Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 73 ~ Sekelompok Orang Aneh.



Setelah berada diudara, Lu'er tampak takjub ketika ia melihat pemandangan dari atas langit. Kini semua yang berada dibumi terlihat sangat kecil seperti semut. Pangeran Rui yang tengah berada dibelakang Lu'er segera ia berbicara kepada Wanita yang tengah berada dihadapannya itu.


"Lantas, siapakah gerangan nama Anda ini, Nona?" tanya Pangeran Rui yang sudah sangat penasaran dengan diri Lu'er.


Lu'er yang mendengar ucapan dari Pangeran Rui, tanpa berbasa-basi lagi, segera ia memberitahu siapakah dirinya kepada Pangeran Rui.


"Namaku Lin Yar'an, apakah sudah jelas Pangeran?" jawab, Lin yang segera melihat Burung besar yang tengah ia tunggangi itu.


Pangeran Rui menganggukkan kepalanya kemudian dia segera berbicara kepada Lu'er lagi.


"Nama yang sangat indah." Kata, Pangeran Rui yang tengah memuji Lu'er.


Akan tetapi tampaknya, Lu'er sangat tidak memperdulikan hal itu. Dia masih terus saja terpokus pada Burung besar yang tengah ia tunggangi itu.


"Hm... Bola Matanya berwarna kuning, tubuhnya sangatlah besar, dan lagi warna bulunya sangat pekat, kedatangannya pun sangatlah luar biasa, aku yakin ini pasti bukanlah Burung sembarangan. Dan lagi Pangeran Rui pasti bukanlah Pria biasa, hm... Sungguh aneh Pria sehebat ini mengapa banyak orang yang menganggap dirinya lemah? Mungkinkah mereka buta." Dalam benak Lu'er yang masih terus memperhatikan Burung besar itu dengan seksama.


Pangeran Rui yang melihat Lu'er tampak disibukkan dengan Burung miliknya, kemudian dia menunjukkan senyuman simpul yang melintang diantara kedua pipi Wajahnya.


"Apakah aku begitu sangat tertarik dengan Burung ini, Lin?" kata, Pangeran Rui yang terlihat tengah memperhatikan Lu'er dengan serius.


Lin yang mendengar perkataan dari Pangeran Rui, sungguh ia tampak begitu sangat terkejut, ketika Pangeran Rui yang sedari tadi telah memperhatikan dirinya.


"Hm... Cukup menarik, darimana kau dapatkan Burung sebesar ini, Pangeran?" tanya, Lu'er yang segera menoleh ke arah Pangeran Rui. Dia menatap Wajah Pangeran Rui dengan sangat serius.


"Di tempat pelatihan. Aku mendapatkannya dahulu dari Guruku." Jawab, Pangeran Rui yang begitu sangat terang-terangan kepada Lu'er.


Lu'er terdiam sejenak ketika mendengar perkataan dari Pangeran Rui.


"Tempat pelatihan, hm... Jadi kau memiliki seorang Guru? Dimana dia saat ini?" tanya, Lu'er yang begitu sangat penasaran akan Guru yang telah membimbing Pangeran Rui.


"Ada memangnya? Apakah kau ingin berjumpa dengan dirinya? Mengapa kau begitu sangat penasaran akan hal ini?" tanya, Pangeran Rui yang terlihat sangat penasaran akan setiap pertanyaan dari Lu'er.


Lu'er terkejut saat mendengar jawaban dari Pangeran Rui, dia tidak bermaksud untuk mengulik kehidupan Pangeran Rui. Sebenarnya dia hanya penasaran dengan Guru yang membimbing Pangeran Rui. Karena didalam otak Lu'er, pastilah Guru itu adalah seseorang yang sangat hebat.


"Tidak apa, aku hanya berpikir bahwa, kau begitu sangat beruntung memiliki seorang Guru yang sangat hebat." Jawab, Lu'er yang segera memalingkan pandangannya, untuk dapat melihat Burung besar milik Pangeran Rui, lalu dengan perlahan dia meletakkan telapak tangan kanannya diatas tubuh Burung itu. Lu'er mengusap-usap tubuh Burung itu dengan sangat lembut.


Kemudian, Lu'er dikejutkan dengan Ular Batu merah yang tiba-tiba saja keluar dari dalam lengan pakaiannya.


"Hei, ada apa dengan dirimu? Mendadak sekali?" tanya, Lu'er kepada Ular itu.


Pangeran Rui yang melihat Ular itu segera ia mengangkat lengan kanannya untuk dapat mengusap dengan lembut Kepala dari Ular Batu merah.


"Apakah kau bersikap baik terhadap Majikan barumu? Aku harap begitu." Kata, Pangeran Rui yang tengah mengusap Kepala Ular Batu merah.


Saat Lu'er tengah memperhatikan Ular Batu merah, tanpa sengaja ia memalingkan pandangannya untuk dapat melihat ke daratan. Dia melihat dari atas langit, banyaknya orang yang tengah berjalan dengan tergesa-gesa, dan mereka semua mengenakan jubah berwarna hitam.


