
Tak lama kemudian salah seorang Pelayan Wanita yang tengah berdiri dihadapan Lu'er, dengan raut Wajah lugu dan terlihat sangat lembut, ia berbicara kepada Lu'er.
"Oh... Permaisuri Lin Yar'an, saya akan pastikan kepada diri Anda, tidak akan mungkin Bibi besar dapat beranjak dari tempatnya, saya akan selalu mengawasi pergerakannya." Ucap, salah Seorang Pelayan Wanita yang tengah berdiri dihadapan Lu'er.
Pelayan Zhu yang melihat seorang Pelayan yang jauh dibawahnya, dengan beraninya ia mencari muka kepada Lu'er. Pelayan Zhu yang tengah bersimpuh dihadapan Lu'er tampak sangat tidak menyangka akan permainan murahan yang tengah ditunjukkan oleh Pelayan itu.
"Cih...! Jadi beginikah caramu Ling Mei, membalas kebaikan yang pernah aku berikan kepada dirimu!!" Dalam benak Pelayan Zhu yang tengah mengepalkan kedua telapak tangannya.
Lu'er yang masih mengamati seluruh orang yang berada didalam Istana Shulin, dengan segera ia memalingkan pandangannya untuk dapat menatap Wajah salah seorang Pelayan Wanita yang saat itu tengah berada disampingnya. Lu Er memperhatikan mimik Wajah, dan juga gestur dari Pelayan itu dengan cukup lama.
"Hmh...! Berani mencari muka dihadapanku?! Sungguh klasik sekali permainanmu, biar aku tunjukkan tengah berhadapan dengan siapa kau saat ini!" Dalam benak Lu'er yang tengah menatap dingin salah seorang Pelayan yang berada dihadapannya.
"Baiklah...! Tetapi, jika kau sampai lalai, maka aku tidak akan segan memberikan hukuman yang jauh lebih mengasyikkan dari ini, ingat... Aku tidak pernah bermain-main dalam berucap." Balas, Lu'er yang segera tersenyum sinis kepada seorang Pelayan yang mencoba untuk mendapatkan dukungan dari dirinya.
Ling Mei yang mendengar perkataan dari Lu'er tampak raut Wajahnya yang semula sangat bersemangat menjadi sangat gugup, ia sungguh sangat tidak menyangka kini Lin Yar an bukan hanya seorang Wanita yang tidak dapat ditindas, ia juga seorang Wanita yang tidak mudah untuk diperdaya.
"Apa maksud dari perkataannya itu?! Mungkinkah dia sudah mengetahui rencanaku sebelumnya?!" Dalam benak Pelayan itu dengan perasaan gugup dihadapan Lu'er.
Tak lama kemudian seorang Kasim menghampiri Lu'er yang tengah berada didalam Istana Shulin, ia menghentikan langkahnya ketika telah berhadapan dengan Lu'er.
"Tandu sudah siap, apakah Anda ingin berangkat sekarang?" kata, seorang Kasim yang tengah berdiri dihadapan Lu'er.
Lu'er yang segera memalingkan pandangannya untuk dapat menatap Kasim itu, dengan tampang dingin Lu'er segera menjawab perkataan dari seorang Kasim kepada dirinya.
"Tentu saja, untuk apa membuang waktu lagi, aku paling tidak suka membuat orang lain menunggu kehadiranku, apalagi itu adalah Kaisar yang terhormat." Jawab, Lu'er kepada seorang Kasim yang tengah berdiri dihadapannya.
Kasim dengan segera memberikan jalan kepada Lu'er agar dia dapat bergegas meninggalkan Istana Shulin, Lu'er yang menatap Wajah Kasim yang terlihat sangat berbeda dengan orang-orang yang berada didalam Istana Shulin, membuat Lu'er merasa bahwa Kasim itu memang bukanlah bagian dari sekelompok orang yang ingin menjatuhkan dirinya.
Lu'er kemudian kembali memperhatikan Pelayan Zhu dan juga Quon yang masih bersimpuh dihadapannya, mereka tampak tidak berkutik sedikitpun, dan juga para Pelayan lainnya yang hanya mampu terdiam sambil menundukkan pandangan mereka ke arah lantai Istana.
