagi dirinya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi?! Bagaimana semuanya bisa berakhir seperti ini?! Mungkinkah Lin Yar'an telah mengutukku, sehingga kepedihan ini selalu mengarah kepada diriku! Lin Yar'an! Aku pasti akan membunuhmu! Ibu dan Anak ternyata sama saja, sama-sama hinanya!! Kakak, aku berjanji kepadamu untuk membalaskan semua dendammu, kepada keluarga Wai Tansu! Aku berjanji!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat begitu sangat kesal, bola Matanya tampak tengah membendung air mata, kesedihan itu terlihat begitu sangat dalam membuat Permaisuri Jia Li tak mampu menerima semuanya begitu saja.


°^


Sedangkan didalam Ruangan Putra Mahkota, terlihat ia begitu sangat ketakutan saat melihat puluhan Nyamuk yang begitu sangat ganas tengah menusuk tubuhnya dengan Mulutnya yang tajam. Tubuh Putra Mahkota begitu sangat mengerikan, Wajahnya dipenuhi dengan lebam dari gigitan para Nyamuk itu, kemudian Putra Mahkota berlari untuk dapat keluar dari dalam ruangannya, dengan tergesa-gesa.


"Menjauhlah dariku!!" Teriak Putra Mahkota yang terlihat begitu sangat ketakutan, langkahnya yang tidak berhati-hati membuat dirinya terjatuh diatas lantai.


Sedangkan dari arah kanan, terlihat Pangeran ke dua yang baru saja keluar dari dalam ruangan Permaisuri Jia Li, ia begitu sangat paus ketika telah melampiaskan rasa kesalnya itu. Tak sengaja Pangeran ke dua melihat Putra Mahkota yang tengah berbaring diatas lantai Istana hal itu membuat Pangeran ke dua merasa sangat bingung. Namun, dengan segera raut Wajahnya berganti menjadi licik dan juga dingin saat menatap Putra Mahkota yang terlihat tengah dalam kesulitan.


Pangeran ke dua kemudian bergegas untuk dapat menghampiri Putra Mahkota, dengan langkahnya yang cepat. Setelah berada dihadapan Putra Mahkota, Pangeran ke dua menatap dingin Zhang Jiangwu. Lalu... Ia segera berbicara dengan sangat tegas.


"Sungguh sangat pantas Pria bodoh seperti dirimu bersujud dihadapanku!!" Ucap, Pangeran ke dua yang terlihat tengah menundukkan sedikit pandangannya, untuk dapat melihat Wajah Putra Mahkota dengan tatapan dingin dan juga tajam itu.


Zhang Jiangwu yang mendengar perkataan dari Zhuting Adiknya, sungguh amat tertegun ia kemudian mengangkat kepalanya untuk dapat melihat Zhuting yang saat itu tengah berdiri tegak dihadapannya.


"A.. Adikku... Zhuting... Kau harus membantuku, aku begitu sangat menderita karena disiksa oleh puluhan Monster itu! Aku mohon Zhuting...." Pinta, Zhang Jiangwu yang terlihat tengah menggerakkan lengannya untuk dapat meraih tubuh Adiknya.


Pangeran ke dua yang melihat apa yang akan dilakukan oleh Putra Mahkota, membuat dirinya merasa sangat jijik. Dengan cepat ia berpindah tempat ke arah samping, lalu Pangeran ke dua menginjak telapak tangan kanan Putra Mahkota dengan sangat kuat, sambil membalas perkataannya itu.


"Membantu dirimu!! Apakah ini dapat membantu! Setelah apa yang sudah kau lakukan kepada diriku, apakah masih pantas diriku ini untuk membantu dirimu! Biarkan sekelompok Nyamuk itu membunuh dirimu secara perlahan! Agar kau tau betapa sakitnya mati secara perlahan!" Jawab, Pangeran ke dua yang terlihat begitu sangat dingin saat menatap Wajah Putra Mahkota.


