
Selir Dongli semakin gugup saat Lu'er berkata seperti itu kepada dirinya. Lalu, dia mulai menarik Lengannya agar dapat terlepas dari genggaman Lu'er.
"Untuk apa aku takut, sudah sangat jelas bukan, jika dalang dibalik kematian Fengying ada sangkut pautnya dengan dirimu, jangan coba untuk mengecohku Lin!" Ucap, Selir Dongli dengan tegas.
Lu'er kemudian tersenyum dihadapan Selir Dongli, Wajahnya terlihat sangat dingin, kemudian Lu'er segera berbicara kemabali kepada Selir Dongli.
"Hmm, sudah sangat jelas, pelakunya bukanlah diriku, karena bagaimana mungkin aku yang hanya seorang Wanita biasa dapat menyakiti Selir Fengying tanpa membuka Pintu sel? Dan didalam sana aku sempat melihat sebuah benang merah yang mengelilingi tubuh Selir Fengying, mungkinkah Pelakunya menggunakan benang itu untuk membunuh Selir Fengying? Aku terkesan dengan sikap tegasmu ini, wahai Selir Dongli, akan tetapi sepertinya kau kurang jeli dalam menangani kasus ini? Atau malah kau sengaja untuk menutupi kebenarannya?" ucap, Lu'er dengan tegas dihadapan Selir Dongli.
Selir Dongli sungguh sangat tidak menyangka ketika Lu'er berbicara seperti itu kepada dirinya. Raut Wajahnya kesal bercampur gugup.
Kemudian, Permaisuri Jia Li segera menyela perkataan dari Lu'er. Karena rasa penasaran yang telah terbangun.
"Apa maksud dari ucapanmu itu, Lin?" tanya, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan perasaan curiga.
Lu'er yang mendengar perkataan dari Permaisuri Jia Li, dengan dingin dia segera menjawabnya.
"Ah, tidak apa. Hanya saja aku merasa bahwa pelakunya berada diantara kita. Akan tetapi sepertinya dia berusaha untuk lempar batu sembunyi tangan, dan yang lebih disayangkan adalah orang yang seharusnya bertanggung jawab dengan masalah ini, sayangnya malah hanya menjadi orang tuna netra, saja. Sungguh memprihatinkan. Masalah ini aku rasa Kaisar begitu sangat bijak dalam menyikapinya, Lin tidak berhak ikut campur dalam masalah yang tidak ada sangkut pautnya diriku, jadi saya mohon pamit." Ucap, Lu'er yang segera berjalan untuk dapat meninggalkan Ruang bawah tanah.
Kini, Permaisuri Jia Li, Kaisar dan juga Selir Dongli sungguh dibuat kesal karena ulah dari Lu'er. Dan dengan santainya, Lu'er meninggalkan tempat itu.
"Cih! Kau pikir kau akan lolos dari cengkramanku ini!" Dalam benak Selir Dongli yang terlihat sangat geram.
Sedangkan Kaisar yang melihat sikap dari Lu'er tampak Wajahnya sangat garang saat memperhatikan Lu'er yang meninggalkan mereka.
Sedangkan Permaisuri Jia Li yang masih menatap dingin Lu'er. Segera dia menundukkan pandangannya.
"Lin! Aku akui kau bukanlah lawan yang mudah untuk dihadapi, tetapi demi membalaskan dendam Kakak, maka aku harus melenyapkan semua keluargamu!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat cukup kesal akan apa yang baru saja diucapkan oleh Lu'er kepada dirinya.
Saat Lu'er tengah berjalan untuk dapat keluar dari dalam Ruang bawah tanah, tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan Pangeran Xiuhuan yang sudah berada dihadapannya, dengan memasang tampang dingin kepada Lu'er.
Lu'er segera menghentikan langkahnya, sambil terus menatap Wajah Pangeran Xiuhuan. Lalu dengan cepat Lu'er berjalan untuk dapat meninggalkan Pangeran Xiuhuan.
Pangeran Xiuhuan pun hanya terdiam, kemudian dia segera berbicara kepada Lu'er tanpa menatap Wajahnya.
"Bukankah sebenarnya kau telah mengetahui siapa pembunuh dari Fengying? Lantas mengapa kau tidak mengungkapkannya?" tanya Pangeran Xiuhuan yang tengah berbicara kepada Lu'er dengan sedikit dingin.
Lu'er yang mendengar perkataan dari Pangeran Xiuhuan segera dia menghentikan langkahnya. Lalu, Lu'er pun segera menjawab perkataan dari Pangeran Xiuhuan.
"Aku pikir, kau cukup pintar, ternyata aku berpikir terlalu tinggi tentang dirimu." Ucap, Lu'er dengan dingin. Lalu dia segera meninggalkan Pangeran Xiuhuan sendirian.
Pangeran Xiuhuan kemudian dia memalingkan Wajahnya sesaat Lu'er telah usai berkata seperti itu kepada dirinya. Suasana tampak sangat canggung dan dingin.
Dan kini mereka Hanya mampu saling memandang, tanpa bisa untuk saling menggapai.