Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 23 ~ Permainan.



Tak lama kemudian tandu yang membawa Lu'er kini tengah memasuki kawasan Istana Kibo, para Penjaga Istana yang tengah berjaga diluar Pintu gerbang terlihat sedang menatap Wajah Lu Er dari balik jendela tandu yang terbuka.


Lu'er memperhatikan kedua Penjaga Istana yang tengah menatap dirinya, Pintu gerbang yang semula tertutup rapat dengan segera mereka membukakannya untuk Lu'er, agar ia dapat masuk ke dalam Istana Kibo dan berjumpa dengan Kaisar Aximing.


Tandu yang membawa Lu'er segera memasuki Istana Kibo yang begitu sangat megah, Sistem Dewi yang tengah berada disamping Lu'er dibuat takjub akan kemegahan dari Istana Kibo, pekarangan yang sangat luas, juga terlihat interior Istana yang begitu sangat mewah dan juga besar.


Semua orang yang terlihat tengah menantikan kehadiran Lu'er membuat dirinya sungguh sangat tidak menyangka kedatangannya akan disambut sehangat ini oleh Kaisar Aximing.


"Wuow... Narsis, apakah menurutmu ini tidak berlebihan?" ucap, Lu'er yang terlihat tengah memperhatikan orang-orang yang saat itu berdiri diatas tangga Istana untuk dapat menyambut kedatangannya.


Sistem Dewi yang memperhatikan penyambutan dari Kaisar Aximing yang terlihat tampak sangat aneh membuat dirinya sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Lu'er.


"Hehe... Aku rasa Kakak cantik sudah dapat merasakannya sendiri." Kata, Sistem Dewi yang segera menatap Wajah Lu'er dengan sedikit tersenyum tipis.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Sistem Dewi, tampak ia menunjukkan senyuman sinis dengan raut Wajahnya yang sangat dingin dihadapan Sistem Dewi.


Tak lama kemudian tandu berhenti bergerak, seorang Kasim segera menghampiri Lu'er untuk dapat membantunya keluar dari dalam tandu, Lu'er yang melihat hal itu dengan perlahan ia bangkit dari duduknya sambil mengulurkan lengan kanannya, Lu'er menuruni tandu dan menginjakkan kakinya diatas pekarangan Istana Kibo yang begitu sangat megah itu.


Lu'er kemudian segera berjalan untuk dapat menghampiri Kaisar Aximing, Permaisuri dan juga para Pangeran yang tengah menyambut kedatangannya, Lu'er yang saat itu tengah menatap keluarga dari Kaisar Aximing, tampak begitu sangat jelas suasana dingin yang ditunjukkan oleh mereka semua terhadap dirinya.


"Salam hormat saya kepada Anda Kaisar, semoga Anda diberi umur panjang." Ucap, Lu'er yang segera menghentikan langkahnya ketika sudah berada dihadapan Kaisar Aximing.


Kaisar Aximing yang tengah berdiri dihadapan Lu'er terlihat begitu sangat hangat saat menyambut kedatangannya.


"Oh Putriku, bagaimana dengan kabarmu? Apakah benar penyakitmu itu masih belum dapat disembuhkan?" tanya, Kaisar Aximing yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan raut Wajah ramah.


Lu'er terdiam sejenak ketika melihat kehangatan yang begitu sangat janggal bagi dirinya. Tak lama kemudian ia segera menjawab pertanyaan dari Kaisar dengan nada bicara tegas.


"Saya sangat bersyukur karena kabar saya baik, dan mengenai penyakit itu, Anda tidak perlu risau, sebab saya sudah pulih." Kata, Lu'er yang segera menunjukkan sedikit lekuk senyuman pada Wajahnya. Namun, tidak dapat menghilang sifat dingin yang ia miliki.


Kaisar Aximing yang mendengar perkataan dari Lu'er, tampak begitu sangat tertegun, ia seakan tidak dapat mempercayai apa yang baru saja ia dengar dari Mulut Lu'er sendiri. Permaisuri Jia Li yang tengah berada disamping kanan Kaisar, terlihat begitu sangat tidak menduga dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Lin Yar'an, jangan berkata dusta kepada kami, mana mungkin penyakitmu dapat pulih dengan cepat?!" Timpal, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Lu'er.


Lu'er yang mendengar Permaisuri Jia Li ikut berbicara, dengan sedikit ia melirik ke arah kanan untuk dapat menatap Wajah dari Permaisuri yang tampak tidak mempercayai perkataannya, membuat Lu'er dengan cepat menjawab rasa ketidak percayaan dari Permaisuri Jia Li terhadap dirinya.


