Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 26 ~ Hukum Karma.



Sedangkan didalam ruang kerja Raja Kaili, tampak ia tengah duduk diatas kursi besar dengan warna biru, terlihat Raja Kaili tengah bermesraan dengan seorang Wanita yang saat itu tengah duduk diatas pangkuannya.


Ratu Fahrani yang saat itu akan memasuki ruangan kerja dari Raja Kaili, ia dikejutkan dengan dua orang Penjaga gerbang yang berbicara dengan dirinya, sambil menghalangi langkahnya.


"Anda dilarang masuk Permaisuri, Raja Kaili begitu sangat sibuk." Ucap, salah seorang Penjaga Istana yang terlihat tengah menghalangi Ratu Fahrani untuk dapat masuk ke dalam ruangan Raja Kaili.


Ratu Fahrani yang mendengar perkataan dari Penjaga Istana, membuat dirinya merasa amat kesal, dengan perasaan marah Ratu Fahrani segera membalas perkataan dari Penjaga Istana itu dengan suara yang cukup keras.


"Apa hak kalian menghalangi diriku untuk dapat bertemu dengan Raja?! Aku ini Istrinya! Memangnya sesibuk apa Raja sehingga ia terlihat begitu sangat tidak ingin diganggu?! Minggir kalian!" Kata, Ratu Fahrani yang terlihat tengah memaksa untuk dapat masuk ke dalam ruangan Raja Kaili.


Raja Kaili yang tengah bermesraan dengan seorang Wanita, kemudian mereka tertegun karena suara gaduh yang disebabkan oleh Ratu Fahrani.


"Hmh... Raja, diluar ada Permaisuri... Bagaimana ini?!" Kata, Wanita cantik itu yang terlihat begitu sangat resah jika Ratu Fahrani sampai mengetahui kelakuannya dengan Raja Kaili disiang bolong.


"Tidak perlu menghawatirkan hal semacam itu, memangnya bisa apa Ratu, aku begitu sangat ingin menikmati tubuhmu yang indah ini." Balas, Raja Kaili yang terlihat begitu sangat antusias ketika menjelajahi tubuh dari Wanita cantik itu.


"Ah Raja... Ternyata kau ini sangat nakal." Ucap, manja dari Wanita cantik untuk dapat melayani Raja Kaili.


Penjaga Istana yang tertegun ketika mendengar perkataan dari Ratu Fahrani dan dia selalu mencoba untuk memasuki ruangan Raja secara paksa, membuat Penjaga Istana itu tampak bingung, apa yang harus ia perbuat saat itu, Ratu Fahrani yang terlihat begitu sangat tidak sabaran dengan ke-dua lengannya ia mendorong tubuh salah satu Penjaga Istana dan ia segera menarik Pintu besar dengan sangat kuat untuk dapat menerobos masuk ke dalam ruang kerja Raja Kaili.


"Raja apa-apaan ini?! Jadi ini arti dari sibuk yang dikatakan oleh Penjaga Istana, main gila dibelakangku dengan seorang Wanita murahan! Kurang ajar! Kau Wanita sialan!" Bentak, Ratu Fahrani dengan perasaan murka, lengan kanannya dengan cepat melayang ke arah Wanita yang tengah melayani Raja Kaili.


Wanita itu terlihat begitu sangat ketakutan, dia hanya mampu bersembunyi didalam dekapan Raja Kaili, Raja Kaili yang melihat Ratu Fahrani akan mencelakai Wanitanya, membuat dirinya dengan cepat bangkit dari duduknya dan segera berdiri dihadapan Raru Fahrani untik dapat menggenggam kuat lengan Ratu Fahrani sambil menunjukkan raut Wajah dingin dan juga kesal.


"Hentikan! Kau pikir siapa kau, dengan lancangnya masuk ke dalam ruanganku dan mengusik ke senanganku!" Bentak Raja Kaili yang segera mendorong dengan sangat kuat tubuh dari Ratu Fahrani.


Ratu Fahrani yang tertegun akan sikap dan perkataan dari Raja Kaili terhadap dirinya, membuat Ratu Fahrani semakin murka terhadap Wanita yang tengah menggoda Raja Kaili.


"Ingat ya, Fahrani! Siapapun tak mampu menentang diriku! Seharusnya kau memang sudah sepantasnya bersanding dengan Pria cacat itu dan membesarkan Lin Yar'an bersama dengan dirinya, memiliki Suami cacat dan juga memiliki Putri yang penyakitan! Kau itu sudah sangat beruntung bisa menjadi Istriku, hidup mewah didalam Istana Wai tansu, kau pikir aku menikahi dirimu karena rasa cinta, cuihh... Jika bukan karena kau itu dahulu adalah seorang Wanita yang sangat cantik mana mungkin aku sudi menikahi Gadis yang pernah hampir mati!" Bentak Raja Kaili yang terlihat tengah menatap tajam Wajah dari Ratu Fahrani.


Ratu Fahrani yang mendengar perkataan dari Raja Kaili membuat dirinya semakin tak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh Suaminya sendiri.


"Mengapa semua jadi begini! Apakah Pria cacat itu telah mengutuk hidupku, sehingga kebahagiaan yang aku miliki dahulu dapat sirna dalam sekejap mata." Dalam benak Ratu Fahrani yang terlihat tengah menatap Wajah Raja Kaili dengan tatapan tak menyangka.