Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 69 ~ Tidak Mudah Diperdaya.



Lu'er yang tengah mengamati gerak gerik Ratu Fahrani, dengan tegas Lu'er kembali berbicara, dan ucapannya itu membuat Ratu Fahrani seketika tertegun.


"Ibu, sebenarnya ada masalah apa antara kau dan juga Permaisuri Jia Li?" ucap, Lu'er, lalu ia segera memalingkan tubuhnya agar dapat melihat gelagat dari Ratu Fahrani yang sangat mencurigakan itu.


Ratu Fahrani tersentak ketika mendengar Lu'er mampu bertanya seperti itu kepada dirinya. Lalu, dengan perlahan Ratu Fahrani kembali berjalan untuk dapat mendekati tubuh Lu'er, dengan bola Mata yang sesekali melirik ke arah kanan sambil membalas perkataan dari Lu'er.


"Tidak ada, Permaisuri Jia Li memanglah sudah sedari dulu memiliki sikap dan sifat yang seperti itu, Ibu sungguh sangat memakluminya. Namun, jika dia sampai berani menyakitimu, maka kau harus mengatakannya kepada diriku, itulah sebabnya mengapa aku begitu sangat mengkhawatirkan dirimu, aku hanya tidak ingin kau terlalu Lin." Jawab, Ratu Fahrani dengan lirikan Mata yang sesekali menatap ke arah samping kanan.


Lu'er terdiam sejenak, kemudian dia kembali berbicara kepada Ratu Fahrani, tanpa memikirkan apakah ucapannya itu dapat melukai perasaan Ratu Fahrani atau tidak.


"Ibu, mungkin kau bisa membodohi siapapun yang kau inginkan, tetapi itu tidak termasuk dengan diriku, apakah saat ini kau merasa bahwa dirimu adalah satu-satunya Manusia yang sangat pandai untuk berdusta? Lalu, kau seakan menutup Mata bahwa masih banyak Manusia yang begitu sangat pintar dibandingkan dengan dirimu? Katakanlah padaku, sebenarnya ada masalah apa antara kau dan juga Permaisuri Jia Li? Jika tidak, maka jangan salahkan aku saat nanti rencana besarmu itu hanya akan menjadi angan-angan saja." Kata, Lu'er yang tampak begitu sangat tegas dan berani kepada Ratu Fahrani.


Ratu Fahrani terpinga-pinga saat mendengar Lu'er yang dengan beraninya mengancam dirinya dengan terang-terangan, hal itu sontak saja membuat Ratu Fahrani gugup dibuatnya. Rasa bingung, tidak menyangka.


"Anak ini?! Sebenarnya apa yang telah terjadi dengan dirinya?! Mungkinkah, ada seseorang yang telah mencuci otaknya, sehingga dia bersikap seperti ini kepada diriku?! Gawat! Jika ini dibiarkan saja, maka rencanaku akan hancur!" Dalam benak Ratu Fahrani yang terlihat begitu sangat tertegun ketika seusai Lu'er berbicara kepada dirinya.


"Lin, sebenarnya apa yang telah terjadi dengan dirimu? Apakah kau baik-baik saja? Mengapa kau bersikap seperti ini pada diriku? Aku ini Ibumu, Lin. Mengapa bisa-bisanya kau berkata seperti itu padaku, aku sungguh sangat tidak menyangka kau ternyata tidak bisa mempercayai diriku." Ucap, Ratu Fahrani yang segera menunjukkan raut Wajah kecewa dan sakit hati dihadapan Lu'er. Kemudian dia menundukkan kepalanya untuk dapat menatap tanah yang ditumbuhi dengan rumput hijau yang sangat halus, Ratu Fahrani terdiam cukup lama.


"Hm... Sial! Apakah saat ini dia tengah bersandiwara dihadapan ku? Haduh... Sepertinya memang harus berusaha sendiri, ya?" dalam benak Lu'er sambil terus memperhatikan Ratu Fahrani yang tengah bersikap kasihan dihadapannya.


"Ibu, cukup! Aku bukanlah Anakmu yang masih berusia 5 tahun, apakah kau lupa bahwa aku ini sudah dewasa? Jangan pernah menjadikan diriku ini boneka mu lagi, selama ini aku selalu memberikan apapun yang kau inginkan, bukan? Lantas mengapa kau masih tidak bisa membiarkanku bernapas lega, menjalani kehidupan ku yang seharusnya?! Ada satu hal yang harus kau tau, aku tidak akan pernah menuruti semua keinginan mu!" Jawab, Lu'er dengan tegas, lalu ia segera berjalan untuk dapat meninggalkan Ratu Fahrani sendirian.


Ratu Fahrani yang mendengar perkataan semacam itu dari Lu'er, dengan cepat ia mengangkat kepalanya, Wajahnya begitu sangat tidak menyangka. Lalu, ia segera memalingkan tubuhnya untuk dapat menatap Lu'er sambil berbicara dengan sedikit keras dan lantang kepadanya.


"Lin! Aku ini Ibumu?! Apakah saat ini kau telah menjadi seorang Anak yang pembangkang! Dahulu aku telah mengorbankan hidup dan matiku hanya untuk dirimu! Inikah balasan mu kepadaku Lin?! Lin, jawab aku!" Bentak, Ratu Fahrani yang terlihat begitu sangat kesal kepada Lu'er.


Lu'er kemudian segera menghentikan langkahnya, raut Wajahnya tampak dingin. Lalu, dia pun menjawab perkataan yang baru saja diucapkan oleh Ratu Fahrani kepada dirinya. Sambil terus menatap ke arah depan.


"Jika aku tau, akan jadi seperti ini, maka aku pasti meminta kepada Dewa untuk tidak pernah terlahir dari rahimmu, dengan begitu kau tidak perlu mengorbankan hidupmu untuk diriku, bukan?" jawab, Lu'er yang segera memalingkan Wajahnya ke arah samping kanan untuk dapat melirik Ratu Fahrani. Lalu, dengan segera ia melanjutkan langkahnya untuk dapat meninggalkan Ratu Fahrani sendirian.


"Apakah kau masih belum sadar juga? Aku bukankah Lin Putrimu, sampai kapan kau akan berhenti bersikap seperti ini kepada diriku? Jangan pernah mempermainkan ku, karena aku tidak bisa memberikan pengecualian kepada mereka orang yang berniat untuk menyingkirkan diriku." Dalam benak Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat kembali ke dalam Istana Kibo.