
Lu'er terlihat sangat terkejut ketika melihat apa yang akan dilakukan oleh Pangeran Rui. Kemudian, dia melihat sebilah Pedang panjang yang sangat tajam tengah digenggaman oleh Pangeran Rui.
Pria aneh itu tampak kesal, saat melihat apa yang akan dilakukan oleh Pangeran Rui kepada dirinya kemudian dia menatap seseorang yang tengah berada dihadapannya. Pria itu kemudian melangkahkan kaki agar dapat berhadapan dengan Pangeran Rui.
Pangeran Rui tampak tengah menatap tajam Pria itu. Kini kedua orang itu telah saling berhadapan dengan aura membunuh yang sangat kental. Ketika Pedang milik Pria asing itu dia angkat dengan kilatan setengah lingkaran. Pangeran Rui kemudian meminta Lu'er agar tidak berada jauh dari jangkauannya.
"Tetaplah dibelakang diriku. Nona." Ucap, Pangeran Rui yang tampak begitu sangat serius saat dia berbicara semacam itu kepada Lu'er.
Lu'er menatap Pangeran Rui dengan tatapan bingung, lalu dia segera melihat lagi sekelompok orang aneh yang akan menyerang Pangeran Rui.
"Tidak aku tidak bisa berdiam diri saja seperti orang bodoh menyaksikan dia dikepung oleh orang-orang ini." Dalam benak Lu'er yang tampak enggan mendengarkan perintah dari Pangeran Rui.
"Tidak!" Ucap, Lu'er dengan tegas, kemudian dia berjalan agar dapat berada disamping Pangeran Rui.
Pangeran Rui tertegun ketika mendengar perkataan dari Lu'er. Lalu, dia segera memalingkan pandangannya ke arah samping kanan.
"Bukannya aku tidaklah mempercayai kemampuanmu Pangeran, akan tetapi akulah yang telah memulai masalah ini, kau tidaklah sendiri, aku lebih baik terluka daripada diam saja ketika melihat orang lain menyelamatkan diriku! Dan lagi, aku cukup terkesan akan ucapanmu itu, tenanglah aku tidak akan pernah membebani dirimu! Mari kita selesaikan ini dengan cepat." Kata, Lu'er yang terlihat tengah menatap tajam sekelompok orang yang sangat aneh dan cukup menyeramkan itu.
Pangeran Rui tersenyum tipis saat mendengar perkataan dari Lu'er.
"Tidak seharusnya aku meremehkan dia." Didalam benak Pangeran Rui, lalu dia segera mengangkat Pedangnya, hingga ujung Pedang yang ia genggaman itu menatap Wajah langit malam.
Angin malam seakan tengah bertarung, suara gemuruh itu terdengar semakin kencang, dari atas Kepala mereka. Saat melihat kekuatan dari Pedang Pangeran Rui, salah seorang yang tengah berada dihadapan Pangeran Rui mengangkat alis kirinya, kemudian diapun juga mengeluarkan kekuatan yang cukup besar, dengan sinar merah yang mampu membuat kabut yang sangat gelap. Tidak ada satupun orang yang dapat lepas dari kabut merah itu.
Bahkan Lu'er pun merasa demikian, kini pandangannya mulai kabur, terasa sangat pedih di Matanya.
"Sial, apakah ini kekuatan yang dimilikinya? Sungguh bukanlah Musuh yang mudah untuk dihadapi! Jika Pengawalnya saja memiliki kekuatan sehebat ini, bagaimana dengan Ratunya! Huh, Lu'er kau harus tetap berhati-hati." Dalam benak Lu'er yang tengah mengangkat Lengan kanannya untuk dapat menutupi Wajahnya agar kabut itu tidak semakin melukai dirinya.
Ketika Lu'er tengah mencoba untuk keluar dari kabut itu, tiba-tiba saja dia merasakan aura yang sangat dingin dari belakang tubuhnya. Sesegera mungkin Lu'er memalingkan tubuhnya, Lengan kanannya segera memasuki Lengan baju kiri Lu'er. Secepat mungkin Lu'er menggunakan racun dari Bunga Si untuk cepat menyerang seseorang yang saat itu tengah berada dibelakang tubuhnya.
Orang itu terkejut saat dia melihat Lu'er dengan sigapnya menyerang dirinya. Padahal dia sudah berjalan dengan sangat hati-hati, dan lagi saat itu Lu'er tengah berada didalam pengaruh kabut gelap milik salah satu temannya.
