
Permaisuri Jia Li yang memang tidak pernah menyukai Lin Yar'an sedari dulu, terlihat semakin kesal terhadap Putri tunggal dari Raja Kaili Kun, apalagi setelah ia dengar dari Putranya bahwa Lin Yar'an dengan beraninya melukai Putranya Minghao, hal itu membuat Permaisuri Jia Li semakin dirundung amarah.
"Sialan! Mengapa bisa seperti ini, ke-dua orang yang paling aku benci, bisa-bisanya menyerang keluargaku dengan begitu amat kejam! Apakah belum usai semua penderitaan yang telah mereka berikan kepada diriku! Lin Yar'an, Xiuhuan! Aku tidak akan pernah membiarkan kalian hidup dengan tenang didalam Istana ini! Kalian harus membayar mahal atas apa yang pernah terjadi kepada diriku pada masa kelam itu!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah mengepalkan kedua lengannya, sambil menunjukkan raut Wajah dingin dihadapan ke-empat Putranya.
Putra Mahkota yang melihat sikap dari Permaisuri Jia Li yang tidak lain adalah Ibunya sendiri, terlihat raut Wajah bingung yang tengah terpancar dari sepasang bola Mata cokelat itu.
"Hmh... Ternyata Ibunda Jia Li juga begitu amat tidak menyukai Lin Yar'an, heh... Memang benar sekali, Wanita lemah dan penyakitan seperti dirinya tidaklah pantas mendapatkan perhatian dari siapapun!" Dalam benak Putra Mahkota yang terlihat tengah menatap Wajah dari Permaisuri Jia Li.
^°^°
Malam yang gelap, dengan perlahan memunculkan awan putih yang menyelimuti langit, Lu'er yang tengah tertidur dengan sangat lelap, dengan perlahan ia menggerakkan selaput Matanya, bulu Mata hitam dan panjang terlihat tengah bergerak perlahan, tak lama kemudian terlihat sinar Mentari yang tengah memperlihatkan separuh tubuhnya diatas langit yang tertutup gumpalan awan putih yang terlihat seperti permen kapas itu.
Karena, sinar dari Mentari pagi yang begitu terang, dengan perlahan memasuki celah kamar Lu'er dari balik jendela yang tidak tertutup rapat itu sinar mentari bergerak mendekati Lu'er. Dia sedikit merasa terganggu akan sinar dari Mentari yang menyentuh Wajahnya dengan sangat lembut, sinar dari Mentari pagi begitu sangat hangat, dan hal itu membuat diri Lu'er enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya.
Tak lama kemudian Sistem Dewi, terlihat datang menemui Lu'er, ia terlihat begitu sangat senang ketika dapat kembali berjumpa dengan Lu'er, Sistem Dewi yang saat itu tengah berada disamping Lu'er dengan perlahan ia segera menatap diri Lu'er, sungguh terkejut Sistem Dewi ketika melihat seorang Wanita cantik yang kalah akan sinar Mentari.
"Ah?! Bagaimana ini bisa terjadi?! Seorang Wanita cantik seperti dirinya, harus dikalahkan oleh Mentari pagi, huh... Kakak cantik cepatlah bangun!! Hari sudah pagi, waktunya bangun." Ucap, Sistem Dewi yang terlihat tengah mencoba untuk membangun Lu'er yang saat itu masih tertidur dengan lelap.
Melihat tidak ada reaksi apapun dari Lu'er, Sistem Dewi tampak sedikit kebingungan harus menggunakan cara yang seperti apa agar ia dapat membangun Lu'er dengan mudah dan cepat.
"Kakak... Bukankah hari ini kau harus bersiap-siap untuk kembali ke Istana Kibo? Hei... Kaisar sudah menunggumu disana." Bujuk, Sistem Dewi yang terlihat tengah memutari tubuh Lu'er dengan melayang-layang dihadapannya.
"Berisik! Aku masih belum cukup puas beristirahat, jangan mengganggu hari indahku." Ucap, Lu'er yang segera memalingkan tubuhnya sambil menarik selimut besar berwana putih dengan corak ke-emasan.
Sistem Dewi yang tersentak akan sikap dari Lu'er membuat dirinya dengan segera memutar otak agar dia dapat dngan mudah membangunkan Lu'er.
"Hmh... Apa yang seharusnya aku lakukan?! Aha...." Kata, Sistem Dewi yang terlihat tengah merencanakan suatu hal kepada Lu'er.
Sistem Dewi kemudian mendekati telinga kanan Lu'er, dengan suara yang melengking Sistem Dewi berteriak didepan telinga Lu'er.
