Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 10 ~ Kemarahan Putra Mahkota.



Di dalam Istana Elpis terlihat Putra Mahkota tengah merasa sangat tidak senang dengan kejadian yang baru saja terjadi, ia sungguh sangat tidak menyangka Permaisuri Lin Yar'an begitu sangat berani. Suasana didalam sana terasa sangat dingin dan mencekam, seperti ada suatu hawa dingin yang menyelimuti Ruangan itu.


Pangeran ke-lima yang tengah duduk diatas kursi berwarna merah hanya terdiam, lalu Putra Mahkota menatap tajam Wajah Pangeran Xiuhuan yang tampak sangat penakut. Awalnya ia begitu sangat ingin mengganggu Pangeran ke-lima, karena ada kejadian yang tidak mengenakkan dimalam itu membuat suasana hati Putra Mahkota merasa sangat tidak senang.


Selir utama yang melihat ekspresi dari Putra Mahkota yang begitu amat mengerikan membuat dirinya merasa sangat ketakutan, ia khawatir jika Putra Mahkota memarahi dirinya karena hal itu, Selir utama yang tengah berdiri tegak jauh dibelakang Putra Mahkota terlihat sangat gugup dan takut jika Putra Mahkota akan menyakiti dirinya.


Selir ke-dua Dongli yang melihat raut Wajah Selir utama tampak cemas dan gugup membuat dirinya menerka-nerka bahwa Selir utama tengah merasakan ketakutan yang mendalam terhadap Putra Mahkota, semua tampak begitu sangat jelas karena dari cara Selir utama menatap tubuh Putra Mahkota dengan raut Wajah tidak nyaman.


"Masalah malam hari ini, jangan biarkan Kaisar mengetahuinya, Selir utama Fengying aku ingin bicara empat Mata dengan dirimu, temui aku ditaman belakang sekarang juga!" Ucap, Putra Mahkota yang segera berjalan untuk dapat keluar dari dalam Ruangan besar miliknya.


Selir Fengying yang mendengar perkataan dari Putra Mahkota sungguh membuat dirinya merasa sangat cemas, ia hanya terdiam ketika semua orang menatap ke arah dirinya, Selir Dongli yang menyaksikan hal itu sungguh merasa begitu sangat penasaran, ia sesungguhnya begitu sangat ingin mengetahui apa yang akan dibicarakan oleh Putra Mahkota kepada Selir utama.


Selir utama menarik panjang napasnya kemudian dia melepaskan secara perlahan, dengan tampang angkuh dan sombong Selir utama berjalan untuk dapat menemui Putra Mahkota dan meninggalkan semua orang yang tengah berada didalam Istana.


Di dalam Ruangan itu hanya menyisakan beberapa orang saja, Pangeran ke-tiga yang terlihat tengah kesakitan dengan cepat ia berjalan keluar untuk dapat meninggalkan Ruangan besar dan megah itu, Pangeran ke-dua dan juga Pangeran ke-empat yang tengah berada didalam ruangan besar milik Putra Mahkota merasa sangat tidak betah ketika berada didalam sana, terlebih lagi harus satu ruangan dengan seorang Anak haram yang tidak diinginkan kehadirannya.


Tidak memerlukan waktu lama orang-orang yang tengah berada didalam ruangan itu segera berhamburan keluar, kini hanya menyisakan Pangeran ke-lima dan juga Selir Dongli, karena tidak ingin berada didalam ruangan bersama dengan seorang Pangeran yang tidak diharapkan membuat Selir Dongli berjalan dengan cepat untuk dapat keluar dari dalam ruangan itu.


Terlihat Selir Dongli tengah memperhatikan Selir utama yang tengah berjalan dengan tergesa untuk dapat menemui Putra Mahkota, Selir Dongli tidak mungkin diam saja menyaksikan hal itu, ia harus tau apa yang akan mereka bicarakan.


"Aku harus mengikuti dirinya!" Ucap, Selir Dongli yang terlihat tengah mengintip Selir utama yang tengah berjalan menuju taman dari balik pintu besar yang sudah terbuka lebar.


Hanya menyisakan Pangeran ke-lima yang tengah berada didalam ruangan itu, Wajahnya yang semula polos saat tengah menatap ke arah luar ruangan terlihat senyuman licik yang tengah ia perlihatkan. Sambil mengingat kembali kejadian dimana Permaisuri Lin Yar'an dengan mudahnya membuat Putra Mahkota dan juga Pangeran ke-tiga mati kutu dibuatnya.


"Lin Yar an, hmh... Aku tidak menyangka kau akan menjadi semenarik ini." Dalam benak Pangeran ke-lima yang tengah tersenyum tipis sambil berjalan untuk dapat keluar dari dalam ruangan besar dan megah itu.


