Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 63 ~ Bencana.



Sedangkan saat itu Permaisuri Jia Li tengah menyambut kedatangan dari Kaisar, sungguh ia tidak menyangka Kaisar Aximing kembali ke Istana dengan membawa dua orang tamu yang amat dia benci. Permaisuri Jia Li terdiam dingin ketika melihat hal itu, raut Wajahnya tampak kesal saat mendapati orang yang paling ia benci mampu menginjakkan kaki dihadapannya.


"Hmm?! Mengapa Kaisar membawa kedua Manusia hina itu kemari?! Matipun aku tak sudi melihat Wajahnya yang sangat memuakkan itu! Sekarang apa lagi hei rencanamu?!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat begitu sangat tidak senang ketika melihat kehadiran Kaisar yang membawa tamu kebenciannya.


Lalu, Permaisuri Jia Li segera memalingkan pandangannya, dilihatnya Lu'er yang tengah berjalan menatap dirinya dari ujung Istana Kibo. Tampak Lu'er yang tengah menatap dingin ke arah halaman Istana.


"Bagus! Bagus sekali, tiga orang yang sangat aku benci kini tengah berada dihadapanku! Kini aku harus menjaga Mukaku dihadapan mereka!" Dalam benak Permaisuri Jia Li, lalu dia segera menatap kembali ke arah halaman Istana.


Terlihat Kaisar Aximing dan juga Raja Kaili yang tengah menuruni Kuda mereka, keduanya tampak begitu sangat akrab, Lu'er yang melihat hal semacam itu mulanya dibuat biasa saja. Tidak ada rasa curiga dalam dirinya terhadap kedua orang yang terlihat memiliki ikatan baik itu.


Pangeran ke lima, ke tiga dan ke empat, terlihat tengah berada disamping Permaisuri Jia Li. Sorot Mata yang diberikan oleh Pangeran Xiuhuan terlihat begitu amat dingin, ketika melihat Kaisar Aximing dan juga Raja Kaili, aura itu keluar begitu saja, tanpa adanya paksaan. Namun, masih terlihat Wajah dan juga sikap Pangeran Xiuhuan yang amat tenang dan damai.


Ratu Fahrani yang tengah berada didalam tandu, tampak tengah memandang ke arah dalam Istana, disana dilihatnya Permaisuri Jia Li yang sedang berdiri tegak bersama dengan para Putranya.


"Hmh." Dalam benak Ratu Fahrani yang terlihat sangat dingin ketika memandang Wajah Permaisuri Jia Li.


Lu'er kemudian segera melangkahkan kakinya untuk dapat menyambut kedatangan dari Kaisar Aximing. Ia berjalan dengan kedua Kaki jenjangnya, sebenarnya saat itu Lu'er merasakan kantuk yang amat berat. Namun, ia sadar hari ini tidak ada kesempatan bagi dirinya untuk bersantai.


"Hmm... Risih sekali mengenakan riasan yang sedikit tebal ini, tetapi tidak apalah, karena dengan riasan ini Wajah lesuku jadi tidak tampak." Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah menyentuh Wajahnya dengan lengan kiri.


Lu'er terdiam dingin saat melihat kehadiran dari Ayah dan juga Ibundanya. Saat itu terlihat Ratu Fahrani dan juga Raja Kaili tengah menaiki anak tangga, Raja Kaili tak sengaja menatap diri Lu'er. Sungguh dirinya dibuat terkejut, saat menatap sepasang Mata yang sangat dingin dan tajam ketika Lu'er menatap dirinya. Dengan cepat Raja Kaili memalingkan pandangannya, saat sudah berada didalam Istana Kibo. Kaisar Aximing segera menatap Wajah Lu'er, dengan nada bicara yang amat lembut ia berkata kepada dirinya.


"Apakah benar yang diucapkan oleh Fahrani, bahwa dia telah pulih dari penyakitnya? Hmm...." Dalam benak Raja Kaili yang terlihat sangat tidak menyangka itu.


"Lin Yar'an Putriku, aku kemari bersama dengan kedua orang tuamu, apakah kau senang? Sambutlah mereka, Nak." Perintah Kaisar Aximing yang tengah menatap Wajah Lu'er dengan senyuman manis.


Lu'er yang semula tengah terdiam dingin, kemudian dia segera melirik Wajah Raja Kaili dan juga Ratu Fahrani. Lalu, Lu'er merundukkan kepalanya dihadapan ketiga orang itu. Sambil memberikan salam hormat dihadapan mereka.


