Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 45 ~ Kejutan.



Pangeran ke dua yang tampak sudah tidak mampu mengontrol emosinya lagi, dengan perasaan kesal ia segera berjalan untuk dapat memasuki ruangan Permaisuri Jia Li, dengan cepat ia mendobrak pintu yang tertutup rapat itu, terdengar suara keras, membuat Permaisuri Jia Li yang masih terduduk diatas kursi sambil menatap ke arah langit malam yang berada dibalik jendelanya terbelalak ia kemudian menoleh ke arah belakang dilihatnya Pangeran ke dua tengah menatap dirinya dengan sorot Mata tajam, Wajah emosi.


Permaisuri Jia Li dengan cepat segera ia bangkit dari duduknya, ditatapnya Pangeran ke dua dengan sorot Mata tertegun dan juga bingung.


"Zhuting! Apa-apaan kau ini?!" Kata, Permaisuri Jia Li yang terlihat begitu sangat amarah akan tindakan dari Putranya itu.


Pangeran ke dua yang terlihat begitu sangat kesal, dengan cepat ia berjalan untuk dapat menghampiri Permaisuri Jia Li, langkahnya begitu sangat cepat, lalu dengan segera ia menarik lengan kanan Permaisuri Jia Li dengan sangat kuat, dan hal itu membuat Permaisuri Jia Li merasa begitu sangat kesakitan.


"Ahh! Zhuting?! Apa yang telah kau lakukan?! Lepaskan?!" Ucap, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap kaku Wajah Pangeran ke dua yang tampak dingin dihadapannya.


"Dasar Jia Li sialan! Selama ini aku selalu mengabdikan diriku kepadamu! Aku tidak pernah sekalipun membantah semua perintah darimu! Tetapi apa?! Apakah ini balasanmu?! Apakah kau lupa Putramu bukan hanya Zhang Jiangwu!" Dengan sangat kuat Pangeran ke dua menggenggam lengan kanan Permaisuri Jia Li, saat itu ia masih berada dibawah pengaruh minuman keras, yang membuat dirinya tidak mampu mengontrol dirinya sendiri.


Permaisuri Jia Li yang terlihat sangat bingung akan semua perkataan yang telah diucapkan oleh Pangeran ke dua, membuat dirinya kembali bertanya sambil menunjukkan raut Wajah ketakutan dihadapan Putranya sendiri.


"Apa maksudmu?! Aku sungguh tidak mengerti! Mengapa kau tiba-tiba datang kemari dengan suasana membunuh seperti ini?!" Ucap, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah memperhatikan tubuh Pangeran ke dua dengan teliti.


"Gawat! Sebenarnya apa yang telah terjadi?! Zhuting memiliki tempramen yang sangat buruk layaknya Kaisar, aku harus berhati-hati, dan terlebih lagi tubuhnya mengeluarkan aroma arak yang begitu sangat kental!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat begitu sangat hati-hati dengan Pangeran ke dua.


"Cih... Masih berpura-pura bodoh ternyata?! Kau yang telah menyeretku untuk berhadapan dengan Lin bukan?! Dan kau juga yang berencana untuk memisahkan diriku dengan Nuan?! Agar Zhang Jiangwu Putra yang kau bangga-banggakan itu dapat bahagia! Lalu... Aku dan kedua adikku akan kau buang begitu saja! Dasar sampah!" Ucap, Pangeran ke dua yang sudah naik pitam, termakan hasutan dari Lu'er.


Permaisuri Jia Li yang saat itu begitu sangat tercengang akan perkataan dari Pangeran ke dua, membuat dirinya ingin sekali membalas semua perkataan dari Pangeran ke dua. Namun, saat ia ingin menyangkal setiap tuduhan yang diberikan oleh Pangeran ke dua kepada dirinya, dengan kasar Pangeran ke dua menarik lengan Permaisuri Jia Li dan melemparnya ke atas Kasur besar berwarna putih keemasan.


"A.. Aku...!" Ucap, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah ingin membalas perkataan dari Pangeran ke dua.


"Alah! Tidak perlu menyangkal lagi! Karena kau telah merusak hari baikku, maka kau harus membayarnya! Meskipun kau Ibuku, tetapi hari ini aku tidak pernah sudi mengakuimu sebagai Ibuku sendiri!" Ucap, Pangeran ke dua yang segera menarik pakaiannya dihadapan Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li yang begitu sangat tidak menyangka dengan apa yang akan dilakukan oleh Putranya sendiri kepada dirinya, membuat Permaisuri berbicara keras sambil mendorong tubuh kekar Pangeran ke dua dengan sangat kuat.


