Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 74 ~ Rahasia.



Dengan cepat Lu'er segera meloncat ke bawah untuk dapat menginjakkan kakinya diatas tanah, sambil terus menatap sekelompok orang aneh itu dengan curiga. Kemudian, Pangeran Rui segera mengikuti Lu'er, akan tetapi Lu'er sangat dikejutkan ketika Pangeran Rui menarik tubuhnya agar tetap berada dibelakang Pria itu.


Lu'er yang melihat hal itu sungguh merasa sangat tidak mengerti, mengapa Pangeran Rui seakan tidak ingin melihat dirinya bertatap muka dengan orang-orang itu.


"Hei?!" Kata, Lu'er yang segera mendorong tubuh Pangeran Rui dengan lengan kanannya.


"Tetaplah berada dibelakang tubuhku." Ucap, Pangeran Rui dengan tegas. Namun, sedari tadi tatapannya tidak terlepas dari sekelompok orang itu.


Kemudian salah seorang Pria yang tengah memperhatikan Pangeran Rui, dia dengan cepat menunjukkan lekuk senyum licik kepada Pangeran Rui dan juga Lu'er. Tidak lama kemudian salah seorang Pria yang tengah membawa seseorang didalam dekapannya itu, berbicara kepada Pangeran Rui.


"Huh... Hampir saja aku melupakan dirimu, Pangeran! Datang kemari apakah ingin mencari mati?! Setelah mengkhianati Ratu akhirnya muncul juga kau hati ini!" Kata, salah seorang Pria itu sambil terus berusaha untuk menahan tubuh seseorang yang tengah berada didalam dekapannya itu.


Pangeran Rui hanya terdiam dingin saat mendengar perkataan dari Pria itu, sedangkan Lu'er sungguh ia sangat bingung akan hal yang tidak ia sangka-sangka itu.


"Sungguh tidak disangka dapat berjumpa dengan dirimu ditempat yang seperti ini, siapakah Wanita itu? Mungkinkah dia akan dijadikan persembahan untuk Nenek tua itu?!" Kata, Pangeran Rui yang terlihat sangat tidak menyukai Pria itu. Tampak raut Wajahnya sangat dingin dan menyeramkan.


Orang aneh itu tampak sangat kesal ketika Pangeran Rui menghina Ratu mereka dengan sebutan Nenek tua, hal itu tampaknya membuat amarah mereka semakin meluap, kemudian orang aneh itu segera menjawab perkataan dari Pangeran Rui sambil mengangkat lengan kirinya yang saat itu tengah ia genggam sebilah Pedang yang amat panjang dan runcing.


"Beraninya kau menghina Ratu kami?! Hei, Rui sudah bosan hidup kah kau ini?! Apakah kau lupa, jika bukan karena Ratu keluargamu pasti sudah binasa!" Bentak Pria asing itu yang terlihat sangat kesal kepada Pangeran Rui.


Lu'er yang mendengar jawaban dari Pria aneh itu, tiba-tiba saja otaknya bekerja dengan sangat keras. Lu'er semakin penasaran akan kehidupan Pangeran Rui. Dia yang terlihat sangat lembut, dan manis dihadapannya. Tidak disangka Pria itu dapat berurusan dengan sekelompok Manusia aneh seperti mereka.


"Benarkah! Lantas apakah aku harus berterimakasih kepada Ratumu itu?! Katakan kepada Ratu kalian, temui diriku jika dia berani! Hadapi aku, dengan tangan kosongnya, jangan hanya terus bersembunyi dibalik darah para Wanita tidak berdosa! Aku hanya takut, jika kalian tidak secepat mungkin membawa Gadis itu kepada dirinya, dia hanya akan menjadi Nenek tua yang sangat menjijikkan!" Ucap, Pangeran Rui yang terlihat tengah menarik lengannya agar dapat terangkat disamping kanan, tidak lama kemudian sinar berwarna putih memenuhi lengan Pangeran Rui, segera sebuah Pedang dengan warna perak tampak berada digenggaman Pangeran Rui.