Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 18 ~ Curiga.



Sang Putra Mahkota kemudian segera menatap tajam Wajah Permaisuri Jia Li, terlihat ia begitu amat resah akan keputusan dari Kaisar Aximing.


"Bunda bagaimana ini?! Aku sungguh tidak sudi jikalau Wanita itu sampai kembali ke dalam Istana Kibo." Ucap, Putra Mahkota yang terlihat begitu sangat cemas.


Permaisuri Jia Li yang melihat perkataan dari Putranya membuat dirinya juga tampak sangat bingung, terlebih lagi ia juga tak tau apa yang harus ia lakukan saat ini.


"Tenanglah Putraku... Wanita penyakitan itu tidak akan mungkin dapat bertahan didalam Istana Kibo dengan mudah." Ucap, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap Wajah Putra Mahkota.


Pangeran ke-lima yang mendengar perkataan dari Permaisuri Jia Li tentang Permaisuri Lin Yar'an, membuat dirinya tidak dapat tinggal diam saja, dengan cara berbicara yang terlihat gugup juga sedikit takut, Pangeran ke-lima segera membalas perkataan dari Permaisuri Jia Li.


"Tetapi... Bunda, apakah kau tau Permaisuri Lin Yar an sepertinya sudah pulih dari penyakitnya itu, jadi untuk apa khawatir seperti itu." Kata, Pangeran ke-lima dengan tampang polos dan lugu dihadapan Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li dan para Pangeran lainnya yang melihat Pangeran ke-lima ikut berbicara, membuat mereka semua menatap Wajah Pangeran ke-lima dengan dingin dan tajam.


"Hei Anak haram! Aku bukan Bundamu! Siapa yang mengizinkan dirimu untuk ikut berbicara! Urusi saja dirimu sendiri, jika bukan karena Kaisar, mungkin aku sudah sejak lama melenyapkan dirimu!" Ucap, Permaisuri Jia Li dengan perasaan kesal kepada Pangeran ke-lima.


Pangeran ke-lima yang mendengar perkataan dari Permaisuri Jia Li, terlihat raut Wajahnya tampak dingin, lengannya segera ia kepal dengan kuat. Tak lama kemudian, Pangeran ke-lima segera membalas perkataan dari Permaisuri Jia Li.


"Haha... Anda sangat benar sekali, jika bukan karena kebaikan dari Kaisar, mungkin saat ini aku tidak akan pernah bisa menginjakkan kaki didalam Istana Kibo yang sangat megah ini." Jawab, Pangeran ke-lima yang segera tertawa manis dihadapan Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li yang mendengar jawaban dari Pangeran ke-lima membuat dirinya semakin kesal, karena tidak ingin berlama-lama berdebat dengan seorang Anak haram, Permaisuri Jia Li dengan cepat kembali berbicara kepada Ke-empat Putranya.


"Anak-anak kesayangan Bunda, mari kita tinggalkan Anak haram dan bodoh ini sendirian didalam sini!" Ucap, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah berbicara kepada Putra-putranya.


Ke-empat Anak dari Permaisuri Jia Li yang mendengar titah dari Bundanya, dengan serentak mereka berjalan untuk dapat meninggalkan ruangan itu, tatapan tajam bergiliran diberikan kepada Pangeran ke-lima, ia hanya terdiam, sambil menunggu ke-empat Kakak tiri dan Permaisuri Jia Li meninggalkan ruangan Kaisar.


Setelah melihat semua orang pergi meninggalkan Pangeran ke-lima sendirian, terlihat raut Wajah dingin dan kebencian yang terlihat begitu jelas, Pangeran ke-lima kemudian segera berjalan untuk dapat keluar dari dalam ruangan Kaisar, lalu ia memperhatikan sekitar, dirasa tempat itu sudah sangat sepi dan aman, Pangeran ke-lima memejamkan sepasang Mata biru, dengan perlahan terlihat sinar putih yang mengelilingi tubuhnya, sampai pada akhirnya sinar itu membawanya pergi dari Istana Kibo.


^°^°^


Lu'er yang tengah tertidur didalam sebuah kamar yang sangat besar, terlihat ia begitu amat menikmati kehidupannya didalam dunia mimpi.


"Wah... Indahnya." Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menatap sebuah taman yang dikelilingi oleh bunga berwarna-warni.


Dengan perasaan yang amat senang Lu'er berlari untuk dapat menghampiri paparan taman bunga yang berwarna-warni itu. Sampai pada akhirnya, langkahnya terhenti ketika ada seseorang dengan tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang dengan sangat erat, hal itu membuat Lu'er merasa sangat bingung.