"Salam kepada Kaisar Aximing semoga Anda diberi umur yang panjang, salam kepada Ayah dan Ibu semoga kalian diberikan umur yang panjang, sungguh Lin tidaklah menyangka hari ini dapat berjumpa dengan Ayah dan Ibu berkat Kaisar, terima kasih Lin ucapkan." Kata, Lu'er yang tengah memberikan jawaban yang amat manis dan indah kepada Kaisar Aximing.


Kaisar Aximing yang melihat sikap Lu'er, tampak ia tersenyum manis saat mendengar setiap kalimat indah yang diucapkannya.


"Sungguh kau terlalu memujinya wahai Kaisar Aximing kawanku yang bijaksana, bukankah sudah seharusnya seorang Wanita berperilaku seperti ini, dan lagi itu hanyalah suatu penyakit biasa, mana mungkin tidak mampu tersembuhkan, lagipula aku sangatlah yakin kesembuhan Lin sepenuhnya berkat dirimu yang telah menjaga dan merawatnya dengan baik." Jawab, Raja Kaili yang tengah menatap diri Lu'er dengan tajam.


Kemudian, Lu'er mengangkat tubuhnya untuk dapat menatap Raja Kaili, tatapannya begitu amat dingin. Lagi-lagi Raja Kaili dibuat tertegun akan situasi semacam itu.


"Ada apa dengan dirinya?! Mengapa dia mampu menunjukkan sikap semacam ini dihadapanku?!" Dalam benak Raja Kaili yang tampak gugup karena melihat sikap dingin Lu'er.


"Hahaha... Kau ini, sedari dulu selalu saja seperti ini, apakah sulit mengakui bahwa Putrimu memanglah seorang Anak yang baik." Balas, Kaisar Aximing yang segera menatap diri Lu'er dengan terus tersenyum.


Lu'er yang mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Kaisar Aximing, membuat dirinya begitu amat curiga, kepada Pria tua yang tengah berada dihadapannya itu.


"Merawat Lin dengan baik katamu?! Hei sampah! Jika mereka merawat Putrimu dengan baik, mungkin saat ini aku tidak akan pernah berada disini untuk membalaskan setiap kejahatan yang telah kalian perbuat terhadap Lin! Hmh.. Sungguh manis sekali ucapan Kaisar Aximing ini, apakah aku tidak pantas untuk mencurigainya? Seperti apa yang aku sudah pikirkan sejak awal, semua orang yang berada dihadapanku, adalah sekelompok Manusia kotor dan hina, sungguh tidak lebih dari itu! Dalam benak Lu'er yang masih menunjukkan raut Wajah dingin dihadapan ketiga orang itu.


Permaisuri Jia Li tampak begitu sangat enggan menatap Wajah Ratu Fahrani, kemudian entah bagaimana Ratu Fahrani tiba-tiba saja berbicara kepada Lu'er, dan ucapannya itu mengandung masalah bagi Permaisuri Jia Li.


"Putriku Lin, apakah kau baik-baik saja, Nak? Apakah benar kau telah pulih dari penyakitmu itu?" ucap, Ratu Fahrani yang segera menyentuh kedua telapak tangan Lu'er.


Lu'er yang melihatnya kemudian segera menjawab tanya dari Ratu Fahrani. Dengan tegas dan jelas.


"Benar! Seperti apa yang telah dikatakan oleh Ayah, semua orang memiliki peran masing-masing dalam mengurus penyakit Lin ini, jadi Ibu tidak perlu risau." Jawab, Lu'er yang tengah menatap Wajah Ratu Fahrani dengan dingin itu.


Ratu Fahrani kemudian segera menunjukkan senyuman licik sambil menundukkan kepalanya dihadapan Lin.


"Lantas dimana Putra Mahkota Suamimu itu? Ibunda sungguh sangat ingin melihat dirinya." Ucap, Ratu Fahrani yang tengah mempersulit Permaisuri Jia Li dengan ucapannya itu.


Permaisuri Jia Li terkejut, ketika mendengar perkataan dari Ratu Fahrani. Raut Wajahnya berganti menjadi gugup dan sedikit panik.


"Sial! Mengapa dia dapat menyinggung Putra Mahkota! Ternyata begitu! Sejak awal mungkinkah setiap pergerakanku telah diawasi olehnya?!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah kesal dihadapan Ratu Fahrani.