Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 08 ~ Tidak Mudah Ditindas.



"Sial, sejak kapan Wanita ini memiliki keberanian yang sangat besar sehingga mampu untuk menentang diriku?!" Pangeran ke-tiga terlihat tengah menatap tajam Wajah Lu'er, tampaknya Pangeran ke-tiga sangat tidak nyaman akan perkataan yang telah Lu'er berikan kepadanya.


"Lin Yar'an, lihatlah baik-baik sedang berada dimana kau saat ini, apakah menurutmu aku tidak berani bertindak kasar kepadamu, hanya karena Kaisar begitu sangat mendukungmu?" Pangeran ke-tiga segera bangkit dari tempat duduk sambil mengangkat lengan kanannya untuk dapat menggenggam sebuah cangkir yang berisikan teh panas.


Pangeran ke-tiga kemudian berjalan untuk dapat menghampiri Lu'er. Yang saat itu tengah berdiri dihadapannya, Lu'er melirik tajam Pangeran ke-tiga ia terus memperhatikan setiap langkah kakinya.


"Kakak, apa yang akan dilakukan oleh Pangeran ke-tiga? Apakah dia akan menyirammu menggunakan teh panas itu?" ucap, Sistem Dewi yang tengah menatap tajam pergerakan dari Pangeran ke-tiga.


Lu'er hanya terdiam tanpa berkata sepatah katapun, sejujurnya ia sudah menduga sejak awal apa yang akan dilakukan oleh sekelompok Pria itu kepada dirinya, dia hanya perlu menunggu dimana akan tiba pada saat yang tepat untuk membuat sekelompok Pria hina itu tidak dapat berkutik lagi.


Lu'er kemudian membuang pandangannya dan beralih untuk dapat melihat setiap orang yang hanya terdiam ketika melihat dirinya diperlukan begitu sangat buruk oleh para Pangeran.


"Lin Yar'an, seorang Putri lemah yang berharap dapat bersanding dengan Kakakku sang Putra Mahkota? Heh, mimpi saja kau! Kau itu lebih layak jika disandingkan dengan dia!" Dengan cepat pandangan Pangeran ke-tiga berbalik ke arah samping kiri, sambil menunjuk Pangeran ke-lima yang tengah duduk diatas Kursi panjang dengan nuansa merah tua.


Pangeran ke-lima hanya terdiam ketika melihat tindakan dari Kakaknya Minghao, bola Mata biru tua yang sangat sejuk ketika orang lain menatap Matanya dengan sangat dalam, akan terpancar suasana damai, raut Wajah Pangeran ke-lima terlihat begitu sangat menyejukkan tidak terlihat dia adalah seorang Pangeran kejam seperti Kakak-kakaknya.


Lu'er yang segera menatap ke arah Pangeran ke-lima tampak sangat curiga dengan situasi semacam itu, mereka terlihat sangat tidak akur, raut Wajah Pangeran ke-lima pun berbeda dibandingkan dengan ke-empat Kakak laki-lakinya, ia terlihat lebih tenang dan sangat pendiam, seperti seorang anak lelaki yang tidak mampu melawan.


"Xiuhuan, dan kau Lin Yar'an kalian sungguh sangat pantas jika disandingkan, satunya seorang Wanita yang lemah dan penyakitan, satu lagi seorang Anak haram, yang bodoh!" Ucap, Minghao yang tengah menatap Wajah Pangeran ke-lima dengan sangat tajam.


"Anak haram?! Hmh... Pantas saja Pangeran ke-lima ini sangat pendiam sekali, jadi itu masalahnya." Dalam benak Lu'er yang terlihat masih memperhatikan Pangeran ke-lima yang hanya terdiam ketika Minghao menyudutkan dirinya.


"Apakah kalian hanya bisa merendahkan orang lain saja? Apakah hanya itu kemampuan yang kalian miliki? Jika benar begitu sungguh sangat disayangkan sekali, mereka yang hanya menggunakan Mulutnya akan kalah dengan mereka yang menggunakan akalnya, atau mungkin kalian sudah tidak memiliki akal untuk dapat berpikir dengan benar? Didalam pikiran kalian hanya ada kesenangan, kesenangan dan kesenangan, pantas kalian sangat bodoh!" Balas Lu'er yang segera menatap tajam Wajah Pangeran ke-tiga, sepasang bola Mata hijau besar terlihat sangat dingin ketika ditujukan kepada Pangeran ke-tiga.


Pangeran ke-tiga sungguh merasa sangat murka dengan apa yang telah Lu'er katakan, cangkir berisikan teh yang masih panas ia siramkan pada tubuh Lu'er dengan amarah yang sudah memuncak, sambil berkata-kata dengan kasar Pangeran ke-tiga melakukan hal itu kepada Lu'er.


"Sialan, sungguh tidak tau diri sekali," lengan yang ia ayunkan sungguh terlihat sangat sembarangan, seperti orang yang sudah mendapatkan penghargaan menjadi seorang Pria penindas.


Sistem Dewi yang melihat teh panas akan segera mendarat pada tubuh Lu'er tampak ia sangat bingung, ia tidak dapat membantu Lu'er saat ini, karena Lu'er belum menjalankan misinya dengan sempurna.


"Gawat! Kakak, menghindarlah." Pinta Sistem Dewi yang terlihat sangat cemas dengan keadaan Lu'er saat itu.


Lu'er tau apa yang harus ia lakukan, dengan perlahan ia menghindari teh panas itu ketika akan membasahi tubuhnya, Lu'er kemudian melirik ke arah teh panas yang telah tumpah diatas lantai dengan uap panas yang masih terlihat. Lalu ia kembali menatap Wajah Pangeran ke-tiga dengan tatapan dingin dan tajam, Lu'er kemudian mencengkeram erat lengan kanan Pangeran ke-tiga, sampai membuat cangkir yang Pangeran ke-tiga tengah genggaman terlepas dan jatuh diatas lantai.


"Jika kau masih menyayangi lenganmu ini, sebaiknya jagalah sikapmu!" Ucap, Lu'er yang tengah menggenggam sangat kuat pergelangan tangan Pangeran ke-tiga.


Pangeran ke-tiga merasa sangat kesakitan ketika lengannya dipelintir oleh Lu'er, terlihat Lu'er begitu sangat kasar kepada Pangeran ke-tiga, bahkan ia tidak segan untuk menekan lebih kuat lagi agar Pangeran ke-tiga paham siapa orang yang tengah ia tantang itu.