
Putra Mahkota, Zhang Jiangwu yang mendengar perkataan dari Lin Yar an merasa sangat kesal dengan apa yang telah ia ucapkan, kedua lengannya mengepal dengan sangat kuat, terlihat suasana buruk tengah menyelimuti perasaan Putra Mahkota, bukan hanya itu ia juga sangat kecewa terhadap Selir utama yang tidak dapat membereskan pekerjaan semudah itu dengan baik.
"Beraninya kau berbicara seperti itu kepadaku! Lihatlah tengah berbicara dengan siapa kau saat ini?! Lin Yar'an sungguh tidak disangka ternyata kau adalah Wanita Ular yang sangat berbahaya, apakah kau tengah menipu kita semua dengan sikap kasihan yang selama ini kau tunjukkan kepadaku?! Sungguh Wanita murahan, jika bukan karena hanya ingin menjaga nama baikku dihadapan kedua orang tua ku, aku sungguh sangat tidak sudi menikahi Wanita lemah dan penyakitan seperti dirimu!" Bentak Putra Mahkota dengan perasaan marah kepada Lin Yar'an.
Lu'er yang tengah menatap tajam Wajah Putra Mahkota merasa semakin terpancing dengan perkataan yang ia berikan kepada dirinya.
"Hmh... Zhang Jiangwu biar aku perlihatkan siapakah diriku yang saat ini! Aku memiliki seribu cara untuk menyerangmu dan juga Selir kesayangan mu itu!" Dalam benak Lu'er, yang tengah menatap Wajah Putra Mahkota dengan tatapan dingin dan tajam yang sangat menusuk.
Tak lama kemudian salah seorang Pria yang tengah duduk disamping kanan, terlihat sangat tidak nyaman dengan kegaduhan didalam Ruangan Putra Mahkota yang disebabkan oleh Permaisuri Lin Yar'an.
"Permaisuri Lin Yar'an, mengapa kau datang kemari dengan hawa membunuh seperti itu, sebenarnya siapa yang begitu sangat ingin kau makan? Taukah kau, kelakuan mu ini sedang disaksikan oleh banyak orang yang tengah berada didalam Istana ini, dimana urat malu mu itu wahai Permaisuri Lin Yar'an yang terhormat." Ucap, Pangeran ketiga dengan tampang jijik ketika melihat Permaisuri Lin Yar'an.
"Hmh... Malang sekali nasibmu ini Yar'an, bukan hanya Suamimu saja yang tidak memperdulikan dirimu, melainkan semua orang yang berada ditempat ini seakan jijik ketika melihat diriku berada didalam Istana ini." Dalam benak Lu'er yang tengah memperhatikan semua orang yang tengah berada didalam Ruangan Putra Mahkota.
Sistem Dewi hampir saja lupa untuk menjelaskan secara rinci keluarga dari Kaisar Xiaming, dengan perlahan Sistem Dewi berbisik ditelinga kanan Lu'er untuk dapat menjelaskan secara rinci siapa saja yang tengah berada didalam Ruangan itu.
"Yang tengah berbicara padamu adalah Pangeran ke-tiga, dia bernama Minghao seorang Pria yang sangat dipercayai oleh Putra Mahkota, berhati-hatilah dia bukan orang yang mudah kau taklukkan." Ucap, Sistem Dewi yang tengah berbicara lirih kepada Lu'er.
Lu'er yang memahami perkataan dari Sistem Dewi, tanpa banyak perhitungan Lu'er segera membalas perkataan dari Pangeran ke-tiga.
"Tidak mungkin aku datang kemari untuk membunuh mu, bukan? Malu, tunggu sebentar... Untuk apa aku harus malu, aku datang kemari bukankah dengan tujuan yang baik? Tetapi kehadiran ku ternyata tidak disambut dengan baik, lantas siapa yang seharusnya merasa malu, Pangeran?" ucap, Lu'er dengan perkataan yang begitu sangat kuat, sehingga membuat Pangeran ke-tiga merasa terpojok akan ucapan dari Lu'er.