"Aku ini Bundamu! Zhuting sadarlah! Jangan lakukan hal semacam ini, jika tidak aku akan melaporkan semua tindakanmu ini terhadap Kaisar!" Kata, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah mendorong tubuh Pangeran ke dua dengan sangat kuat.


"Aku tidak perduli! Katakan saja semua tindakanku ini terhadap Kaisar bodoh itu! Tetapi ingat, Jia Li! Aku yakin jika Kaisar mengetahuinya maka posisimu pasti akan tergantikan!" Ucap, Pangeran ke dua yang segera menggenggam erat lengan kanan Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li menelan ludahnya dengan perlahan, ia sungguh sangat ketakutan ketika melihat kebuasan dari Pangeran ke dua.


Permaisuri Jia Li yang kehabisan tenaga, juga terlebih lagi tubuhnya tak mampu ia lepaskan dari cengkraman kuat Pangeran ke dua, sehingga pada malam itu, semua tampak begitu sangat gelap, rantai yang telah Permaisuri Jia Li miliki, kini malah mengingat kuat tubuhnya sendiri.


^°^


Sedangkan didalam Kamar Lu'er, terlihat ia tengah menatap ke arah cermin besar, ia begitu sangat penasaran akan bayangan dari sosok seorang Wanita yang berada didalam cermin itu.


"Mungkinkah sosok Wanita itu, ada kaitannya dengan masa lalu dari Lin Yar'an?! Siapa dia sebenarnya?! Dan mengapa ia menatapku dengan tatapan benci seperti itu?! Apakah dahulu, Lin pernah memiliki suatu masalah dengan seseorang?! Hmh..." Dalam benak Lu'er yang segera berjalan untuk dapat menuju jendela besar.


Lu'er terdiam, lalu ia segera mengamati sekeliling dilihatnya ada seekor Nyamuk besar yang tengah mendekati dirinya, Lu'er kemudian menundukkan kepalanya, perlahan ia menunjukkan senyuman licik saat menatap Nyamuk besar yang tengah hinggap dijari telunjuknya.


"Btw... Jika hanya seperti ini saja hukuman untuk mereka sepertinya itu sangat tidak adil, lalu... Mengapa aku tidak mencoba sekali lagi kekuatan pengendali Hewan ini? Hmh, si bodoh, si sampah, dan juga si idiot itu haruslah merasakan buah dari hasil kejahatan mereka!" Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah dingin.


"Hmh... Dimana anak buahmu, wahai Tuan Nyamuk?" ucap, Lu'er yang segera mengangkat lengannya ke atas, untuk dapat melihat jelas Nyamuk yang tengah hinggap dijarinya itu.


Nyamuk besar itu tampak tertegun ketika Lu'er tengah berbicara dengan dirinya, saat Nyamuk besar itu ingin meminum darah Lu'er, ia segera menoleh ke arah Lu'er dengan tatapan tak menyangka.


"Jangan gigit aku! Jika kau menuruti perkataanku, maka kau akan selamat, bahkan malam ini kau akan mendapatkan makanan yang sangat lezat sekali." Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menatap tajam ke arah Nyamuk besar itu.


Nyamuk itu hanya terdiam, seakan ia begitu sangat penasaran akan apa yang tengah Lu'er ucapkan.


"Apakah kau setuju?" kata, Lu'er yang terlihat sangat puas saat melihat sikap santun dari Tuan Nyamuk itu.


Tak lama kemudian Lu'er mendengar suara berisik dari arah luar, samping kirinya dilihatnya sudah ada segerombolan Nyamuk yang sangat besar tengah menatap dirinya. Lu'er begitu sangat tidak menyangka dengan apa yang telah terjadi.


"Oh Tuhan! Aku senang sekali." Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah licik saat menatap puluhan Nyamuk besar itu.


"Hmh, ternyata mereka adalah sekelompok orang yang hanya mampu bermain dengan cara kotor semacam ini! Sungguh jahat sekali, aku pernah bilang jika darah harus dibayar dengan darah! Maka kejahatan juga harus dibalas dengan kejahatan! Ini akan terlihat sangat adil!" Dalam benak Lu'er yang segera menatap ke arah luar jendela, angin berhembus dengan perlahan, sorot dari bola Mata hijau itu tampak sangat dingin dan mencekam.


Notes : Jahatnya Lu'er jangan ditiru^^ cantiknya aja yang semoga menular ke Kakak semua, kalau ada kritik jangan sungkan untuk coment ya^^ terima kasih.