Wajah Pria itu tampak samar dan tidak begitu jelas. Namun, pakaian berwarna merah dan dipadukan dengan garis-garis berwarna putih, rambut yang terurai panjang dengan warna silver sungguh terlihat jelas dalam bayangan Lu'er.


"Si... Siapa?" ucap, Lu'er yang terlihat tengah menatap sepasang bola Mata oranye Pria itu.


Pria itu hanya terdiam, tanpa bersuara sedikitpun, ia kemudian menyentuh Wajah Lu'er dengan sangat lembut dan hati-hati, Pria itu kemudian mendekatkan Wajahnya kepada Lu'er, terlihat jarak diantara mereka begitu sangat dekat... Lu'er kemudian memejamkan sepasang Matanya dan....


"Ah... Sial! Mimpi apa aku?!" Ucap, Lu'er yang terlihat tengah terbangun dari tidurnya, Lu'er yang terduduk diatas kasur terlihat tengah merasa aneh dengan dirinya sendiri.


"Mengapa tampak begitu sangat nyata?! Ah... Tidak mungkin, mengapa harus bermimpi berciuman dengan Pria tampan sih?! Mengapa tidak bermimpi dapat makan sepuasnya tanpa rasa kenyang, sungguh sangat tidak menarik!" Kata, Lu'er yang terlihat Wajahnya tengah memerah karena mimpi itu, dengan segera ia menjatuhkan tubuhnya diatas kasur, lalu Lu'er dengan cepat memejamkan Matanya kembali.


"Itu tadi hanya mimpi, ya? Mengapa terasa begitu sangat nyata?! Ah... Lu'er apa yang telah terjadi dengan dirimu, semoga bermimpi lagi, eh...Sial, tidak jangan bermimpi lagi!" dalam benak Lu'er yang terlihat tengah malu, Wajahnya pun tampak memerah, kemudian dia segera memasukkan seluruh tubuhnya ke dalam selimut.


Pangeran Xiuhuan yang tengah berdiri dari balik jendela, terlihat dirinya tengah tersenyum manis, ketika telah mencium Lu'er secara diam-diam.


"Permaisuri, jadilah milikku!" Ucap, Pangeran ke-lima yang segera menghilang dari tempatnya.


^°^°^


Sedangkan didalam sebuah ruangan milik Permaisuri Jia Li, terlihat ia tengah menatap tajam Wajah setiap Putranya. Permaisuri Jia Li merasakan kekhawatiran yang saat ini tengah dirasakan oleh ke-empat Putranya.


Tak lama kemudian Permaisuri Jia Li teringat kembali akan perkataan dari Pangeran ke-lima, yang saat itu tengah berbicara kepada dirinya didalam ruangan Kaisar Aximing.


"Katakan kepadaku, sebenarnya apa yang telah terjadi?! Mengapa si bodoh itu dapat berkata seperti itu?! Bukankah sebelumnya tidak ada yang pernah bertemu dengan Lin Yar'an? Lalu mengapa si bodoh itu dapat berbicara seperti itu?!" tanya Permaisuri Jia Li yang terlihat begitu sangat curiga kepada Anak-anaknya.


Putra Mahkota yang melihat kemurkaan dari Bundanya, membuat dirinya dengan tegas menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi malam itu kepada mereka didalam Istana Elpis.


"Aku pun tidak menduga sebelumnya, jika Wanita penyakitan itu dapat dengan mudahnya menemukanku didalam Istana Elpis! Ini semua karena kecerobohan dari Selir Fengying, aku sudah memintanya untuk membunuh Wanita itu, tetapi apa?! Dia tidak melakukannya dengan benar, dan kini Lin Yar an seperti seseorang yang hidup kembali, dia terlihat begitu amat berani, bahkan lengan Adik ke-tiga hampir patah karena perlakuannya!" Balas, Putra Mahkota yang terlihat tengah berbicara kepada Permaisuri Jia Li yang saat itu tengah berada dihadapannya.


Permaisuri Jia Li tampak tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar dari Putranya sendiri, terlihat raut Wajah tidak percaya yang tengah Permaisuri Jia Li perlihatkan, kemudian dengan segera Permaisuri Jia Li membalas perkataan dari Putra Mahkota.


"Apa?! Tidak mungkin?!" Ucap, Permaisuri Jia Li dengan perasaan kesal.