Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 70 ~ Jangan Nyalakan Api.



Cuit... Cuit... Cuit... Tampak dia ekor burung yang tengah berkicau diatas dahan pohon tinggi dan lebat. Tak lama kemudian, dari arah barat datanglah seekor burung merpati yang cukup besar ke arah rumah sederhana didalam hutan.


Lengan seseorang segera terangkat, untuk dapat dijadikan tempat berlabuh burung merpati itu. Dengan balutan kain berwarna merah tua, Pangeran Rui kini tengah menatap burung putih dan cantik itu.


Dia hanya terdiam sambil terus memperhatikan merpati putih, lalu. Seketika ia tersenyum simpul, tanpa berkata apapun. Tak lama kemudian Pangeran Rui memalingkan Wajahnya untuk dapat menatap sinar Matahari yang terlihat begitu sangat terang dihadapannya.


Tidak berselang lama Pengawal setia Pangeran Rui kini tengah bersujud kepada dirinya. Pangeran Rui yang tengah membelakangi pelayannya, terlihat sangat asik memanjakan Merpati putih dengan memberikannya sebuah makanan, yang tengah berada didalam genggaman telapak tangan kirinya.


"Pangeran, ada yang ingin saya sampaikan, ini perihal keadaan didalam Istana." Kata, Lin Jun yang tengah bersujud sambil menundukkan kepalanya saat dia tengah berbicara kepada Pangeran Rui.


Pangeran Rui kemudian segera memalingkan Wajahnya ke arah samping kanan, lirikan Matanya tampak tengah melihat Lin Jun Pelayan setianya itu.


"Katakan." Jawab, Pangeran Rui dengan raut Wajah dingin.


"Kelakuan Raja semakin menjadi, kini setelah wabah itu berangsur-angsur menghilang, dia malah menaikkan pajak yang dapat mencekik seluruh Rakyat didalam Desa Phoenix, apakah Anda tidak akan menghentikan kegilaan dari Raja, wahai pangeran? Biar bagaimanapun juga Anda adalah Putra dari Kerajaan Bing." Kata, Lin Jun yang tengah berbicara kepada Pangeran Rui dengan perasaan cemas.


Pangeran Rui kemudian mengalihkan pandangannya untuk dapat menatap Matahari yang begitu amat cerah.


"Hm... Aku tau itu, aku perintahkan kepadamu untuk segera menemui Ibu Ratu, biar bagaimanapun juga dia adalah Istri sah dari Raja, katakan kepadanya untuk segera mencabut keputusan itu, jikalau Ratu merasa terancam berikan ini kepadanya, maka dia pasti akan baik-baik saja." Jawab, Pangeran Rui yang segera mengeluarkan giok berwarna merah dari dalam pakaiannya kepada Lin Jun.


Lin Jun tampak begitu sangat tertegun ketika melihat apa yang dilakukan oleh Pangeran Rui, hal itu membuat dirinya kembali berbicara sekali lagi sambil mengangkat tubuh untuk dapat menerima giok yang tengah berada dihadapannya itu.


"Apakah Anda tidak ingin menemui Ratu sendiri?" kata, Lin Jun yang terlihat tengah menatap Wajah Pangeran Rui.


Pangeran Rui hanya terdiam, kemudian dia segera menatap Lin Jun dengan sepasang bola Mata biru yang amat dingin itu. Lin Jun tertegun, setelah ia menggenggam giok itu, segera ia meninggalkan Pangeran Rui tanpa berkata sepatah katapun.


Pangeran Rui terdiam, sambil terus menatap Merpati putih yang tengah berada dihadapannya itu.


°^°^


Istana Kibo.


Tetapi, tampaknya Lu'er begitu sangat tidak perduli akan hal itu. Dengan cepat Lu'er berjalan untuk dapat meninggalkan Pangeran Xiuhuan sendiri. Namun, saat Lu'er tengah berjalan sungguh ia sangat tertegun saat lengan kanannya kini tengah digenggam oleh Pangeran Xiuhuan, hal itu membuatnya terpaksa menghentikan langkahnya.


Lalu, dengan cepat Lu'er memalingkan tubuhnya, ditariknya secepat mungkin lengannya. Wajah Lu'er tampak begitu sangat tidak senang saat melihat Pangeran Xiuhuan.


"Apakah kau baik-baik saja?" kata, Pangeran Xiuhuan yang terlihat begitu sangat lembut kepada dirinya.


Lu'er yang terlihat sangat tidak senang itu, segera menarik napasnya. Agar dirinya menjadi lebih sedikit tenang dihadapan Pangeran Xiuhuan.


"Iya... Aku baik-baik saja, permisi Pangeran...." Kata, Lu'er yang tiba-tiba saja begitu semakin dingin kepada Pangeran Xiuhuan.


Pangeran Xiuhuan hanya terdiam ketika melihat Lu'er yang sepertinya tengah dirundung masalah. Lalu, entah mengapa hati Pangeran Xiuhuan merasakan sakit ketika melihat Lu'er tertimpa masalah.


"Ada ada dengan diriku? Bukankah aku hanya ingin memanfaatkannya saja? Mengapa aku menjadi sangat benci sekali ketika dia terluka?" dalam benak Pangeran Xiuhuan yang terlihat begitu sangat bimbang dengan kondisinya saat itu.


"Baguslah jika kau baik-baik saja." Kata, Pangeran Xiuhuan yang segera menunjukkan raut Wajah yang biasa-biasa saja dihadapan Lu'er.


Lu'er terdiam dingin saat mendengar perkataan dari Pangeran, lalu dia segera berbicara setelah Pangeran Xiuhuan menyelesaikan ucapannya.


"Apakah kau tengah mengawasi ku? Hei, aku tidak akan lari, aku sudah katakan kepadamu bahwasanya hutang budi itu akan aku bayar, dan setelah itu jangan pernah mengganggu diriku lagi!" Ucap, Lu'er dengan tegas saat melihat Pangeran Xiuhuan.


Pangeran Xiuhuan sungguh amat tercengang ketika mendengar bahwa Lu'er begitu sangat enggan jikalau mereka akan selalu dekat untuk selamanya.


"Mengapa kau begitu sangat membenci diriku? Bukankah kau tau jika aku ini menyukai dirimu?" ucap, Pangeran Xiuhuan yang tengah menatap Wajah Lu'er dengan tajam.


Lu'er tidak mengubah ekspresi Wajahnya sama sekali, masih terlihat sangat dingin seperti awal.


"Aku yakin, kau pasti telah mengetahui jawaban atas pertanyaan mu itu, Pangeran Xiuhuan, kita tidak pernah ada masalah apapun sebelumnya, dan lagi, tentang semua rahasia mu yang kau sembunyikan dihadapan orang banyak, akan aku simpan rapat-rapat, tidak perlu banyak bermulut manis kepada diriku! Sesungguhnya aku sudah mengetahui niat buruk mu itu!" Jawab, Lu'er yang terlihat begitu sangat terang-terangan kepada Pangeran Xiuhuan, sedikitpun tidak ada perasaan canggung didalam dirinya, tidak ada kepura-puraan yang ia tunjukkan.


"Aku benci mengulur waktu! Aku benci menerka-nerka! Aku benci selalu kalian anggap bodoh! Aku benci rupa-rupa busuk seperti kalian!" Dalam benak Lu'er yang terlihat sangat jenuh akan situasi seperti itu.