Putra Mahkota begitu sangat gugup dan juga takut saat Adiknya terlihat murka kepada dirinya, raut Wajahnya tampak pucat, saat berhadapan dengan Zhuting.


"Mengapa... Semua jadi seperti ini?! Aku tidak boleh kalah begitu saja." Dalam benak Putra Mahkota yang terlihat kaku dihadapan Zhuting.


Lu'er yang masih kesal terhadap Sistem Dewi, ia kemudian tertegun ketika mendengar suara gaduh dari luar Kamarnya, hal itu membuat Lu'er begitu sangat penasaran sebenarnya apa yang telah terjadi diluar sana.


"Wow... Sepertinya pertunjukkan malam hari ini begitu sangat meriah sekali?! Kalau begitu aku harus melihatnya." Ucap, Lu'er yang segera berjalan untuk dapat keluar dari dalam Kamarnya.


Saat Lu'er tengah melangkahkan kakinya untuk dapat menghampiri suara gaduh itu, dari kejauhan ia sudah melihat keramaian yang berasal dari luar ruangan Putra Mahkota.


Sedangkan ditempat kejadian, terlihat Selir Dongli, ke tiga Pangeran beserta beberapa Pelayan, tengah melerai perkelahian antara Putra Mahkota dan juga Pangeran ke dua, tetapi tidak dengan Pangeran ke lima ia hanya terdiam saja melihat hal semacam itu.


"Aku sungguh tidak menyangka, ternyata malam ini begitu sangat mengasikkan sekali, Popcorn? Dimana Popcorn? Arhhh... Sayangnya tidak ada makanan itu ditempat ini, ayo cepat lanjutkan saja, untuk apa dilerai... Huh, dasar bodoh!" Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah berdiri tegak sambil terus memperhatikan perkelahian itu.


Raut Wajah Lu'er yang terlihat dingin, tampak semakin cantik saat ia tersenyum licik, suasana hatinya begitu sangat bahagia saat melihat kejadian sebagus itu.


"Cukup... Sudah hentikan! Pangeran sudah cukup!" Teriak, Selir Dongli yang terlihat tengah menarik tubuh Putra Mahkota dengan sangat kuat.


Sedangkan ke dua Adiknya tengah menggenggam erat lengan Pangeran ke dua.


"Lepaskan aku! Jangan halangi aku untuk membunuh Pria kep*r*t ini!" Bentak, Pangeran ke dua yang terlihat begitu sangat murka dihadapan semua orang yang tengah berada ditempat itu.


Pangeran Xiuhuan terlihat masih sangat heran akan apa yang telah terjadi kepada Putra Mahkota dan juga Pangeran ke dua, dengan cepat ia melirikkan matanya ke arah Lu'er yang tengah berdiam diri sambil menunjukkan raut Wajah puas saat melihat kejadian itu.


"Hmh... Apakah ini ulahnya lagi? Hmh... Dasar Siluman kecil yang sangat licik!" Dalam benak Pangeran ke lima yang terlihat tengah memperhatikan Lu'er dengan tatapan puas.


Kemudian Lu'er tak sengaja mengalihkan pandangannya, di sana ia melihat Pangeran Xiuhuan tengah menatap dirinya, Lu'er yang tidak pernah takut akan siapapun itu dengan cepat ia menatap tajam Bola Mata biru milik Pangeran Xiuhuan, sambil mengangkat satu alisnya.


Maksud dari Lu'er menatap tajam Pangeran Xiuhuan adalah "Aku tidak takut pernah dengan dirimu! Dan jangan pernah menatapku dengan pandangan semacam itu!"


Pangeran Xiuhuan yang sedikit tertegun akan balasan dari Lu'er, membuat dirinya tersenyum manis dihadapan Lu'er.


Dan maksud dari senyuman itu adalah "Jika kau tertantang maka mendekatlah, aku sungguh sangat menantikan kehadiran dirimu."