Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 64 ~ Melindungi?



Kaisar Aximing yang baru tersadar bahwa ditempat itu tidak adanya Zhang Jiangwu juga Pangeran Zhuting, membuat dirinya merasa penasaran, kemanakah gerangan perginya kedua Putranya itu. Saat Lu'er akan segera menjawab pertanyaan dari Ratu Fahrani, Kaisar Aximing kemudian bertanya kepada Istrinya Permaisuri Jia Li dengan tatapan tegas.


"Dimanakah Putra Mahkota juga Pangeran kedua? Wahai Permaisuri?" ucap, Kaisar Aximing yang terlihat tengah menatap Wajah Permaisuri Jia Li dengan tegas.


Lu'er yang masih berdiri dihadapan Ratu Fahrani, dengan cepat raut Wajahnya menunjukkan sebuah kecurigaan ketika ia mendengar perkataan dari Ratu Fahrani yang membuat Permaisuri Jia Li tampak tersinggung gugup.


"Mereka kembali ke dalam Istana Elpis Kaisar, karena Putra Mahkota memiliki tanggung jawab yang tinggi didalam Istananya, juga mengenai pekerjaan yang belum usai, memaksa dirinya harus segera kembali ke dalam Istana Elpis, jika Pangeran ke dua bukankah Anda sendiri tau bahwasanya Zhuting begitu amat setia terhadap Kakaknya sendiri, bukankah itu adalah sebuah hal yang wajar jikalau dia mengikuti Putra Mahkota?" jawab, Permaisuri Jia Li yang mencoba untuk menimbun rasa gugupnya dihadapan semua orang yang tengah berada ditempat itu.


Ratu Fahrani yang mendengar alasan semacam itu, membuat dirinya lagi-lagi tersenyum licik dihadapan Lu'er. Ketika itu Lu'er masih saja terdiam tanpa berkata sepatah katapun, akan tetapi didalam benaknya Lu'er tengah menilai bagaimana sifat sebenarnya dari Ratu Fahrani itu.


"Hmm... Sepertinya Fahrani ini begitu sangat ingin menyaksikan Permaisuri Jia Li terjerumus ke dalam sebuah masalah?!" Dalam benak Lu'er, tatapan Matanya masih begitu sangat dingin ketika ia tengah memandangi Wajah Ratu Fahrani.


"Menyelesaikan tugas? Apakah dia sudah lupa bahwa hari ini aku kembali? Apakah perkerjaan itu lebih penting daripada kedatanganku? Dan lagi Lin belum lama ini kembali ke dalam Istana bersama dengan kita semua, mengapa Putramu itu begitu sangat keras kepala sekali?!" Ucap, Kaisar Aximing yang terlihat sangat kesal saat menjawab perkataan dari Permaisuri Jia Li.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Kaisar, segera ia menatap diri Kaisar, kemudian Pangeran Xiuhuan yang tengah berada dibarisan paling ujung dengan cepat ia berbicara hal itu dia lakukan karena hanya ingin membuat Kaisar Aximing dan juga Raja Kaili melihat dirinya yang sedari tadi tengah berada dihadapan mereka.


"Bukankah Kaisar baru saja tiba, dan lagi tidak baik bukan berlama-lama diluar Istana, membiarkan tamu kehormatan berdiri terlalu lama." Timpal, Pangeran Xiuhuan yang segera memulai pembicaraannya. Kedua pasang Matanya terlihat begitu amat dingin saat menatap Wajah Raja Kaili.


Raja Kaili yang mendengar perkataan dari Pangeran Xiuhuan segera ia menoleh ke arah kiri untuk dapat melihat siapakah yang tengah menyela ucapan Kaisar Aximing itu.


Lu'er tertegun saat mendengar jawaban tengah yang diberikan oleh Pangeran Xiuhuan, sedikit ia melirik ke arah samping kiri untuk dapat melihat Pria itu.


"Aneh, mengapa Xiuhuan mencoba untuk melindungi orang yang telah berlaku kejam terhadap dirinya? Apakah dia lebih senang membereskan semua musuhnya dengan tangannya sendiri? Hmm... Xiuhuan sebenarnya seberapa tebal topeng yang kau miliki itu?!" Dalam benak Lu'er yang terlihat sedikit bingung akan apa yang baru saja Pangeran Xiuhuan lakukan.


Permaisuri Jia Li, dan kedua Putranya begitu sangat terkejut saat mereka mendengar perkataan dari Pangeran Xiuhuan. Saat itu Permaisuri Jia Li begitu amat resah, ia tidaklah tau apakah Kaisar Aximing akan mendengarkan perkataan dari Pangeran Xiuhuan atau tidak.


Kaisar Aximing yang tengah menatap Wajah Permaisuri Jia Li dengan dingin itu segera ia tersadar bahwasanya apa yang dikatakan oleh Pangeran Xiuhuan benar adanya. Dan lagi hal itu juga untuk menjaga martabatnya dihadapan Raja Kaili dan juga Ratu Fahrani.


"Berikan jalan untuk kami." Ucap, Kaisar Aximing yang terlihat begitu sangat tegas dalam berucap.


Permaisuri Jia Li tampak mampu sedikit bernapas lega, ketika ia mendengar jawaban dari Kaisar Aximing. Sungguh ia tidaklah menyangka hari ini nasibnya telah diselamatkan oleh Pangeran Xiuhuan.


Sedangkan Ratu Fahrani tampak sangat kesal saat dia mendengar jawaban dari Kaisar Aximing, sungguh ia begitu sangat tidak menyukai Pangeran Xiuhuan yang telah berkata semacam itu dihadapannya.


"Sial! Bukankah dia adalah Pangeran yang tidak berguna itu?! Sungguh tidak disangka dia berani menghalangi diriku!" Dalam benak Ratu Fahrani yang tengah menunjukkan raut Wajah tidak suka kepada Pangeran Xiuhuan.


Pangeran Xiuhuan kemudian tersenyum licik ketika dirinya melihat Wajah Ratu Fahrani yang tampak sangat kesal kepada dirinya itu.