Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 06 ~ Perubahan Yang Mengejutkan.



Sistem Dewi yang melihat Lu'er begitu sangat hebat dengan mudahnya ia dapat menaklukkan Selir Dongli yang terkenal cukup hebat itu, Selir Dongli terdiam ketika Lu'er mulai berjalan untuk dapat masuk ke dalam Ruangan Putra Mahkota.


Brak....


Suara Pintu yang besar terbuka dengan keras, seketika memberikan jalan untuk Lu'er dilihatnya Putra Mahkota tengah bermesraan dengan Selir utama dan juga beberapa orang didalam sana. Semua orang yang berada didalam Ruangan Putra Mahkota merasa sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi, dilihatnya Permaisuri Lin Yar'an tengah berdiri diluar pintu dengan sorot sepasang bola Mata hijau yang sangat mencekam. Raut Wajahnya terlihat sangat kesal, ketika melihat kegilaan dari Putra Mahkota.


Selir Fengying yang tengah duduk diatas pangkuan Putra Mahkota merasa sangat terkejut ketika melihat Lin Yar'an masih hidup dan mampu kembali dengan mudahnya ke dalam Istana, Putra Mahkota yang melihat kehadiran dari Lin Yar'an sungguh merasa sangat terkejut, ia kemudian menatap tajam Wajah Selir Fengying. Seluruh orang yang tengah berada didalam Ruangan Putra Mahkota merasa sangat tidak menyangka untuk pertama kalinya Permaisuri Lin Yar'an mau menampakkan diri setelah sekian lama tidak pernah berjumpa.


"Lin...Lin Yar'an kau!?" ucap, Selir Fengying yang terlihat sangat gugup ketika melihat kehadiran dari Lu'er.


Lu'er kemudian segera berjalan untuk dapat memasuki Ruangan Putra Mahkota, ia melangkah dengan perlahan, sambil terus menatap dingin Wajah Putra Mahkota dan juga Selir Fengying. Selir Dongli yang tengah berada diluar Istana segera masuk ke dalam Ruangan Putra Mahkota dan berjalan untuk dapat mendekati Putra Mahkota.


"Sedang bersenang-senang ya, Zhang Jiangwu hmh... Apakah kau begitu menikmati pesta ini, tanpa adanya diriku, Zhang Jiangwu, hei mengapa terdiam begitu seperti melihat hantu saja!" Ucap, Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat menghampiri Putra Mahkota dan juga Selir Fengying.


"Lin Yar an, bukankah kau tengah beristirahat didalam Istana, mengapa kau datang kemari?! Jika penyakit mu itu menulari Putra Mahkota bagaimana?!" Ucap, Selir Fengying yang tengah menatap gugup Wajah dari Lu'er.


"Kurang ajar sekali kau ini! Aku adalah Permaisuri dari Zhang Jiangwu! Apakah pantas seorang Selir seperti dirimu memanggil namaku dengan lantang?!" Bentak Lu'er dengan perasaan tidak suka kepada Selir Fengying.


Putra Mahkota Zhang Jiangwu yang mendengar perkataan dari Permaisuri Lin Yar'an merasa sangat terkejut, ia kemudian merasa sangat marah dan kesal kepada Lin Yar'an.


"Lin Yar'an! Apa maksud dari kedatanganmu ini! Mengapa kau menjadi seorang Wanita yang pengacau, apakah seperti ini didikkan dari kedua orang tuamu! Dengan lancangnya kau memanggil namaku, sungguh Wanita yang sangat tidak layak untuk dijadikan seorang Istri!" Ucap, Putra Mahkota dengan perasaan murka kepada Permaisuri Lin Yar'an.


Lu'er yang tengah menatap tajam Wajah Putra Mahkota terlihat tengah mendambakan kemarahan yang seperti ini dengan tegas dan Mulutnya yang tajam Lu'er segera menyerang balik Putra Mahkota.


"Dimana letak kesalahanku ini Zhang Jiangwu? Bukankah ini termasuk adil, untuk apa aku memanggilmu dengan sebutan pangkat mu itu jika kau saja tidak menghargai diriku! Sungguh lucu sekali jika kau berbicara tentang bagaimana keluargaku mengajariku untuk bertata krama, lantas bagaimana dengan kalian?! Seorang Wanita bangsawan, dan Pria yang memiliki kedudukan tertinggi di Istana ini, tetapi masih tidak tau bagaimana caranya berbicara kepada orang lain? Mungkinkah kalian ini sudah menjadi bodoh?" ucap, Lu'er dengan raut Wajah dingin dan tajam ketika menatap Wajah Putra Mahkota dan juga kedua Selir yang hanya mampu membuat Lu'er merasa mual saja.


Terlihat seorang Pria yang tengah duduk diatas Kursi besar, dengan mengenakan pakaian merah rambut hitam panjang dan sepasang Bola Mata biru tengah menatap dingin Permaisuri Lin Yar'an.


"Mungkinkah rumor itu tidak benar mengenai Putri Lin Yar'an? Dia terlihat baik-baik saja, bahkan ia tampak tidak seperti Wanita yang tertindas, hmh... Aneh apa yang sebenarnya telah terjadi?" dalam benak Pangeran ke lima yang tengah duduk diatas Kursi berwarna merah tua.