Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 46 ~ Berulah.



Malam hari itu didalam ruangan pribadi Putra Mahkota, terlihat ia tengah duduk diatas Kursi besar berwarna cokelat, tampak Putra Mahkota begitu sangat senang karena apa yang telah ia rencanakan ia pikir sudah berjalan dengan semestinya.


Saat Putra Mahkota tengah tersenyum sendiri didalam ruangannya itu, ia tampak dikejutkan akan suara dengung yang begitu sangat berisik sekali dari arah samping kirinya, Putra Mahkota dengan cepat menoleh ke arah kiri, dengan raut Wajah yang tampak sangat kesal.


"Suara apa itu?!" Ucap, Putra Mahkota yang terlihat tengah menoleh ke arah samping kiri dengan tatapan yang sangat tajam.


Sungguh Zhang Jiangwu sangat tertegun, Matanya terbelalak lebar, raut Wajahnya dengan seketika kaku, saat melihat sekelompok Hewan kecil tak bertulang penghisap darah itu menari-nari dihadapannya, dengan sorot dari bola Mata merah yang amat mengerikan.


"Da.. Da.. Dari... Mana... Datangnya Hewan ini?!" Zhang Jiangwu terlihat tak mampu memperjelas ucapannya, karena rasa gugup itu seakan telah menahan dirinya.


Zhang Jiangwu kemudian segera bangkit dari duduknya dengan sangat cepat, ia berjalan mundur untuk dapat menghindari sekumpulan Nyamuk itu. Namun, pasukan Hewan kecil itu terlihat begitu sangat menantang Zhang Jiangwu, tanpa rasa takut mereka segera berlomba-lomba untuk dapat menyicipi makan malam yang sangat nikmat itu.


"Tidak... Jangan mendekat!" Teriak Zhang Jiangwu yang terlihat tak mampu menghindari Nyamuk itu lagi, sehingga kini tubuh Zhang Jiangwu harus sudah siap menjadi bulan-bulanan para Nyamuk kelaparan itu.



Sedangkan didalam Kamar, terlihat Lu'er tengah merenung sambil terus menatap ke arah cermin besar yang berada dihadapannya. Ia terus saja memperhatikan dirinya yang tengah berada didalam cermin. Lu'er sungguh menantikan dimana ia akan berjumpa lagi dengan sosok misterius itu.


Tak lama kemudian Sistem Dewi tiba-tiba saja muncul dihadapannya dan hal itu begitu sangat membuat dirinya terkejut, apalagi saat melihat kepala licin berwarna biru itu, membuat Lu'er berpikir dia adalah hantu tanpa tubuh.


"Ahhh!" Kata, Lu'er yang segera mengangkat lengan kanannya, lalu ia memukul Wajah Sistem Dewi dengan sangat keras, karena ia telah membuat Lu'er terkejut.


Sistem Dewi yang lagi-lagi terkena pukulan dari Lu'er, membuat dirinya merasa sangat tidak beruntung.


"Aduh... Sungguh menyedihkan jika harus hidup bersama si ringan tangan ini, huhu." Ucap, Sistem Dewi yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah kasihan dihadapan Lu'er.


Lu'er yang melihat Sistem Dewi yang tiba-tiba saja datang, membuat dirinya dengan cepat menunjukkan raut Wajah kesal penuh amarah kepada Sistem Dewi.


"Mengapa baru datang sekarang?! Apakah kau tau beberapa menit yang lalu aku hampir saja menjadi gadis, tapi bukan perawan?!" Ucap, Lu'er dengan raut Wajah kesal dihadapan Sistem Dewi.


Sistem Dewi yang melihat kemarahan level tiga milik Lu'er, membuat dirinya begitu sangat hati-hati dalam bertindak dan juga berucap. Lalu karena ingin mencairkan suasana Sistem Dewi sedikit menggoda Lu'er dengan tatapan nakalnya.


"Ish.. Bukankah Kakak cantik ini memang sudah bukan gadis lagi? Kau itu sudah menjadi Istri dari Putra Mahkota, dan lagi... Bukankah adegan ciuman dengan Pangeran Xiuhuan itu begitu sangat menggairahkan, apakah benar kau begitu sangat tidak menikmatinya?" Kata, Sistem Dewi yang terlihat tengah mendekati diri Lu'er, sambil menunjukkan raut Wajah nakal.


Lu'er yang melihat sikap dari Sistem Dewi ingin sekali ia berubah menjadi Naga api untuk dapat membakar hidup-hidup Sistem Dewi itu tanpa tersisa.


"Aku ini memanglah masih gadis bodoh! Sejak kapan aku telah menikahi seorang Pria tengik seperti si sampah itu?! Jika kau tau aku tengah mengalami kesulitan mengapa kau tidak segera datang untuk mencegahnya?!" Ucap, Lu'er yang terlihat begitu sangat murka dihadapan Sistem Dewi.


