
Saat Lu'er tengah termenung, Sistem Dewi segera berbicara lagi kepada Lu'er dengan sedikit melirik Wajahnya.
"Apakah kau ingin menemui dirinya?" kata, Sistem Dewi yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dari arah samping dengan tatapan serius.
Lu'er mengangguk pelan kepalanya, kemudian dia segera membalas perkataan dari Sistem Dewi dengan tegas.
"Tidak baik bukan membiarkan dia menunggu? Lagipula aku begitu sangat ingin tau apa yang telah ia rencanakan." Jawab Lu'er yang segera menoleh ke arah Sistem Dewi yang saat itu tengah berada dibelakangnya.
Sistem Dewi yang masih menatap Wajah Lu'er dia tampak begitu sangat yakin akan keputusan yang telah Lu'er ambil.
"Baiklah... Aku tau dimana tempat yang diinginkan oleh Ratu Fahrani untuk bertemu denganmu." Ucap, Sistem Dewi yang masih berada dibelakang tubuh Lu'er.
Lu'er yang segera memandang ke arah jendela terbuka dengan pemandangan dari beberapa pepohonan yang mengitarinya, tatapan itu begitu sangat dingin.
"Aku tau... Maka dari itu kau cukup dapat diandalkan, hmh... Keluar secara diam-diam melalui jendela? Siapa takut, kita harus cepat narsis, sebelum orang Istana mengetahuinya." Kata, Lu'er yang segera memasukkan gulungan kertas itu ke dalam pakaiannya, dengan cepat ia segera keluar dari dalam kamar melalui jendela yang terbuka, lalu berlari sekencang mungkin agar tidak ada satupun orang yang mengetahui kepergiannya.
Namun sayangnya ketika ia tengah berlari langkahnya harus terhenti ketika melihat keberadaan dari Selir Fengying yang tampak tengah berjalan mengendap-ngendap seperti seorang maling, Lu'er terlihat amat curiga kemudian dia segera berjalan mundur ke arah belakang yang saat itu sudah berdiri tembok besar untuk menutupi tubuhnya.
Sistem Dewi yang tertegun dengan segera ia mundur ke arah belakang, tubuhnya sedikit ia miringkan ke arah kiri untuk dapat melihat apa yang telah terjadi sebenarnya didepan sana.
"Selir itu!? Apa yang tengah ia lakukan disini?" ucap, Sistem Dewi dengan perasaan kesal.
"Mencurigakan, mengapa dia berjalan seperti itu?? Tunggu...." Kata, Lu'er yang terlihat tengah mengamati Selir Fengying yang terlihat seperti seorang pencuri.
Tak lama kemudian Lu'er memalingkan kepalanya, dia menatap ke arah kamarnya, lalu Lu'er menyipitkan sepasang Matanya, terlihat Lu'er tengah memperhatikan sekitar dengan tatapannya yang sedang mencari sesuatu.
Sampai pada akhirnya Lu'er melihat sebuah pohon besar yang sangat tinggi, disana tampak bergantung sarang Lebah yang berada tidak terlalu jauh dari tempatnya saat itu.
"Sistem Dewi... Bukankah kau bilang aku dapat mengendalikan Hewan, bukan?" kata, Lu'er yang tengah menatap sarang Lebah besar dengan raut Wajah serius.
Sistem Dewi yang mendengar perkataan dari Lu'er, dengan sigap ia segera menjawab pertanyaan dari Lu'er.
"Benar sekali, memangnya apa yang akan kau lakukan Kakak cantik?" tanya, Sistem Dewi dengan penasaran ketika ia mendengar perkataan dari Lu'er.
Lu'er tersenyum licik, kemudian tatapannya ia tujukan ke arah Selir Fengying yang terlihat semakin mendekat ke arah kamarnya, ia tampak tengah membawa sesuatu yang ia masukan ke dalam kain hitam tanpa corak. Lu'er terlihat tengah mencari sesuatu untuk dapat ia jadikan alat agar sarang Lebah itu terjatuh ke atas tanah.
Karena tidak ada batu, Lu'er tampak sedikit bingung, kemudian dia segera menatap ke arah Sistem Dewi yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan perasaan bingung, Lu'er kemudian kembali tersenyum licik dihadapan Sistem Dewi dan itu membuat dirinya merasa sangat curiga akan senyuman yang diberikan Lu'er kepada dirinya.
"Ahh... Mengapa menatap diriku seperti itu?!" Kata, Sistem Dewi dengan perasaan curiga terhadap Lu'er.
"Aku sangat membutuhkan bantuan darimu, uhhh... Melesatlah dengan sempurna." Ucap, Lu'er yang segera mengangkat lengan kirinya, terlihat ia tengah menggenggam tubuh mungil dari Sistem Dewi dengan sangat kuat, dengan cepat Lu'er segera melemparkan tubuh Sistem Dewi ke arah sarang Lebah yang tengah berada diatas pohon yang tidak terlalu jauh dari tempatnya saat itu.
