
Syurr...
Syurr...
Hembusan angin malam yang terasa sangat dingin, hingga menusuk tulang itu seakan tidak dirasakan oleh Pangeran Rui, tak lama kemudian Lu'er segera membuka pintu yang tertutup rapat dengan perlahan, ia menatap Pangeran Rui yang tengah memandangi langit malam.
Segera ia berjalan untuk dapat menghampiri Pangeran Rui, terlihat Lu'er tengah membawa semangkuk ramuan berwarna hitam pekat, didalam kedua lengannya.
"Pangeran... Ini adalah ramuan yang diperuntukkan Warga yang terkena wabah aneh itu." Ucap, Lu'er yang terlihat tengah berdiri tepat disamping Pangeran Rui.
Dengan perlahan Pangeran Rui menolehkan pandangannya ke arah samping kiri, ia menatap Wajah Lu'er yang terlihat sangat dingin. Lalu, ia sedikit merendahkan pandangannya untuk dapat melihat semangkuk ramuan yang telah Lu'er buat.
"Jadi ini ramuan yang kau maksud?" Kata, Pangeran Rui yang terlihat tengah menatap semangkuk ramuan berwarna hitam pekat itu.
"Hmm... Aroma ini?! Wanita ini mengapa ia terlihat semakin misterius saja? Hei siapakah kau sebenarnya?" dalam benak Pangeran Rui yang segera menatap Wajah Lu'er kembali.
"Jun... Terima semangkuk ramuan yang telah dibuat oleh Nona ini." Kata, Pangeran Rui yang segera menoleh ke arah samping kanan untuk dapat melirik Qin Jun.
Qin Jun yang mendengar titah dari Pangeran Rui segera ia menjalankan perintah darinya, perlahan ia mendekati Lu'er untuk dapat menerima ramuan yang diperuntukkan Penduduk Desa Phoenix itu. Saat itu juga Lu'er memberikan ramuan itu kepada Qin Jun, saat bersamaan Pangeran Rui kembali berbicara kepada Qin Jun.
"Jun bisakah kau tinggalkan kami sebentar, aku ingin sedikit berbicara dengan Nona yang sangat baik ini." Kata, Pangeran Rui yang terlihat sangat ingin berbicara dengan Lu'er tanpa adanya Qin Jun ditempat itu.
Lu'er segera melirik ke arah Qin Jun, Pria itu kemudian menatap Wajah Pangeran Rui sebelum ia meninggalkan Pangeran dan juga Lu'er, ia segera menjawab perkataan dari Tuannya itu.
"Baik, Pangeran, saya mohon undur diri." Dengan cepat Qin Jun berjalan ke arah halaman Rumah, lalu dengan cepat ia berlari seperti kilat.
Hanya dalam hitungan detik saja Lu'er sudah tidak lagi melihat Qin Jun ditempat itu. Hal itu membuat Lu'er yang melihatnya dibuat takjub akan keahlian dari Qin Jun.
"Wah... Jurus yang sangat bagus sekali, dia bukanlah Pria biasa, hmm... Jelas saja jika aku perhatikan lagi dia sepertinya begitu sangat setia dengan Pangeran Rui ini, mungkinkah seorang Pelayan yang kuat, sudi untuk melayani seorang Tuan yang lemah? Mustahil sekali! Pasti ada alasan lain mengapa Rui ini begitu sangat menghindari orang banyak dan memilih untuk mengasingkan diri." Dalam benak Lu'er yang segera menatap Wajah Pangeran Rui dengan perasaan curiga.
Pangeran Rui yang melihat sikap tersirat dari tatapan yang Lu'er berikan, membuat Pangeran Rui berpikir bahwa saat itu Lu'er tengah memikirkan sesuatu hal tentang dirinya.
"Nona, apakah kau tau sangat jarang sekali menjumpai seseorang yang berhati tulus seperti dirimu, memberikan pertolongan dengan cuma-cuma seperti ini, apalagi kita tidaklah saling mengenal, bukankah itu terlihat sangat tidak alami sekali? Hmm... Menurutmu bagaimana?" kata, Pangeran Rui yang masih menunjukkan raut Wajah tenang dihadapan Lu'er.
