
Sedangkan didalam Istana Kibo, tampak suasana tegang tengah menyelimuti Ruangan Kaisar, sedangkan Selir Fengying terlihat tengah begitu sangat ketakutan ketika berada disamping Putra Mahkota.
Raut Wajah yang ditunjukkan oleh semua orang yang berada didalam Ruangan Kaisar tampak suram, kaku dan mencekam, terlebih lagi Kaisar Aximing yang saat itu tengah duduk diatas Kursi besar.
"Jika bukan karena suara teriakanmu itu, mungkin saja Penjaga Istana tidak akan pernah menemukan keberadaanmu, dan Ular berbisa itu pasti sudah menjadikanmu sebagai santapannya, syukurlah hanya luka kecil, tetapi yang membuat diriku ini heran mengapa bisa kau berada dibelakang Kamar Putra Mahkota sendirian?" ucap, Kaisar Aximing yang terlihat begitu sangat curiga kepada Selir Fengying.
Putra Mahkota dan juga Permaisuri Jia Lin tampak tengah menunjukkan raut Wajah kecewa dan kesal terhadap Selir Fengying.
"Dasar Selir bodoh! Biasanya dia begitu sangat cerdik sekali, tetapi mengapa hari ini dia terlihat sangat bodoh!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah duduk disamping Kaisar Aximing.
"Pasti Selir Fengying begitu sangat ingin memberikan pelajaran kepada Lin, tetapi karena kebodohannya sendiri lihatlah sekarang dia malah menjadi bahan tertawaan semua orang!" Dalam benak Putra Mahkota yang terlihat begitu amat kecewa akan tindakan dari Selir Fengying.
Selir Fengying yang telah berganti pakaian, tampak tengah terdiam ketakutan, kini semua orang terlihat begitu sangat kesal terhadap dirinya, dan lagi kali ini ia harus berhasil melewati semua pertanyaan dari Kaisar Aximing.
"Mohon maaf Kaisar, sebenarnya saya melihat seseorang memasuki Kamar Permaisuri Lin Yar'an, karena saya amat curiga akhirnya saya putuskan untuk menyelidikinya sendiri, tetapi siapa sangka, saya malah digigit oleh sekelompok Lebah, dan hampir saja nyawa saya melayang akibat dua ekor Ular berbisa yang tiba-tiba saja mencul dihadapan saya." Ucap, Selir Fengying yang terlihat tengah berbicara tidak jujur terhadap Kaisar Aximing.
Semua orang yang tengah berada didalam Ruangan Kaisar tampak tertegun ketika mendengar pernyataan dari Selir Fengying. Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah menatap Wajah Selir Fengying dengan dingin terlihat begitu sangat tidak menyangka dengan apa yang baru saja dikatakan olehnya kepada Kaisar.
Kaisar Aximing kemudian segera menatap tajam Wajah Selir Fengying, dia terlihat begitu sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja dari Mulut Selir Fengying sendiri.
"Apa maksud dari perkataanmu itu Fengying?! Apakah kau memiliki bukti jika benar ada seseorang yang memasuki Kamar Lin Yar'an?!" Ucap, Kaisar Aximing yang terlihat begitu sangat tidak mempercayai perkataan dari Selir Fengying.
Selir Fengying yang terlihat begitu sangat cemas, karena ia telah menipu Kaisar Aximing membuat dirinya hampir tidak mampu berpikir lagi. Namun, disisi lain ia tidak mungkin berkata sejujurnya terhadap Kaisar Aximing.
"Sungguh saya tidak berdusta Kaisar, saya melihat dengan Mata Kepala saya sendiri bahwa ada seseorang yang secara diam-diam memasuki Kamar Permaisuri Lin." Jawab, Selir Fengying yang tengah berusaha untuk dapat meyakinkan Kaisar agar mampu mempercayai dirinya.
Permaisuri Jia Li dan juga Putra Mahkota yang memilih cara aman, mereka terlihat tidak mau tau akan masalah yang dibuat oleh Selir Fengying sendiri.
"Hmh... Dasar bodoh! Jika dugaanmu itu tidak benar maka dirimulah yang akan mendapatkan hukuman berat dari Kaisar!" Dalam benak Putra Mahkota yang terlihat hanya diam seribu bahasa.