"Tidak, untuk apa aku berkata dusta, bukankah orang yang berdusta itu hanya dia yang memiliki seribu topeng untuk dapat menyembunyikan Wajah aslinya? Lin Yar'an, sungguh tidak memiliki topeng itu, wahai Permaisuri." Jawab, Lu'er dengan sepasang bola Mata hijau yang tengah menatap dingin Wajah dari Permaisuri Jia Li.


"Apa maksud dari perkataanmu itu, Lin Yar'an?! Sebenarnya siapa orang yang kau maksud itu?!" Seru, Permaisuri Jia Li dengan perasaan kesal terhadap Lu'er


Lu'er yang melihat sikap Permaisuri Jia Li yang mudah tersinggung, membuat dirinya terlihat cukup puas saat ia hanya sedikit memancing dengan mudahnya Permaisuri Jia Li tersulut emosi.


"Hmh..! Sunguh mudah sekali membuat Permaisuri Jia Li ini kesal, bagus." Dalam benak Lu'er yang masih menatap Wajah Permaisuri Jia Li dengan dingin.


"Tidak ada, hmh... Itu hanyalah perumpamaan saja Permaisuri, mengapa Anda begitu sangat marah? Atau, apakah Anda pernah berjumpa dengan orang yang seperti itu? Saran dari Lin Yar'an ini, Anda harus berhati-hati dengan dirinya." Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menatap Wajah Permaisuri Jia Li dengan tatapan dingin.


Hal itu membuat Permaisuri Jia Li semakin terpinga-pinga, ia hanya terdiam ketika mendengar perkataan dari Lu'er, raut Wajahnya tampak gugup ketika Lu'er menatap Wajahnya dengan sangat dingin.


"Hanya perumpamaan?! Tetapi mengapa aku merasa ia seperti tengah memperingati diriku, untuk tidak berbuat macam-macam terhadap dirinya?! Lin Yar'an, meskipun kau sudah tidak sama seperti dahulu, tetapi aku tidak akan pernah membiarkan dirimu hidup dengan mudah, dimanapun kau berada! Kau harus membayar mahal atas apa yang telah terjadi kepada diriku pada saat itu!!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat begitu sangat kesal kepada Lu'er.


Kaisar Aximing yang melihat perubahan sikap dari Lin Yar'an membuat diri Kaisar Aximing berpikir bahwa saat ini yang tengah berada dihadapannya bukanlah Lin Yar'an.


"Ada apa dengan Lin Yar'an?! Mengapa dia begitu sangat berani, sebenarnya apa yang telah terjadi kepada dirinya selama ia berada didalam Istana Shulin?!" Dalam benak Kaisar Aximing yang terlihat tengah menatap gugup Wajah Lu'er.


"Apakah benar kau telah pulih dari penyakitmu itu? Jika benar, aku begitu sangat ingin tau, ramuan apa yang dapat menyembuhkan dirimu dengan sangat cepat?" tanya, Kaisar Aximing yang tengah menatap Wajah Lu'er dengan penasaran.


Lu'er yang sudah menduga akan adanya pertanyaan semacam itu, dengan tegas tanpa ragu Lu'er segera menjawab rasa penasaran dari Kaisar Aximing.


"Bibi besar begitu sangat baik dalam merawat Lin, tentu saja karena do'a serta keinginan kuat dari orang-orang yang menginginkan Lin pulih, Dewa mengabulkannya." Jawab, Lu'er dengan tersenyum tipis dihadapan Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li tampak tersentak akan jawab yang diberikan oleh Lu'er, dia begitu sangat tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar dari Mulut Lu'er sendiri.


"Tidak mungkin! Pelayan Zhu adalah orangku, dan semua orang yang berada didalam Istana Shulin selalu mematuhi perintah dariku, sebenarnya apa yang telah terjadi?!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat begitu sangat tidak mempercayai perkataan dari Lu'er.


Lu'er yang melihat raut Wajah dari Permaisuri Jia Li, sungguh ingin membuat dirinya tertawa begitu sangat keras.


"Asyik sekali... Saat mempermainkan mereka, lihatlah Wajah bodoh itu, hahaha....!" Dalam benak Lu'er yang masih menatap dingin Permaisuri Jia Li.


Pangeran ke-lima yang mendengar perkataan dari Lu'er, terlihat Pangeran Xiuhuan yang tengah berdiri dipojok sebelah kiri menatap Wajah Lu'er dengan sedikit tersenyum tipis.


"Dasar Iblis kecil! Hmh... Perubahan yang begitu sangat pesat, bagaimana mungkin dia dapat pulih dan menjadi begitu sangat berani dalam jangka waktu yang sempit? Mengapa aku menjadi semakin tertarik dengan dirinya?" dalam benak Pangeran Xiuhuan yang tengah menatap dingin Wajah Lu'er.