"Aaaaa... Tidak... Ibu tolong aku...! Oh iya, aku baru ingat aku ini yatim piatu... Aaaaaa... Siapapun tolong..." Teriak Sistem Dewi yang segera menghantam sarang tawon dengan sangat keras, sampai membuat sarang itu terjatuh dan Lebah itu segera keluar, dengan perasaan marah karena ketenangannya telah diusik oleh seseorang.
Sistem Dewi yang terjatuh diatas tanah, terlihat tengah merasa sangat kesakitan, ke-dua bola Matanya berputar.
"Huh... Berhasil." Ucap, Lu'er yang terlihat sangat puas akan lemparannya.
Tawon itu terlihat sangat marah ketika menatap Wajah Lu'er, Lu'er agak tertegun saat melihat reaksi berlawanan dari Lebah itu kepada dirinya, lalu entah mengapa raut Wajahnya tampak dingin, dengan dipenuhi sinar kemerahan, sebenarnya Lu'er juga merasa takut saat melihat reaksi marah dari kumpulan Lebah itu.
Namun, entah mengapa Lebah yang semula menatap dirinya dengan perasaan marah dengan cepat menunjukkan sikap bersahabat, mereka segera mendekat ke arah Lu'er yang saat itu terlihat begitu sangat ketakutan, ia memejamkan ke-dua Matanya sambil bersuara dalam hati.
"Sistem narsis itu apakah telah mengelabuhi diriku? Aduh bagaimana ini?" dalam benak Lu'er yang tampak cemas.
"Nona... Apa yang bisa kami bantu?" saat mendengar ada suara aneh yang berbicara kepada dirinya Lu'er tampak terpinga-pinga, lalu dengan cepat ia segera membuka sepasang Matanya yang tertutup kuat. Dengan cepat ia menatap ke arah kumpulan Lebah yang tengah berbaris dihadapannya.
Lu'er terlihat amat tidak menyangka, ia kemudian menunjukkan senyuman kaku dihadapan kumpulan Lebah itu.
"Mereka tidak menyerangku?? Hah... Syukurlah." Dalam benak Lu'er yang terlihat masih sangat tidak menyangka.
Kemudian ia segera teringat apa yang akan dia lakukan, dengan cepat Lu'er berbicara kepada kumpulan Lebah itu.
"Apakah kalian lihat Wanita yang tengah membawa sesuatu didalam buntalan kain hitam itu? Aku ingin kalian menggigitnya, dan jauhkan dia dari diriku." Jawab, Lu'er yang tengah memberikan sebuah perintah kepada kumpulan Lebah itu.
Hewan kecil yang sangat berbahaya itu kemudian dengan serentak saling menoleh ke arah Selir Fengying dengan tatapan dingin.
"Seperti yang Anda inginkan, Nona." Ucap, Seekor Lebah, lalu dengan segera mereka meninggalkan Lu'er sendirian.
Lu'er sungguh masih tampak tidak mempercayai apa yang baru saja terjadi, lalu Lu'er kembali menunjukkan senyuman puas dan licik dia tampak sangat bangga dengan dirinya sendiri.
°^
Selir Fengying yang tengah berjalan dengan hati-hati, terlihat tengah memperhatikan sekitar, sambil membawa buntalan kain hitam yang terikat kuat.
"Lin Yar'an, ini adalah pembalasan dariku atas perlakuanmu! Ular ini begitu sangat berbisa, jika aku meletakkannya dibawah tempat tidurmu, pasti kau tidak akan pernah menyangkanya bukan?" ucap, Selir Fengying yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah kesal dan bencinya.
Wung... Wung... Wung... Wung....
Selir Fengying yang tengah berjalan dengan hati-hati, terlihat sangat tersentak ketika melihat sekumpulan Lebah yang bergerak ke arah dirinya.
"Hah?! Sial! Dari mana datangnya sekumpulan Tawon ini, gawat... Aku tidak ingin menjadi bulan-bulanan dari Hewan ini! Aku harus kabur!" Ucap, Selir Fengying yang segera melepaskan buntalan kain hitam itu, dengan perasaan panik Selir Fengying berlari untuk dapat menghindari Hewan itu.
Karena ia masuk melalui tembok besar, Selir Fengying merasa amat kebingungan, ia memanjat tembok itu dengan tergesa-gesa, sampai membuat dirinya terjatuh, sedangkan terlihat sekumpulan Lebah itu tengah bergerak untuk dapat mendekati Selir Fengying.
"Arhh... Sakit... Sakit sekali!" Teriak, Selir Fengying yang segera berlari untuk dapat menghindari serangan dari Lebah itu, ia berlari sampai pada akhirnya ia menemukan kubangan yang berisikan air berlumpur, dengan perasaan panik Selir Fengying segera menceburkan diri ke dalam kubangan itu.
Lu'er yang melihatnya sungguh tidak dapat menahan tawa, tetapi ia masih terlihat menutupi tawanya dengan bibir yang masih terkunci.
"Hahaha... Aku sungguh sangat puas." Dalam benak Lu'er yang tampak begitu sangat senang.