"Seharusnya inilah sikap yang kalian tunjukkan kepada Lin Yar'an, ketika ia masih hidup!" Dalam benak Lu'er yang segera berjalan untuk dapat meninggalkan Istana Shulin.
"Ada apa Putri Lin?" tanya Kasim yang terlihat tengah memperhatikan Lu'er dari arah belakang.
Lu'er yang tersadar sesegera mungkin ia memalingkan pandangannya untuk dapat menatap Kasim itu.
"Hmh... Tidak ada apa-apa." Jawab, Lu'er yang terlihat tengah memperhatikan Kasim itu, lalu dengan segera ia memalingkan pandangannya.
"Dimana si narsis itu?! Sebentar menghilang, sebentar muncul?! Hais... Sudahlah." Dalam benak Lu'er yang segera melanjutkan langkahnya.
Kasim yang merasakan sebuah kejanggalan, membuat dirinya tersadar akan satu hal, lalu Kasim itu segera berjalan cepat untuk dapat berdiri dihadapan Lu'er, sambil membungkukkan tubuhnya.
"Maaf atas kelancangan saya, seharusnya saya dapat memanggil nama Anda dengan benar, Permaisuri Lin Yar'an." Ucap, Kasim itu yang terlihat ketakutan dihadapan Lu'er.
Lu'er yang melihat tingkah dari Kasim itu, membuat dirinya tersentak, ia sungguh tidak menyangka ternyata didalam Istana Shulin masih ada orang yang bersikap sopan terhadap dirinya.
"Eh... Eh... Tidak perlu seperti itu, kau cukup memanggilku Putri saja, aku hanya ingin memberikan pelajaran kepada orang-orang yang telah tertindak tidak adil terhadap diriku, bukan maksudku menginginkan sebuah panggilan se-istimewa itu, lagipula Permaisuri Kaisar masih belum mati bukan?! Jika kau mengikuti mereka berarti itu sama halnya dengan kau begitu sangat menginginkan kematian dari Permaisuri Kaisar." Jawab, Lu'er yang terlihat tengah sedikit tersenyum kecil dihadapan Kasim itu. Namun, masih tampak begitu sangat jelas aura dingin yang ia miliki.
Kasim itu tampak terpinga-pinga ketika melihat Lu'er bersikap baik kepada dirinya, bertahun-tahun mengabdikan diri untuk selalu menjaga Putri Lin Yar'an, ternyata ia masih sama seperti Putri Lin Yar'an yang terdahulu.
"Aku yakin sifat kejam dan sadis yang diperlihatkan olehnya hanyalah sebuah tameng agar orang lain tidak dapat menyiksa dirinya, selebihnya ia hanyalah seorang Putri yang memiliki hati lembut dan sangat baik hati sama seperti dahulu, oh Raja Kaili... Lihatlah saat ini Putri Lin Yar'an sudah begitu sangat berbeda, aku yakin dengan sifatnya yang saat ini Putri Lin Yar'an akan dapat menjaga dirinya sendiri, kuatkanlah hatimu Putri...." Dalam benak Kasim itu yang seakan sudah mengetahui bagaimana pahitnya kehidupan Lin Yar'an.
"Baiklah, Putri." Kata, Kasim Guang yang segera mengulurkan lengan kanannya disamping Lu'er untuk dapat membantu dirinya agar dengan mudah menaiki tandu.
Lu'er yang melihat kehangatan, dan juga kebaikan alami yang ditunjukkan oleh Kasim itu membuat dirinya berpikir bahwa dia masih memiliki setidaknya seseorang yang berada dipihaknya. Lu'er kemudian meraih lengan Kasim itu dengan perlahan, lalu ia segera menaiki tandu.
Semua orang yang tengah berada didalam Istana Shulin terlihat tengah memperhatikan Lu'er yang akan meninggalkan Istana Shulin. Para Penjaga dan Pelayan Istana, dengan segera meninggalkan Pelayan Zhu dan Quon, mereka benar-benar tidak diperdulikan. Pelayan Zhu dan juga Putranya sungguh merasa sangat kesal dengan perlakuan dari orang-orang Istana yang telah bersikap tak acuh kepada dirinya.
"Kurang ajar! Beraninya kalian mengabaikan diriku! Penghianat! Dasar penjilat! Lin Yar'an tunggu pembalasan dariku!" Dalam benak Pelayan Zhu yang terlihat sangat murka kepada Lu'er.