"Mengapa dia dapat mengetahui pergerakanku?! Wanita ini Siapakah dia sebenarnya?!" Dalam benak orang itu yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan sangat bingung.
Lu'er terdiam dingin ketika ia menatap orang itu. Kemudian, Lu'er segera meminta kepada Ular Batu merah untuk keluar dari dalam persembunyiannya.
"Kesempatan, dia saat ini tengah terpaku melihat diriku! Semoga kau adalah Hewan yang dapat memberikan diriku sebuah keberuntungan! Aku membutuhkan dirimu!" Dalam benak Lu'er yang segera mengangkat Lengan kanannya.
Orang itu mungkin dapat menghindar dari serangan Lu'er. Namun, karena dia yang kurang pokus, sehingga mampu memberikan Lu'er peluang besar.
Wajah tertegun ketika melihat Ular yang cukup besar tengah melayang dihadapannya. Tak dapat menghindari Ular itu, kemudian, Ular Batu merah menggigit Lengan kanan dari orang itu.
"Arh..." Terdengar suara teriakan yang cukup keras dari Mulutnya. Lalu dia segera mencoba untuk dapat melepaskan Ular Batu merah yang tengah menggigit Lengannya dengan sangat kuat.
Saat itu juga orang itu mengeluarkan Pedang dari dalam Pakaiannya. Tampaknya ia begitu sangat ingin membunuh Ular Batu merah dengan Pedang yang ia miliki. Kekuatan yang dihasilkan dari Pedang miliknya pun cukup besar. Karena Lu'er begitu sangat khawatir orang itu akan melukai Ular Batu merah miliknya.
Dengan cepat Lu'er berlari, dengan cepat ke arah orang itu. Kemudian, Lu'er menendang dadanya dengan sangat kuat. Dan menampar Wajahnya dengan menggunakan Kaki kiri sambil memutarkan tubuhnya ke belakang.
Karena tamparan yang sangat keras itu, kini membuat penutup kepala yang dia kenakan terjatuh. Rambut berwarna cokelat segera menyentuh Pundaknya. Lu'er tampak tidak menyangka ternyata dia adalah seorang Wanita.
Ular Batu merah kemudian segera kembali kepada Lu'er.
"Kau tau, Ular Batu merah memiliki racun yang sangat mematikan. Jika tidak segera diobati, aku sungguh tidak ingin melihat jasadmu masih berada disini!" Ucap, Lu'er dengan tegas. Raut Wajahnya tampak dingin dan mengerikan.
Lalu, Wanita itu tersenyum licik kepada Lu'er. Dia sungguh sangat meremehkan kemampuan Lu'er.
"Sombong sekali dirimu! Kau pikir dengan mainan seperti itu mampu membuat diriku kalah?! Heh... Simpan saja kesombongan itu, karena tidak lama lagi kau akan menjadi menu utama untuk Ratuku!" Ucapnya, yang segera menyentuh Lengan kanannya dengan kuat. Karena rasa sakit yang diberikan oleh Ular Batu merah.
Tidak lama kemudian Sistem Dewi muncul dengan tiba-tiba disamping Lu'er, dilihatnya ada seseorang yang akan melukai Majikannya.
"Huh? Baru saja aku menghilang dan kini kau telah berada dalam masalah?" kata, Sistem Dewi yang terlihat cukup penasaran akan apa yang baru saja Lu'er lakukan, tanpa adanya dirinya.
"Hei, bung! Apakah saat ini kau melihat diriku yang sedang tertindas?" kata, Lu'er dengan suara lirih. Nada bicaranya tampak pasti saat kembali bertanya kepada Sistem Dewi.
Sistem Dewi tersenyum puas saat mendengar perkataan dari Lu'er. Kemudian dia segera berbisik sebelum akhirnya dia pergi kembali dari hadapan Lu'er.
"Hm... Aku datang sepertinya tidak ada gunanya disini? Akan tetapi, aku ingin melihat bagaimana Majikanku ini membereskan mereka! Dan, satu hal lagi. Kau dapat memanggil seluruh Hewan yang berada didalam hutan ini, bagaimana menakjubkan tidak kekuatan yang aku berikan kepadamu ini?" ucap, Sistem Dewi dengan perasaan bangga.
Lu'er terkejut saat mendengar ucapan Sistem Dewi dia sungguh tidaklah menyangka akan mendapatkan kabar sebaik ini.
"Bagus!" Ucap, Lu'er dengan raut Wajah dingin dan aura membunuh yang sangat kental.