
Malam hari didalam penjara bawah tanah, hari-hari terkurung didalam tempat semenakutkan itu. Membuat siapapun enggan untuk tinggal disana.
Selir Fengying terlihat sangat menderita didalam penjara bawah tanah, gaun yang dia kenakan itu terlihat sudah tidak bagus lagi, tubuhnya begitu sangat kotor. Beberapa hari sudah berlalu, Selir Fengying harus tetap bertahan didalam ruangan yang sempit dan menyeramkan itu.
"Ini sungguh sangat tidak adil!! Mengapa setelah beberapa hari berlalu, tidak ada yang datang menemui diriku?! Keluarga Kaisar sungguh sangat kejam! Apakah mereka pikir aku sudah mati disini?! Ini sungguh sangat keterlaluan! Apakah mereka lupa, dahulu Kaisar sendirilah yang memilih diriku untuk menjadi Selir dari Putra Mahkota! Tetapi, mengapa jadi seperti ini?! Ini bukanlah apa yang sebenarnya aku inginkan! Ini semua karena Lin Yar'an, Wanita sialan itu! Semua rencanaku menjadi berantakan! Lin, kau harus membayar mahal atas apa yang telah kau lakukan kepadaku! Bukan hanya kau, tetapi aku pastikan semua keluarga dari Istana Kibo akan berakhir menderita! Aku tidak pernah akan pernah terima diperlakukan seperti ini!! Arghh.... Aku benci kalian semua!" Selir Fengying, terlihat sangat kesal dan marah atas apa yang telah terjadi kepada dirinya. Wajahnya memerah karena kemarahan yang telah meluap. Wajahnya yang masih lebam, akibat tamparan dari Lu'er beberapa waktu yang lalu.
Didalam ruang bawah tanah yang sangat gelap, hanya ada dia seorang. Akan tetapi diluar penjara itu masih dijaga dengan ketat dua orang Pengawal dari Istana Kibo. Mereka yang tengah berjaga didepan pintu. Terlihat sangat terkejut ketika mendengar suara teriakan dari Selir Fengying.
Kedua Pengawal itu menatap satu sama lain. Kemudian, salah seorang Pengawal mulai berbicara dengan nada bicara tegas.
"Diamlah Selir Fengying, apakah kau tau suaramu itu mengganggu ketenangan kami!" Ucapnya, dengan raut Wajah tidak suka.
Selir Fengying yang mendengar jawaban dari seorang Pengawal yang begitu lancang kepada dirinya. Membuatnya semakin kesal saja.
"Kurang ajar! Beraninya kalian!!" Teriak Selir Fengying yang berada didalam Penjara.
Hari itu sangat sepi sekali didalam Istana Kibo, karena malam yang sudah semakin larut. Sehingga menciptakan keheningan disekitaran Istana Kibo.
Tak... Tak... Tak... Suara alas kaki yang menjatuhkan diri diatas lantai Istana Kibo.
Kedua Pengawal segera memalingkan Wajah mereka bersamaan, untuk dapat melihat siapa orang yang datang menghampiri mereka itu.
Gaun berwarna biru yang sangat indah, terlihat menyapu lantai Istana. Wajah para Pengawal tampak terpesona ketika melihat kedatangan dari Selir Dongli.
"Sungguh cantik sekali, Selir Dongli ini." Dalam benak kedua Pengawal itu, raut Wajah mereka terlihat memerah ketika sedang memandangi Wajah dan postur tubuh dari Selir Dongli.
Selir Dongli yang terkenal memang sangat cantik itu. Terlihat sangat risih ketika para Pengawal menatap tubuhnya dengan sepasang Mata gila mereka. Akan tetapi karena dia adalah Selir tercantik, kepunyaan Putra Mahkota, sehingga Selir Dongli harus menjaga tata kramanya dihadapan semua orang.
"Ternyata Anda, wahai Selir Dongli, ada apakah gerangan sehingga larut begini Anda bertandang kemari?" kata, salah seorang Pengawal yang terlihat sangat terpesona akan kecantikan dari Selir Dongli.
Selir Dongli dengan segera menghentikan langkahnya. Kemudian, dia mulai memperhatikan para Pengawal itu.
"Hmm... Aku kemari tentu saja ingin mengunjungi Selir Fengying, bukankah sudah beberapa hari ini dia telah terkurung didalam penjara bawah tanah? Aku sungguh sangat perihatin sekali kepada dirinya." Kata, Selir Dongli yang terlihat sangat lembut kepada kedua Pengawal itu.
Para Pengawal yang sudah tersihir akan kecantikan dari Selir Dongli, membuat mereka tidak menyimpan kecurigaan sedikitpun kepada Wanita itu. Akan, tetapi salah seorang Pengawal melihat Lengan kiri Selir Dongli yang tengah menyembunyikan sesuatu dibalik Pakaiannya.