"Huh... Ternyata memang benar dugaanku, dia bukanlah seorang Pangeran yang biasa-biasa saja." Dalam benak Lu'er yang tengah menunjukkan raut Wajah manis dihadapan Pangeran Rui.
"Sungguh tidak disangka, Pangeran Rui ini begitu sangat teliti sekali, benar aku memang memiliki tujuan lain, tetapi ini tidak ada sangkut pautnya dengan diri Anda Pangeran." Jawab, Lu'er yang masih memperlihatkan senyuman manis dihadapan Pangeran Rui.
Pangeran Rui terdiam ketika mendengar perkataan dari Lu'er, ia juga tak ingin tau apakah tujuan yang dimaksud Lu'er itu. Jika tak itu memang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya, maka itu bukanlah urusannya.
"Hmm... Aku sungguh takjub dengan dirimu, kau mampu meracik ramuan dalam waktu singkat, apakah kau itu seorang tabib?" tanya, Pangeran Rui lagi sambil terus memperhatikan Wajah Lu'er dengan tegas.
Lu'er yang melihat bahwa Pangeran Rui tengah mencoba mencari informasi mengenai dirinya, membuat dirinya dengan cepat menjawab perkataan dari Pangeran Rui, sambil menyembunyikan senyumannya.
"Apakah Pangeran ini tengah mencoba untuk mencari tau siapa diriku? Apapun yang kau pikirkan jika itu adalah tenang kebaikan, maka anggap saja aku seperti itu, hari sudah hampir pagi, sebaiknya Pangeran segera beristirahat, tidaklah baik jika Anda terjaga sampai pagi, bukan?" kata, Lu'er yang segera melangkahkan kakinya untuk dapat meninggalkan Pangeran Rui sendirian.
Pangeran Rui yang melihat Lu'er berlalu begitu saja meninggalkan dirinya, membuatnya memalingkan kepalanya untuk dapat melirik Lu'er yang sudah berada dibelakangnya.
"Kemana kau akan pergi?" tanya, Pangeran Rui yang terlihat sangat penasaran.
Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat meninggalkan tempat itu, dengan perlahan ia menghentikan langkahnya. Lalu, ia segera menjawab perkataan dari Pangeran Rui tehadap dirinya.
"Itu bukanlah urusanmu Pangeran, hmm... Apakah kau khawatir jika kita tidak akan berjumpa lagi?" kata, Lu'er yang sedikit melirik ke arah belakang dengan raut Wajah penasaran.
Pangeran Rui tertegun ketika mendengar Lu'er mampu berkata semacam itu terhadap dirinya, dengan cepat Pangeran Rui meninggalkan pandangannya untuk dapat menatap ke arah depan, lalu ia segera berjalan untuk dapat memasuki Rumah.
"Ternyata kau ini berpikir terlalu tinggi, ya Nona, aku hanya khawatir jika ramuan yang kau berikan itu hanya akan membuat rakyatku semakin parah saja!" Kata, Pangeran Rui yang terlihat tengah menghentikan langkahnya saat berada didepan Pintu Rumah itu.
Lu'er yang mendengar perkataan dari Pangeran Rui membuat dirinya tersenyum geli.
"Hah... Tidak ada untungnya bagiku untuk melukai rakyatmu, jika aku ingin tidak mungkin dengan cara semacam ini, tetapi... Kau dapat menemuiku jika hal itu benar terjadi, oh iya... Terima kasih, aku pasti akan menjaga Ular ini dengan baik." Kata, Lu'er yang segera melirik ke arah samping kanan, untuk dapat melihat Sistem Dewi.
Sistem Dewi yang terlihat sudah mengerti apa maksud dari tatapan yang diberikan Lu'er kepada dirinya. Dengan perlahan ia mengeluarkan sinar biru, kemudian sinar itu segera menutupi tubuh Lu'er. Hanya dengan hitungan detik saja Lu'er sudah menghilang dari hadapan Pangeran Rui.
"Semoga kita dipertemukan lagi, hei... Misterius." Dalam benak Pangeran Rui yang terlihat tengah menatap ke arah tempat dimana Lu'er berpijak, dengan raut Wajah dingin penuh arti Pangeran Rui segera memalingkan pandangannya, lalu lengan kanannya segera mendorong Pintu yang tertutup rapat itu, segera ia berjalan untuk dapat masuk ke dalam Rumah.