
Lu'er yang berjalan ke arah Ruang bawah tanah, terlihat masih terus terlamun dalam ingatannya.
Saat sudah berada didepan Pintu Ruang bawah tanah, ia begitu sangat bingung ketika dilihatnya sudah berkerumun orang yang berada didalam Ruang bawah tanah. Suara gaduh yang berada didalam Ruangan itu membuat Lu'er tanpa rasa ragu untuk memasuki Ruangan itu.
Langkahnya cukup hati-hati, lalu dilihatnya Permaisuri Jia Li, Kaisar, Selir Dongli dan juga para Prajurit yang selalu menjaga Ruangan bawah tanah.
Selir Dongli yang saat itu tengah berada disamping Permaisuri Jia Li, karena mendengar suara langkah kaki seseorang dengan cepat dia memalingkan Wajahnya ke arah belakang. Dan dilihatnya Lu'er yang tengah berdiri diatas tangga.
"Ah... Lin?!" Kata, Selir Dongli yang segera memalingkan tubuhnya untuk dapat melihat diri Lu'er, yang berada diatas anak tangga.
Permaisuri Jia Li dan juga Kaisar Aximing dengan cepat memalingkan Wajah mereka untuk dapat melihat diri Lu'er yang tengah berada diatas tangga.
Lu'er terlihat sangat dingin ketika menatap Wajah ketiga orang yang saat itu juga sedang menatap Wajahnya.
"Hmmm, sebenarnya apa yang telah terjadi?! Ini terlihat sangat ganjil." Dalam benak Lu'er, lalu bola Matanya segera melirik ke arah samping tubuh Permaisuri Jia Li.
Dia melihat Selir Fengying yang sudah tergeletak tak bernyawa dengan kondisi yang begitu sangat tragis. Darah merah yang begitu sangat kental itu memenuhi tubuh Selir Fengying, kulit tubuhnya dapat terlihat oleh Lu'er. Penuh dengan sayatan benda tajam.
"Hah?! Siapa yang telah melakukan hal semacam itu kepada dirinya?!" Dalam benak Lu'er yang terlihat begitu sangat terkejut ketika melihat hal semacam itu.
Kemudian dia mulai menatap Wajah Permaisuri, Kaisar dan juga Selir Dongli. Tampak tatapan yang mereka berikan terlihat begitu sangat tajam kepada Lu'er.
"Apakah kau tau bahwa Selir Fengying telah dibunuh oleh seseorang? Dan sepertinya orang itu begitu sangat membenci dirinya!" Ucap, Selir Dongli yang terlihat tengah menatap Lu'er dengan raut Wajah curiga.
Lu'er yang mendengar perkataan semacam itu dari Selir Dongli, dia hanya terdiam dingin, kemudian Lu'er segera menjawab perkataan dari Selir Dongli kepada dirinya.
"Sepertinya begitu." Jawab, Lu'er dengan raut Wajah dingin dan cuek. Dia tampak tidak begitu perduli akan masalah semacam itu.
Selir Dongli yang melihat Lu'er begitu sangat tidak memperdulikan hal semacam itu membuat dirinya sedikit kesal. Lalu, dia segera tersenyum licik kepada Lu'er.
"Bukankah beberapa waktu lalu kau dan Selir Fengying bertengkar, bahkan kau sampai memberikan hukuman kepadanya?" kata, Selir Dongli yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan tatapan tajam.
Lu'er yang masih berdiri diatas tangga. Tatapan Matanya terlihat begitu sangat tajam dan dingin, ketika Selir Dongli berkata semacam itu kepada dirinya.
"Hmm... Sepertinya aku tengah dijadikan umpan, ya...." Dalam benak Lu'er yang masih memperhatikan Wajah Selir Dongli dengan dingin.
"Benar sekali, lantas apakah kau pikir akulah yang telah menghabisi nyawa dari Selir Fengying?" tanya, Lu'er yang masih menunjukkan raut Wajah dingin dihadapan Selir Dongli.
Kaisar dan juga Permaisuri Jia Li yang melihat sikap Lu'er, membuat mereka begitu sangat bingung. Permaisuri Jia Li terlihat begitu sangat dingin dan tajam ketika melihat diri Lu'er.
"Wanita ini? Mengapa dia masih mampu menunjukkan sikap yang sangat tenang ketika Selir Dongli tengah berkata seperti itu kepada dirinya?! Apakah... Dia bukan pelaku yang telah membunuh Fengying?!" Dalam benak Permaisuri Jia Li, kini dirinya begitu sangat bimbang akan sikap dari Lu'er.
Kaisar Aximing hanya terdiam dingin, tanpa berkata apapun dia tampak tengah memperhatikan Lu'er dengan serius.
Selir Dongli yang sudah terlihat sangat kesal. Tampak ia begitu sangat tidak ingin membiarkan Lu'er terlepas dari cengkeramannya.
"Hih... Wanita sialan! Kali ini aku tidak akan pernah membiarkan dirimu lolos begitu saja!" Dalam benak Selir Dongli yang terlihat begitu sangat kesal kepada Lu'er.
Dengan santainya Lu'er pun berjalan untuk dapat menuruni anak tangga. Lalu, dia mulai menghampiri Selir Dongli untuk dapat mendekatinya. Saat sudah saling bertatap Muka, Lu'er mulai menghentikan langkahnya. Dengan tatapan dingin, dia masih dapat tersenyum kecil dihadapan Selir Dongli, kemudian dia mulai berbicara kepada Wanita itu dengan tegas.