"Mana mungkin aku sanggup untuk mengganggu adegan yang sangat panas itu, lagipula dari hal sekecil itu aku sudah dapat menyimpulkan bahwa Pangeran Xiuhuan itu tidak benar-benar bodoh." Kata, Sistem Dewi yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan penuh keyakinan.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Sistem Dewi membuat dirinya terdiam, sambil memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Sistem Dewi itu kepada dirinya.


"Hmh... Jika diingat kembali, mengapa aku bisa sangat kebetulan bertemu dengan Xiuhuan dibelakang taman? Dan lagi... Saat ia mencium... Huss, Lu'er jangan pikirkan adegan yang itu, blurr... Harus diblurr dalam pikiranmu, ingat saja kejadian yang pada saat dia memberikan buah yang sangat manis dari dalam Mulutnya, iya... Buah itu berada didalam Mulutnya?!" Dalam benak Lu'er yang terlihat ia tengah merenung sambil menatap ke arah atas.


Tak lama kemudian Wajahnya berganti menjadi merah, ia begitu sangat tidak menyangka dirinya bukan hanya berciuman dengan begitu sangat panas bersama Pangeran Xiuhuan. Namun, ia juga memakan sesuatu yang berasal dari dalam Mulut Pangeran Xiuhuan.


"Hiiiih... Hueek...." Ucap, Lu'er yang segera mual, tubuhnya tampak bergetar karena sangat jijik.


Sistem Dewi yang melihat Lu'er tengah mual-mual dihadapannya membuat dirinya merasa sangat bingung, lalu dengan tampang polos Sistem Dewi sedikit sembrono dalam berucap kepada Lu'er.


"Astaga?! Bukankah kalian hanya berciuman dengan sangat panas saja, mengapa begitu cepat sekali kau ini mengandung?! Sungguh luar biasa Pangeran Xiuhuan, aku sungguh takjub akan keahliannya." Kata, Sistem Dewi yang terlihat begitu sangat tertegun. Namun juga ia sangat senang karena ternyata Pangeran Xiuhuan begitu sangat luar biasa.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Sistem Dewi dengan segera ia menoleh ke arah kanan untuk dapat menatap Wajah bulat biru yang sangat menjengkelkan itu. Raut Wajahnya tampak dingin dan mengerikan sudah seperti Macan yang siap untuk menerkam. Sistem Dewi yang tersentak akan raut Wajah Lu'er membuat dirinya mati kutu dihadapan Lu'er, ia hanya mampu tersenyum paksa saat Lu'er menatap dirinya dengan sangat tajam.


"Sepertinya aku harus pergi... Hari sudah sangat larut, aku rasa kau perlu beristirahat, selamat malam Kakak cantik...." Dengan segera Sistem Dewi membalikkan tubuhnya dihadapan Lu'er untuk dapat menghindari Lu'er yang tengah murka kepada dirinya.


Dengan cepat Lu'er mengangkat lengan kanannya lalu ia menerkam tubuh mungil Sistem Dewi dengan sangat kuat sehingga mahluk kecil itu tidak dapat kabur begitu saja dari dirinya.


"Sepertinya aku begitu sangat membutuhkan hiburan, sebelum aku tertidur! Jadi bagaimana jika kita melakukan sesuatu yang sangat mengasikkan!" Ucap, Lu'er yang terlihat begitu sangat dingin saat ia menatap tubuh mungil Sistem Dewi.


Sistem Dewi yang terkejut akan perkataan dari Lu'er, terlihat ia tengah bermandikan air asin yang membasahi dirinya, raut Wajahnya tampak ketakutan saat mendengar perkataan dari Lu'er.


"Tidak!! Aku masih ingin menjadi Pria yang perjaka! Tolong jangan lakukan itu....!" Teriak Sistem Dewi yang tengah menunjukkan raut Wajah ketakutan.


"Untuk apa bermain denganmu! Seribu kali pun aku tidak akan pernah merasa puas! Pernah dengar sup bola biru belum? Jika masih asing ditelinga maka akan aku tunjukkan seperti apa sup itu!!" Balas, Lu'er yang terlihat tengah mencengkram kuat tubuh Sistem Dewi.


"Ti... Ti... Tidak...!!" Teriak Sistem Dewi dengan suara keras, yang sampai membuat Lu'er sakit kepala.


Telinga yang hampir tuli itu, segera Lu'er selamatkan, dengan cepat ia melepaskan cengkramannya, lalu ia menutup kedua telinganya dengan lengannya. Sistem Dewi yang sudah terlepas sesegera mungkin ia pergi untuk dapat meninggalkan Lu'er sendirian.


"Sial! Sistem sialan, cepat kembali!!" Teriak Lu'er dengan perasaan kesal dalam dirinya.