Selir Fengying yang melihat Putra Mahkota dan juga Permaisuri Jia Li yang tidak ingin membantu dirinya, membuat posisinya kali itu benar-benar terpojok. Apalagi ketika telah melihat reaksi dari Kaisar Aximing semakin membuat dirinya merasakan ketakutan yang luar biasa.
"Pengawal! Panggil Lin Yar'an kemari! Cepat, laksanakan perintahku!" Ucap, Kaisar Aximing yang tampak begitu sangat murka dengan apa yang baru saja ia dengar dari Mulut Selir Fengying sendiri.
Beberapa Pengawal yang tengah berada didalam Istana Kaisar tanpa mengulur waktu mereka segera mengindahkan perintah yang sudah diberikan oleh Kaisar Aximing terhadap mereka.
Kaisar Aximing yang masih menatap dingin dan tajam Selir Fengying dengan perkataannya yang mampu membuat Selir Fengying semakin ketakutan adalah....
"Jika dugaanmu itu keliru, maka aku tidak akan segan menghukum dirimu dengan sangat berat!" Ucap, Kaisar Aximing dengan raut Wajah dingin dan tajam.
Seketika hal itu membuat degup jantung Selir Fengying semakin cepat, ia hanya mampu terdiam sesekali ia menundukkan pandangannya ke arah bawah.
°^°^
Sedangkan didalam Kamar Lu'er, tampak ia baru saja kembali dengan cepat ia berjalan untuk dapat menatap sebuah cermin besar dihadapannya, sambil merapikan pakaiannya. Ia terlihat begitu sangat heran mengapa ia tidak mendengar suara gaduh ataupun suasana yang tegang didalam Istana Kaisar.
"Seharusnya Selir itu sudah digigit oleh kedua Ular berbisa, hmh... Tetapi mengapa aku tidak mendengar suara keributan ya?" kata, Lu'er yang tengah menatap Wajahnya yang berada didalam cermin.
"Permaisuri Lin." Tak lama kemudian ketika Lu'er baru saja berhenti berbicara tiba-tiba datanglah dua orang Pengawal Istana Kibo yang menghampiri dirinya.
Hal itu membuat Lu'er terlihat sedikit bingung. Namun, karena ia malas untuk menerka-nerka dengan cepat ia segera menjawab perkataan dari kedua Pengawal yang tiba-tiba saja menghampiri dirinya.
Dengan sedikit melirik ke arah Pengawal itu Lu'er tampak sangat dingin, "Iya? Ada apa kalian datang kemari?" jawab, Lu'er yang segera memalingkan pandangannya lagi untuk dapat menatap Wajahnya yang berada didalam cermin.
"Kaisar Aximing ingin bertemu dengan Anda, dan Anda diminta untuk menemuinya sekarang juga didalam Ruangannya." Kata, salah Seorang Pengawal yang tengah berdiri dihadapan Lu'er.
Lu'er yang tengah menatap cermin, tampak raut Wajah bingung. Namun, karena ia tidak ingin terlalu banyak berpikir sehingga malah akan membuat Kaisar terlalu lama menunggu dirinya, dengan sikap tenang, dan juga dingin Lu'er segera membalas perkataan dari kedua Pengawal itu, sambil berjalan untuk dapat keluar dari dalam Kamarnya.
"Baiklah." Jawab, Lu'er yang sedikitpun tidak menunjukkan raut Wajah tegang ataupun cemas.
Hal itu membuat kedua Pengawal yang tengah berada disamping Lu'er merasakan hal aneh. Namun, mereka tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan yang tidak seharusnya mereka ketahui.
Sistem Dewi yang tengah berada disamping Lu'er terlihat ia tengah memperhatikan sikap dari kedua Pengawal itu, lalu dengan cepat ia berbicara kepada Lu'er.
"Kakak cantik, sepertinya akan ada masalah didalam Ruangan Kaisar Aximing?" ucap, Sistem Dewi yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan serius.
Lu'er yang sudah mendengar perkataan dari Sistem Dewi hanya terdiam tanpa berkata apapun kepada dirinya, dan saat Lu'er terdiam seperti itu membuat dirinya sangat ketakutan, sepertinya Lu'er memang sudah terlalu lama bersikap sabar kepada orang-orang itu, sehingga mereka dapat berbuat seenaknya kepada dirinya.
Raut Wajah yang terlihat dingin itu begitu sangat mengerikan aura yang dipancarkan oleh Lu'er dapat membuat siapapun akan ketakutan dibuatnya.