"Hm... Jika saya boleh tau, apakah yang sedang Anda sembunyikan dibalik punggung Anda itu? Wahai Selir Dongli yang terhormat?" ucap, salah seorang Pengawal yang terlihat sangat penasaran dengan sesuatu yang Selir Dongli sembunyikan dari kedua Pria itu.
Kedua Pengawal itu hanya terdiam, kemudian mereka kembali saling menatap satu sama lain. Selir Dongli yang melihat kecurigaan dari kedua Pengawal itu membuat dirinya merasa sangat kesal.
"Ck... Mereka, benar-benar sangat sulit dihadapi!" Dalam benak Selir Dongli yang terlihat sangat kesal.
Lalu, Selir Dongli mulai berjalan untuk dapat menghampiri kedua Pengawal itu. Kini tubuhnya telah berada diantara tubuh Pengawal itu.
"Biarkan aku masuk, aku mohon." Ucap, Selir Dongli yang terlihat benar-benar meminta bantuan kepada kedua Pengawal itu.
Kedua Pengawal yang melihat lekuk tubuh Selir Dongli, dan juga Bibir tipis yang berwarna merah merona. Membuat mereka tak kuasa untuk dapat menghalangi Selir Dongli agar dia dapat masuk ke dalam Ruang bawah tanah.
"Akan tetapi Anda harus berhati-hati, karena kami dengar Selir Fengying yang terus berteriak didalam sana." Kata, salah seorang Pengawal yang segera berbicara kepada Selir Dongli.
"Baiklah." Ucap, Selir Dongli dengan raut Wajah tenang.
Lalu, jalan segera mereka buka. Selir Dongli mulai berjalan untuk dapat memasuki Ruang bawah tanah, dan berjumpa dengan Selir Fengying.
Tak... Tak... Tak.... Selir Fengying yang tengah bersandar ditembok Penjara. Segera memalingkan Wajahnya ke arah kiri, dia tampak bingung ketika mendengar suara Langkah kaki dari seseorang yang terdengar tengah menuju ke arahnya.
"Selamat malam, Selir Fengying, bagaimana kabarmu?" ucap, Selir Dongli yang segera berdiri didepan Pintu Penjara. Dia terlihat sangat angkuh dan jijik ketika melihat Wajah dari Selir Fengying.
"Dongli?! Ternyata kau?! Ada apa kau datang kemari! Apakah kau akan menertawakan diriku? Hah!" Ucap, Selir Fengying yang segera menatap Wajah Selir Dongli dengan perasaan tidak senang.
"Hahaha... Tentu saja, apakah hari-harimu sangat indah, terkurung didalam tempat seperti ini? Fengying, Fengying, hm... Wanita yang sangat bodoh, dahulu kau begitu sangat sombong sekali, tetapi sekarang lihatlah dirimu ini, kau tidak lebih dari sekedar kotoran yang sangat menjijikkan! Jika kau pikir Putra Mahkota dapat kau miliki, hohoho... Mimpi saja, karena hidupmu itu tidak akan lama lagi! Ketahuilah hanya aku satu-satunya Wanita yang pantas bersanding dengan Putra Mahkota!" Kata, Selir Dongli, lalu dia segera mengeluarkan sesuatu yang saat itu dia sembunyikan dibalik punggungnya.
Selir Fengying terlihat sangat tidak menyangka, saat Selir Dongli mengeluarkan Benang berwarna merah dengan jarum panjang dan tajam dari dalam Lengannya. Dengan cepat Benang itu mendekati tubuh Selir Fengying. Dan menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Ada apa ini?! Dongli sebenarnya siapakah dirimu!?!" Ucap, Selir Fengying yang terlihat sangat panik ketika melihat Benang itu menyentuh tubuhnya. Dan melilit setiap bagian dari tubuhnya.
"Arhhhh....! Sakit sekali! Dongli hentikan!" Salah satu dari Benang merah dan juga jarum panjang dan besar itu. Menusuk kem*luannya. Selir Fengying terlihat begitu sangat kesakitan, dia sungguh tidak menyangka bahwa Selir Dongli diam-diam memiliki rahasia yang tidak diketahui olehnya selama ini.
Selir Dongli hanya tersenyum licik ketika melihat Selir Fengying yang begitu sangat menderita.
"Mengapa tidak sedari dulu, aku menemukan benda semacam ini, aku sungguh sangat tidak menyangka ternyata Ayah berani menyembunyikannya dariku! Jika bukan karena aku ini cerdas, bagaimana mungkin aku bisa mendapatkannya dengan mudah, saat ini tidak ada satupun Makhluk yang dapat mengalahkan diriku, termasuk Lin Yar'an, hmm... Kau adalah tujuan utamaku! Tamatlah kau Lin!" Dalam benak Selir Dongli. Lalu dia segera memalingkan tubuhnya untuk dapat membelakangi Selir Fengying.