"Tidak, akan tetapi ada satu hal yang seharusnya kau garis bawahi, wahai Selir Dongli yang terhormat! Mungkin semua orang juga akan berpikir hal yang sama seperti dirimu, karena mereka hanya melihat ke arah satu sudut pandang saja. Akan tetapi semua orang tidak pernah tau seberapa banyak musuh yang dimiliki oleh Selir Fengying, bukan? Begitu pun juga dengan musuh yang aku miliki." Ucap, Lu'er dengan tegas. Bola Mata hijau itu terlihat begitu sangat tajam ketika tengah melihat Wajah dari Selir Dongli.
Selir Dongli tampak gugup ketika Lu'er berkata semacam itu kepada dirinya. Lalu dia mulai berbicara lagi kepada Lu'er.
"Kau benar sekali... Tetapi tidak mungkin bukan, jika yang melakukan hal seperti itu adalah orang luar? Karena Ruangan ini begitu sangat dijaga dengan ketat oleh Para Prajurit. Tidak mungkin mereka lalai saat dalam bekerja." Ucap, Selir Dongli dengan tegas kepada Lu'er.
Hal itu membuat Permaisuri Jia Li dan juga Kaisar semakin bingung. Namun, mereka juga tidak bisa meng-klaim bahwa pelaku yang membunuh Selir Fengying adalah Lu'er.
Lu'er kembali tersenyum ketika Selir Dongli berkata seperti itu kepada dirinya. Kemudian dia mulai melirik ke arah dua Prajurit yang tengah berdiri dibelakang tubuh Selir Dongli.
"Hmm... Kau benar sekali, jadi pelakunya adalah orang yang berada didalam Istana? Jika aku lihat, luka yang berada pada tubuh Selir Fengying ini bukan disebabkan dari benda tajam seperti Pedang, atau Pisau. Melainkan...." Lu'er dengan cepat berjalan untuk dapat menghampiri Selir Fengying yang berada didalam Penjara. Lalu, dia mulai memperhatikan jeruji besi dan juga luka dari Selir Fengying.
Selir Dongli kemudian memalingkan tubuhnya untuk dapat melihat apa yang akan dilakukan oleh Lu'er.
"Hm... Ini memang terlihat sudah lama terkunci... Hmm." Dalam benak Lu'er yang terlihat cukup bingung akan situasi semacam itu. Kemudian Lu'er melihat disamping tubuh Selir Fengying terdapat benang merah.
Lu'er mulai menyipitkan Matanya, lalu dia segera memalingkan tubuhnya untuk dapat melihat Selir Dongli kembali.
"Akana tetapi aku bukanlah orang yang suka menyimpan perasaan dendam!" Ucap, Lu'er dengan tegas lalu dia segera berjalan untuk dapat meninggalkan Ruang bawah tanah.
Saat Lu'er akan berlalu, Selir Dongli yang berada disamping Lu'er dengan cepat dia menarik Tangan kiri Lu'er dengan cukup kuat.
"Tidak bisa seperti itu! Aku lihat kau sama sekali tidak menyangkalnya, dan sebenarnya aku telah memiliki bukti bahwa kau adalah pelakunya!" Ucap, Selir Dongli dengan tegas kepada Lu'er.
Permaisuri Jia Li dan Kaisar terlihat begitu sangat terkejut ketika mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Selir Dongli.
"Bukti apa maksudmu, Dongli?!" Tanya Permaisuri Jia Li dengan raut Wajah bingung.
Selir Dongli tersenyum licik dihadapan Lu'er, lalu dia segera mengeluarkan Bross Kupu-Kupu dengan warna biru milik Lu'er.
"Ini, salah seorang Penjaga menemukan benda ini didalam ruangan ini. Dan dia langsung memberikannya kepada diriku! Bukankah ini adalah milikmu?" ucap, Selir Dongli yang segera mengeluarkan Bross Kupu-Kupu dengan warna biru didalam genggaman tangan kirinya.
Lu'er hanya terdiam saat melihat Bross itu tengah berada ditangan Selir Dongli.
"Aku cukup terkesan, akan tetapi pelaku yang sesungguhnya bukanlah diriku! Karena bagaimana mungkin aku bisa-bisanya melakukan kecerobohan seperti itu! Jika aku ingin untuk apa aku harus diam-diam begitu? Bukankah sebaiknya aku membunuhnya pada saat Kaisar mengizinkanku untuk memberikan hukuman kepadanya? Kau tadi sempat berkata padaku bahwa Penjaga tidak akan pernah lalai dalam pekerjaannya, jadi bagaimana mungkin aku dapat masuk secara diam-diam dan menghabisi nyawanya, kecuali... Mereka sudah ikut serta dalam masalah ini! Jika kau memiliki bukti maka aku juga memiliki buktinya!" Ucap, Lu'er dengan tegas kepada Selir Dongli.
Selir Dongli terlihat begitu sangat terkejut saat mendengar perkataan dari Lu'er. Tiba-tiba saja Wajahnya tampak gugup saat Lu'er berkata seperti itu kepada dirinya.
"Apa maksudmu ini! Bukti apa?!" Kata, Selir Dongli dengan raut Wajah gugup dihadapan Lu'er.
Lu'er tersenyum dingin saat melihat Selir Dongli yang tampak gugup dihadapannya.
"Ada apa Selir Dongli? Mengapa kau menjadi sangat berkeringat! Dan gugup seperti itu?! Apakah kau takut jika aku benar-benar dapat mengungkapkan siapa pelaku yang sesungguhnya?" ucap, Lu'er dengan bola Mata yang terlihat begitu sangat tajam ketika tengah menatap Wajah Selir Dongli.