
Pagi hari didalam Istana Kibo. Saat itu fajar masih menunjukkan setengah tubuhnya.
Terdengar suara jeritan yang membuat Lu'er terbangun dari tidurnya.
Arrrhhh....!
Lu'er yang terkejut segera dia membuka sepasang Matanya dengan cepat. Kemudian, dia mulai bangkit dari baringannya. Sambil menunjukkan raut Wajah bingung.
"Suara apa itu?!" Kata, Lu'er dengan perasaan bingung.
Kemudian, dia mendengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan cukup cepat, dari arah luar kamarnya. Dengan cepat dia beranjak dari tempat tidur dan berjalan untuk dapat keluar dari dalam Kamarnya. Langkahnya cukup cepat, saat dia membuka Pintu kamar, tiba-tiba saja dirinya dikejutkan dengan Pangeran Xiuhuan yang sudah berdiri tegak dihadapannya.
"Astaga?! Mengapa kau bisa berada disini? Apa maumu?" tanya Lu'er dengan perasaan bingung.
Pangeran Xiuhuan menatap Wajah Lu'er dengan sangat dingin. Bola Matanya terlihat begitu sangat mengerikan. Lu'er yang merasa semakin bingung, segera dia memalingkan Wajahnya ke arah kanan, dilihatnya anggota Kerajaan, berjalan dengan sangat cepat ke arah Ruang bawah tanah.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi, aku harus melihatnya." Dalam benak Lu'er, dengan perasaan curiga.
Lalu, dia segera berjalan untuk dapat melihat situasi yang sebenarnya. Tanpa memperdulikan Pangeran Xiuhuan, Lu'er berlalu begitu saja. Akan tetapi Pangeran Xiuhuan yang terlihat sangat marah dengan cepat dia menggenggam tangan kiri Lu'er sangat erat.
Hal itu membuat Lu'er terkejut, lalu dia segera menoleh ke arah Pangeran Xiuhuan dengan raut Wajah bingung.
"Apa yang kau inginkan? Lepaskan!" Bentak, Lu'er dengan raut Wajah kesal.
Dia benar-benar sangat bingung dengan apa yang dilakukan oleh Pangeran Xiuhuan kepada dirinya.
"Ada apa dengan Pria ini?! Semakin lama dia semakin aneh saja!" Dalam benak Lu'er yang terlihat begitu sangat kesal kepada Pangeran Xiuhuan.
"Apakah semalam begitu sangat indah? Jadi aku akan bersaing dengan Pria itu untuk mendapatkan dirimu? Hm... Lin, siapapun Pria yang saat ini berada didekatmu, jika itu selain diriku. Maka dia aku pastikan hancur ditanganku!" Kata, Pangeran Xiuhuan dengan raut Wajah tegas dan dingin dihadapan Lu'er.
Lu'er begitu sangat terkejut, saat mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Pangeran Xiuhuan. Tiba-tiba saja Lu'er melihat bayangan Pangeran Xiuhuan yang tampak sangat berbeda, dan itu kali kedua Lu'er merasakannya.
"Hah! Dia... Mungkinkah?!" Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah mengingat suatu hal tentang Pangeran Xiuhuan.
Dengan cepat Lu'er menarik Tangannya yang digenggaman erat oleh Pangeran Xiuhuan. Lalu, Lu'er segera membalas perkataan yang baru saja diucapkan oleh Pangeran Xiuhuan kepada dirinya. Dengan raut Wajah dingin Lu'er terlihat begitu sangat tidak takut dengan Pangeran Xiuhuan.
"Silahkan saja! Usik dia, meskipun nantinya kau adalah seorang pemenang, jangan harap dapat memiliki hatiku!" Kata, Lu'er dengan raut Wajah serius dihadapan Pangeran Xiuhuan.
Pangeran Xiuhuan begitu sangat terkejut saat mendengar Lu'er berkata seperti itu kepada dirinya.
"Jadi kau benar-benar mencintai dirinya?!" Tanya, Pangeran Xiuhuan dengan perasaan kesal.
Lu'er yang masih berada dihadapan Pangeran Xiuhuan segera dia menjawab lagi pertanyaan dari Pria itu.
"Itu bukanlah urusanmu!" Ucap, Lu'er dengan raut Wajah dingin. Dia begitu sangat terganggu dengan Pangeran Xiuhuan.
Lalu, Lu'er berjalan dengan cepat untuk dapat meninggalkan Pangeran Xiuhuan. Pangeran Xiuhuan yang melihat hal itu dia segera tersenyum, dengan Wajah yang cukup mengerikan.
"Hmmm... Dia tidak mengelak, tetapi Lin, kau selamanya hanyalah milikku! Karena aku sudah memilih dirimu! Dan kau tidak dapat menolaknya!" Dalam benak Pangeran Xiuhuan yang memperhatikan Lu'er dari kejauhan.
Lu'er terdiam dingin, lalu dia mengingat kembali bayangan sosok dari Wanita yang selalu menemui dirinya dan juga Pangeran Xiuhuan.
"Mereka sama! Hah, mungkinkah... Tidak-tidak, jika aku menyimpulkan hal ini dengan cepat bisa saja masalahnya lebih dari ini?! Mengapa aku malah terjebak dalam situasi serumit ini?! Haih... Aku pikir semua akan berjalan dengan mudah, siapa sangka masalahnya akan menjadi seperti ini, siang nanti aku harus menemui Rui, apakah dia baik-baik saja?! Sungguh Pria yang bodoh! Mengapa dia harus seperti ini kepadaku?!" Dalam benak Lu'er yang segera berjalan untuk dapat menghampiri Ruang bawah tanah.