"Ada Buaya darat!" Teriak, Sistem Dewi yang terlihat tengah membangunkan Lu'er dengan caranya sendiri.
Lu'er yang tersentak akan suara nyaring dari Sistem Dewi membuat dirinya dengan sangat cepat mengangkat lengan kanannya dan memukul Wajah Sistem Dewi dengan sangat kuat, lalu sesegera mungkin Lu'er bangkit dari tidurnya, sambil memasang raut Wajah kesal tehadap Sistem Dewi.
"Ahhh... Sakit...! Dasar Kakak kejam! Saids, tidak berperasaan!" Teriak, Sistem Dewi yang terlihat memar dibagian Wajah sebelah kiri, dengan tampang teraniaya Sistem Dewi memarahi Lu'er.
"Iya, aku memang kejam! Jika kau berani berteriak lagi kepadaku maka aku tidak akan segan mencincang tubuhku, aku jadikan sup lalu aku hidangkan kepada para Buaya darat itu!" Bentak, Lu'er yang tengah menatap tajam Wajah dari Sistem Dewi.
Sistem Dewi yang mendengar perkataan dari Lu'er membuat dirinya tertegun, ia kemudian segera terdiam tak bersuara dihadapan Lu'er, Sistem Dewi yang tengah marah kepada Lu'er terlihat begitu sangat ciut ketika Lu'er berbalik untuk memarahinya.
"Curang! Mengapa selalu dia yang selalu menang! Mungkinkah benar Wanita itu selalu benar... Hiks." Dalam benak Sistem Dewi yang terlihat sedih dihadapan Lu'er.
Tak lama kemudian, datang dua orang Pelayan Istana Shulin yang segera memasuki Kamar Permaisuri Lin Yar'an. Mereka terlihat sangat gugup ketika berhadapan dengan Lu'er.
Lu'er yang tengah duduk diatas kasur, segera memalingkan Wajahnya untuk dapat menatap ke-dua orang Pelayan Wanita itu.
"Permaisuri, kami datang kemari untuk membantu Anda membersihkan diri, sebelum Anda kembali ke Istana Kaisar." Ucap, salah seorang pelayan Wanita yang tengah menundukkan kepalanya dihadapan Lu'er.
Lu'er tampak begitu amat dingin kepada dia orang Pelayan itu, sepasang Mata hijau itu terlihat tengah memperhatikan kedua Pelayan Shulin dengan tajam.
"Bukankah mereka masih satu geng dengan Pelayan tua dan Penjaga Istana itu?! Hmh... Biar aku lihat apa yang akan mereka lakukan kepadaku sekarang." Dalam benak Lu'er yang tengah memperhatikan ke-dua Pelayan Istana itu.
Lu'er dengan cepat bangkit dari duduknya, sambil berjalan untuk dapat mendekati ke-dua Pelayan Wanita itu, lalu ia segera menghentikan langkahnya ketika sudah berada dihadapan ke-dua Pelayan itu.
"Apa yang kalian tunggu! Cepat jalan!" Kata, Lu'er dengan nada bicara yang sedikit tinggi.
Ke-dua Pelayan itu tersentak ketika mendengar perkataan dari Lu'er, kemudian mereka segera memalingkan tubuh untuk dapat berjalan keluar dari dalam kamar Permaisuri Lin Yar'an. Lu'er yang tengah berada dibelakang Pelayan itu, terlihat senyuman licik menghiasi Wajahnya.
Sistem Dewi yang melihat ke-dua Pelayan itu tampak ketakutan membuatnya tertawa geli karena ulah dari Lu'er.
^°^°
Tak lama kemudian Lu'er segera memasuki tempat pemandian, dilihatnya sebuah kolam besar dengan air yang sangat jernih dan hangat. Lu'er dengan perlahan melepaskan pakaiannya lalu ia dengan segera memasukkan tubuhnya ke dalam kolam air panas itu.
Beberapa saat kemudian, terlihat Lu'er telah membersihkan tubuhnya, dan juga ia telah mengenakan sebuah gaun panjang dengan warna merah, lekuk tubuhnya terlihat begitu sangat jelas, tubuhnya yang ramping membuat gaun merah yang saat itu ia kenakan begitu amat cocok dan pas dengan tubuh Permaisuri Lin Yar'an.
"Ternyata dia memiliki bentuk tubuh yang sangat bagus." Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah memperhatikan dirinya dari balik cermin besar.
Dengan tiba-tiba semua Pelayan Wanita yang berada didalam Istana Shulin, kecuali Pelayan Zhu, terlihat tengah melayani Lu'er dengan hangat dan hati-hati.