"Pangeran lihatlah ke bawah sana, apa yang tengah mereka lakukan? Bukankah itu sangat mencurigakan? Busana yang mereka kenakan pun sungguh sangat aneh, apakah kau tau siapakah mereka, Pangeran?" tanya, Lu'er yang terlihat tengah menatap sekelompok orang dengan tatapan curiga.


Pangeran Rui kemudian segera memalingkan pandangannya untuk dapat melihat apa yang Lu'er tunjukkan kepada dirinya. Dia pun tampak bingung dengan sekelompok Manusia yang berbusana aneh itu.


Lu'er sungguh merasa sangat penasaran, dan dia khawatir bahwa sekelompok orang itu akan memberikan dampak buruk bagi orang lain.


°^°^


"Cepat kita harus cepat, jika tidak maka Ratu pasti akan murka." Kata, salah seorang Pria yang tengah berbicara dengan rekan lainnya.


Dan ada salah seorang Pria yang mengenakan Jubah berwarna hitam, tengah mendekap tubuh seorang Gadis yang juga mengenakan Jubah hitam. Namun, terlihat jelas Gadis itu begitu sangat enggan untuk mengikuti para Pria yang membawanya secara paksa itu.


"Emmm... Emmm... Emmm...." Ucap, Gadis itu yang tengah mencoba untuk berteriak, meskipun kini Mulutnya terbungkam. Namun, dia benar-benar ingin terbebas dari Pria yang tengah mendekap tubuhnya itu.


"Diam! Dan menurut lah, kau akan dijadikan persembahan untuk Ratu, jadi nikmati saja beberapa waktu terakhirmu ini!" Kata, salah seorang Pria yang tengah membentak dirinya dengan tegas.


Mereka semua jalan dengan sangat tergesa, Sedangkan Lu'er yang masih memperhatikan sekelompok orang itu. Dengan segera ia berbicara kepada Pangeran Rui agar mau mengikuti sekelompok orang aneh itu.


"Pangeran, aku pikir mereka bukanlah orang yang baik, dan aku hanya takut jika saja mereka itu adalah pengganggu yang dapat meresahkan Warga sekitar, Pangeran maukah kau memerintahkan Burung besar ini untuk menghampiri sekelompok orang itu?" kata, Lu'er yang terlihat sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh sekelompok orang aneh itu.


Pangeran Rui tertegun ketika mendengar perkataan dari Lu'er, sungguh ia tidak menyangka, bahwa Lu'er begitu sangat penasaran dengan orang aneh yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan dirinya.


"Baiklah, jika itu keinginanmu, Zi, kita turun sekarang juga." Ucap, Pangeran Rui yang tengah memerintahkan Burung besarnya itu agar mendarat ke bumi.


Tak lama kemudian, Burung besar itu segera menuruti perintah dari Pangeran Rui. Saat itu juga Burung itu terbang ke bawah, dan mendarat dengan sempurna diatas tanah yang ditumbuhi dengan Rumput halus itu.


Beberapa orang yang tengah membawa seseorang itu, tampak begitu sangat terkejut ketika melihat ada seekor Burung besar yang menghalangi mereka.


"Siapa kalian?!" Kata, salah seorang Pria yang segera menghentikan langkahnya, dan sedikit berjalan mundur ke arah belakang.


Lu'er yang tengah menatap sekelompok orang itu, dengan cepat ia membalas perkataan dari orang yang tengah berbicara dengan dirinya.


"Tentunya aku bukankah golongan kalian, eh, siapa yang tengah kau sembunyikan itu?" kata, Lu'er yang terlihat sangat penasaran dengan seseorang yang tengah didekap erat oleh seorang Pria.


"Itu, bukan urusanmu! Menjauh dari jalan kami, sekarang, jika kau tidak ingin mati!" Jawab, Pria itu dengan tegas dan dingin kepada Lu'er.


Lu'er begitu sangat tidak menyangka akan berjumpa dengan sekelompok Pria yang akan menyiksa orang lain.


"Aku hanya bertanya, mengapa kau begitu sangat marah padaku?" jawab, Lu'er yang terus memperhatikan seseorang yang begitu sangat ingin melepaskan diri dari cengkeraman Pria itu.


Pangeran Rui kemudian dikejutkan dengan sebuah Pedang yang tengah digenggaman oleh seorang Pria, saat ia melihat tanda Bunga Teratai yang berada ditengah-tengah Pedang itu, segera ia memeluk tubuh Lu'er dengan sangat erat.


"Apa?! Ternyata itu adalah mereka?!" Dalam benak Pangeran Rui yang segera mendekap tubuh Lu'er.


Lu'er sungguh sangat terkejut ketika melihat reaksi dari pangeran Rui yang tiba-tiba saja begitu sangat berbeda.


"Eh..?! Ada apa?" tanya Lu'er yang segera memalingkan pandangannya ke arah Pangeran Rui.


"Berhati-hatilah, untung saja kau meminta diriku untuk turun dan menghadang mereka, tapi selalu ingat, tetaplah didekatku!" Ucap, Pangeran Rui yang tiba-tiba saja tampak serius dan tegas dalam ucapannya.


Lu'er merasa sangat bingung mengapa tiba-tiba Pangeran Rui seolah mengenal orang itu.