Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 67 ~ Kecurigaan.



Sedangkan didalam ruangan Kaisar Aximing, tampak raut Wajah dari Raja Kaili begitu sangat tegang, kemudian Kaisar Aximing bertanya kepada dirinya dengan tatapan penuh tanya.


"Kaili, ada apa dengan dirimu, wahai kawanku?" tanya Kaisar Aximing yang tengah menatap Wajah Raja Kaili dengan raut Wajah penasarannya itu.


Raja Kaili yang tengah duduk diatas Kursi, tepatnya disamping sebelah kanan Kaisar Aximing, dengan raut Wajah bingung kemudian dia segera menoleh ke arah Kaisar Aximing dengan perasaan yang tidak pasti itu.


"Ah, begini wahai kawanku Kaisar Aximing yang Agung, mulanya tidak ada satu hal pun yang membuat diriku merasa resah ketika bertandang ke dalam Istanamu ini. Tetapi, entah mengapa saat untuk pertama kalinya aku berhadapan dengan Putramu yang terakhir itu, membuat hatiku merasa sangat tidak nyaman." Ucap, Raja Kaili yang tengah menatap Wajah Kaisar Aximing dengan dahi yang sedikit mengerut.


Kaisar Aximing dengan cepat menyipitkan sepasang Matanya dengan sangat tajam, saat dia mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Raja Kaili sahabat karibnya itu.


"Putra terakhirku? Maksudmu Xiuhuan? Ada apa memangnya dengan dirinya? Dia hanyalah seorang Pangeran bodoh dan juga sangat tidak berguna didalam Istana ini, mana mungkin Pria bodoh seperti dirinya mampu membuat dirimu menjadi sangat keresahan seperti itu?" jawab, Kaisar Aximing yang terlihat tengah memberikan sebuah jawaban yang tegas kepada Raja Kaili.


Raja Kaili yang mendengar penjelasan dari Kaisar Aximing membuat dirinya semakin merasakan kerisauan didalam dirinya, entah mengapa hal itu dapat terjadi. Bayangan Pangeran Xiuhuan tidak mampu ia lupakan begitu saja didalam pikirannya, sorot bola Mata biru itu begitu sangat tajam ketika tengah menatap dirinya.


"Sungguh aku pun tak tau mengapa diriku dapat merasakan hal semacam ini terhadap dirinya." Jelas, Raja Kaili yang dengan segera mencoba untuk melupakan apa yang baru saja terjadi dengan dirinya.


Kaisar Aximing yang tengah memperhatikan perkataan dari Raja Kaili, lalu dengan segera ia memalingkan pandangannya untuk dapat menatap ke arah Pintu ruangan yang sangat besar itu. Tak lama kemudian Kaisar Aximing berbicara kepada Raja Kaili dengan nada bicara yang begitu sangat penasaran akan perubahan yang begitu drastis dari diri Putri Lin Yar'an.


"Hmm... Sebaiknya kau tidak perlu memperdulikannya, karena saat ini yang membuat diriku merasa sangat bingung adalah berusaha dari Lin Putrimu itu." Tambah, Kaisar Aximing yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah tegas dan dingin ketika menatap pintu besar yang tengah tertutup dihadapannya itu.


Raja Kaili kemudian baru tersadar, jikalau saat itu yang lebih mencengangkan adalah perubahan dari Putrinya Lin.


Tampaknya Kaisar Aximing tengah berpikir keras saat itu, kemudian terbesit dalam pikirannya tentang diri Lin. Segera hal itu ia sampaikan kepada Raja Kaili yang saat itu juga tengah terlamun dalam ingatannya.


"Hm... Lin pasti telah menyembunyikan sesuatu dari kita semua, mungkinkah dia memiliki kekuatan spiritual semacam sihir?" ucap, Kaisar Aximing dengan perasaan yang masih ragu.


Raja Kaili yang mendengar jawaban dari Kaisar Aximing sungguh hal itu membuat dirinya amat terpinga-pinga, dengan bola Mata yang membelalak, Raja Kaili seakan tidak yakin dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Kaisar Aximing kepada dirinya itu.


"Mana mungkin hal itu dapat terjadi kepada dirinya, bukankah selama dia didalam Istana Shulin tak ada satupun orang yang berani mengunjungi dirinya? Dan lagi bagaimana dia bisa mempelajari ilmu semacam itu, dia hanyalah gadis biasa, jangan memandangnya terlalu tinggi, wahai Kawanku." Bantah, Raja Kaili yang begitu amat tidak setuju dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Kaisar Aximing.


Kaisar Aximing sungguh merasa sangat tercengang ketika mendengar jawaban dari Raja Kaili yang tampak amat murka setiap kali dirinya membahas perkara Lin Putri tunggalnya itu.


"Tenanglah Kaili, ada apa dengan dirimu? Mengapa setiap kali aku membahas Wanita itu kau selalu saja tidak dapat menahan emosimu? Apakah Anakmu itu pernah melakukan kesalahan terhadap dirimu? Selama ini kau tidak pernah berterus-terang kepada diriku? Sebenarnya apa yang telah kau sembunyikan? Ada masalah apa antara kau dengan Lin?" tanya, Kaisar Aximing yang tampak begitu sangat penasaran dengan sesuatu tersembunyi didalam keluarga Raja Kaili.


Raja Kaili tersentak ketika mendengar pertanyaan dari Kaisar Aximing, dengan cepat ia segera mengelak pertanyaan itu, Sambil sedikit gugup seakan tengah menyembunyikan sesuatu kepada Kaisar Aximing.


"A.. A.. A.. Tidak ada masalah apapun Kawanku, hanya saja Lin itu sedikit keras kepala, meskipun dia tampak penurut. Namun, Anak itu tidak jauh berbeda dari Fahrani!" Jawab, Raja Kaili sambil mengangkat lengan kanannya untuk dapat ia ucapkan ke samping leher bagian kanan itu.


Kaisar Aximing terdiam ketika mendengar serta memperhatikan gerak-gerik dari Raja Kaili yang selalu saja seperti itu setiap kali dirinya bertanya tentang diri Lin.


"Aku terkadang sedikit merasakan keraguan, sebenarnya segera besarkah ikatan kita ini wahai Kaili, kini seluruh rahasiaku telah kau ketahui, sedangkan kehidupanmu seakan kau tutup dengan begitu rapatnya kepada diriku?! Hm... Kaili." Dalam benak Kaisar Aximing yang tengah menatap dingin Wajah Raja Kaili.