
Suasana tampak semakin menegang, dan terlihat sangat jelas Lu'er memang tengah memancing amarah Permaisuri Jia Li.
"Tidak... Aku tidak boleh sampai menunjukkan sikap benci dihadapan Wanita sialan ini! Jika tidak maka Kaisar pasti juga akan curiga kepada diriku, Jia Li tenangkan dirimu.... Dia bukan lagi Lin Yar an yang lemah dan dapat ditindas dengan mudah, jadi kau harus berhati-hati akan pergerakanmu." Dalam benak Permaisuri Jia Li yang tengah menatap gugup sepasang bola Mata hijau milik Lu'er.
Sebuah tanda tanya besar dalam benak Permaisuri Jia Li ketika melihat perubahan dari Lin Yar'an yang begitu amat pesat, semula raut Wajah gugup dan kesal yang tampak jelas, dengan secepat kilat sikap dan juga raut Wajah itu berganti menjadi begitu sangat hangat dan lembut dihadapan Lu'er.
"Oh... Putriku Lin Yar an, ternyata Pelayan Zhu merawatmu dengan begitu sangat baik, aku sungguh tidak perlu khawatir lagi jika membiarkan Pelayan Zhu untuk tetap berada disisimu." Ucap, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menunjukkan sikap hangat kepada Lu'er.
Lu'er yang melihat perubahan sikap dari Permaisuri Jia Li melebihi perkiraan cuaca itu seakan membuat dirinya ingin bersorak-sorai sambil menepukkan kedua telapak tangannya dihadapan Permaisuri Jia Li.
"Uwow... Sungguh luar biasa, sandiwara yang begitu sangat menyentuh sekali! Aku rasa jika dia menjadi seorang pemain peran didalam sebuah perfilman itu akan jauh lebih menguntungkan, setidaknya dia akan mendapatkan sebuah imbalan." Dalam benak Lu'er yang terlihat begitu sangat tidak menyangka akan sikap Permaisuri Jia Li yang begitu pro.
Lu'er tersenyum kecil ketika mendengar perkataan dari Permaisuri Jia Li, dan hal itu malah semakin membuat Permaisuri Jia Li tertegun gugup, senyuman yang ditunjukkan oleh Lu'er begitu sangat dingin dan seakan menyimpan sebuah makna yang tidak mudah untuk dijelaskan.
"Hmm... Aku sungguh sangat tidak keberatan jika Bibi besar tetap berada disisiku, tetapi... Aku sangat khawatir jika diriku ini malah akan membuat Bibi besar menjadi sangat kerepotan." Jawab, Lu'er dengan sepasang bola Mata hijau yang tengah menatap tajam Sepasang Mata Permaisuri Jia Li.
Permaisuri Jia Li yang merasakan ketidaknyamanan dihadapan Lu'er, membuat dirinya ingin secepat mungkin menghindari Lu'er.
"Tidak baik terus berdiri didepan Istana, bagaimana jika kita segera masuk saja, aku rasa Lin Yar'an sudah sangat kelelahan, tidak baik bukan membiarkannya berdiri disini terlalu lama." Ucap, Permaisuri Jia Li yang segera mengalihkan pembicaraan.
Lu'er yang mendengar perkataan dari Permaisuri Jia Li dengan segera ia menunjukkan senyuman manis dihadapan Mertuanya itu, dengan cepat Lu'er segera membalas ucapan dari Permaisuri Jia Li.
"Sungguh sangat tidak disangka, Bunda Jia Li ini begitu sangat perhatian terhadap Lin Yar an, terima kasih." Balas, Lu'er yang terlihat tengah menunjukkan senyuman manis dihadapan Permaisuri Jia Li.
"Wahahahaha....! Perutku sakit sekali, seperti ada yang menggelitikinya." Dalam benak Lu'er yang terlihat begitu sangat ingin melepaskan sesegera mungkin tawanya.
Kaisar Aximing yang terlihat tengah berdiri disamping Permaisuri Jia Li dengan cepat ia juga berbicara kepada Lu'er.