Plak....! Terdengar suara tamparan keras dari taman belakang Istana, terlihat Putra Mahkota tengah menatap tajam Wajah Selir utama, suasana hatinya terlihat sangat tidak terkendali.


Selir Fengying yang tengah berdiri dihadapan Putra Mahkota terlihat menyentuh pipi dengan lengan kanannya, raut Wajah Selir utama terlihat sangat ketakutan ketika melihat Putra Mahkota begitu sangat murka kepada dirinya.


"Aku paling benci dengan seorang Wanita pendusta! Jika masalah ini sampai ke telinga Kaisar bagaimana? Apakah kau bersedia menanggung hukuman yang akan dia berikan kepadamu?! Bukan hanya itu reputasiku sebagai seorang Putra Mahkota yang agung akan tercemar berkat kebodohanmu!" Bentak Zhang Jiangwu yang tengah menatap tajam Wajah Selir utama, sepasang bola Mata merah itu terlihat sangat ingin membunuh Selir utama.


"Am.. Ampun Pangeran, saya tidak pernah berdusta kepada Anda, saya benar-benar telah melihat bahwa Lin Yar an sudah tidak bernapas lagi, saya juga telah membayar seseorang untuk membuang jasadnya ke dalam danau, sesungguhnya saya selalu menuruti keinginan Anda, saya memohon belas kasih dari Anda Pangeran." Sambil menangis Selir utama terlihat sangat ketakutan ketika berhadapan dengan Putra Mahkota.


Selir Dongli yang tengah menguping pembicaraan mereka dari balik tembok besar sungguh merasa sangat tekejut dengan apa yang baru saja ia dengar dari Mulut Selir Fengying sendiri. Selir Dongli kemudian memalingkan pandangannya sambil tengah berpikir, lalu ia kembali mencuri dengar perkataan dari Putra Mahkota dan juga Selir Fengying.


"Panggil aku Putra Mahkota! Jika kau masih salah memanggilku maka aku tidak akan segan lagi untuk merobek Mulutmu!" Putra Mahkota terlihat tengah menatap Wajah Selir utama dengan perasaan marah, raut Wajahnya begitu mengerikan.


"Maaf... Maafkan atas kelancangan saya, wahai Putra Mahkota yang agung." Jawab Selir utama dengan perasaan dalam hati yang sebenarnya sangat tidak terima atas perlakuan Putra Mahkota kepada dirinya.


"Jika kau telah membereskan semuanya mengapa saat ini Lin Yar an masih hidup?! Bahkan dia mampu kembali ke Istana dengan kondisi baik-baik saja! Dia juga terlihat telah pulih dari penyakitnya! Apakah kau yakin telah melakukan semua perintah dariku!?" Ucap, Zhang Jiangwu yang segera mengangkat lengan kanannya untuk dapat menampar Wajah Selir utama dengan sangat kuat.


"Saya... Uhh... Saya berani bersumpah atas nyawa saya sendiri, bahwa saya telah melakukan apa yang sudah Anda titahkan kepada saya, saya juga tidak tau mengapa Lin Yar an dapat hidup dan kembali ke Istana dengan keadaan baik-baik saja." Terlihat Selir utama tengah menjelaskan semuanya kepada Putra Mahkota, Wajahnya terlihat sangat kesakitan ketika disiksa oleh Putra Mahkota dengan sangat tidak berkemanusiaan.


"Lantas kau ingin berkata bahwa Lin Yar an memiliki sembilan nyawa begitu? Atau dia seorang Wanita yang tidak dapat dibunuh, begitu?! Selir Fengying, ingat siapakah dirimu ini, jangan harap aku bisa memperlakukan dirimu dengan baik, karena kau bagiku hanyalah seperti pakaian yang sewaktu-waktu bisa aku buang! Dasar tidak berguna!" Ucap, Putra Mahkota yang segera mendorong tubuh Selir Fengying dengan sangat kuat, lalu Putra Mahkota meninggalkan taman belakang Istana.


Melihat Putra Mahkota akan berjalan ke arahnya Selir Dongli dengan cepat berlari untuk dapat meninggalkan taman belakang Istana, Selir Fengying yang tengah berada didalam taman sendirian, sungguh merasa amat murka kepada Lin Yar an.


"Sial! Lin Yar an, kau harus membayar mahal atas perbuatanmu ini! Ahhh...! Teriak Selir Fengying yang segera mengangkat lengan kanannya untuk dapat memukul kuat sebuah Pohon hijau besar yang tengah berada disampingnya.