"Biar Zhang Jiangwu yang menunjukkan kamar kalian, dan kami akan menunggumu didalam Istana." Ucap, Kaisar Aximing yang segera menolehkan pandangannya ke arah Putra Mahkota.
Putra Mahkota yang mendengar perkataan dari Kaisar Aximing sungguh ia merasa sangat tidak menyangka akan perintah dari Kaisar terhadap dirinya.
Lu'er kemudian segera memiringkan kepalanya ke arah samping kiri, dia menatap Wajah Zhang Jiangwu yang tampak sangat enggan mengantarkan dirinya.
"Sebenarnya tidak perlu, tetapi karena Lin Yar'an masih belum mengetahui dimana kamar untuk diriku, maka mohon bantuannya Putra Mahkota yang terhormat." Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menatap dingin Wajah Zhang Jiangwu.
"Cuih! Kau pikir aku begitu sangat ingin tidur seranjang dengan dirimu! Ataukah aku akan menjadi Wanita ter-beruntung saat berjalan dengan dirimu! Tentu saja aku akan merasa sial jika hari ini tidak secepatnya menghindari Pria gratisan seperti dirimu!" Dalam benak Lu'er yang begitu amat jijik terhadap Zhang Jiangwu.
Pangeran Xiuhuan yang melihat sikap manis dari Lu'er membuat dirinya merasa sangat kesal. Tampak raut Wajah yang begitu sangat dingin ketika ia memperhatikan Lu'er. Lu'er yang tidak sengaja memalingkan pandangannya untuk dapat menatap ke arah kiri, dilihatnya Pangeran Xiuhuan tengah menunjukkan aura dingin dihadapannya, hal itu membuat diri Lu'er tersentak, ia sungguh sangat tidak menyangka akan sikap yang ditunjukkan oleh Pangeran Xiuhuan kepada dirinya.
"Ah?! Yang benar saja, apakah aku hanya salah lihat." Dalam benak Lu'er yang dengan cepat memalingkan pandangannya.
Lu'er kemudian segera berjalan untuk dapat memasuki Istana Kibo, ia mengangkat kakinya agar dapat menginjak anak tangga yang tengah berada dihadapannya, sambil teringat akan sikap tidak biasa yang ditunjukkan oleh Pangeran Xiuhuan.
Putra Mahkota dengan perasaan kesal kepada Lu'er, sesegera mungkin ia menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya, lalu raut Wajah hangat segera ia tunjukkan kepada Lu'er ketika sudah berada dihadapannya.
"Mari, biar aku antar." Kata, Putra Mahkota dengan senyuman yang terlihat begitu sangat terpaksa.
Lu'er seakan tidak perduli akan sikap dari Putra Mahkota, dengan membalas dingin sikap dari Putra Mahkota, itu sudah dapat mengartikan semuanya.
"Baik!" Jawab, Lu'er dengan sikap dingin dan seakan tidak perduli terhadap Putra Mahkota.
Putra Mahkota menatap Wajah Lu'er dengan tatapan yang serupa, hawa dingin menyelimuti keduanya, Putra Mahkota kemudian segera berjalan untuk dapat memasuki Istana Kibo dan bergerak ke arah kanan jalan untuk dapat menunjukkan kamarnya dan juga Lu'er.
Terlihat Pangeran Xiuhuan yang masih berada pada tempatnya tengah menatap Lu'er dari kejauhan, sedangkan Lu'er terlihat tengah masih terpikirkan akan sikap yang tak sengaja ia lihat dari Pangeran Xiuhuan.
"Mengapa aku jadi terus memikirkannya sih!" Dalam benak Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat memasuki kamar.
Kaisar Aximing yang tengah berdiri ditempatnya terlihat sedang memperhatikan Lu'er kemudian dia segera berjalan untuk dapat memasuki Istana Kibo. Permaisuri Jia Li yang melihat sikap dari Lu'er benar-benar berbeda membuat dirinya merasa sangat kesal dengan apa yang baru saja terjadi, dengan cepat Permaisuri Jia Li berjalan untuk dapat meninggalkan tempatnya, ia berjalan dengan sangat cepat.