Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 58 ~ Rencana Apa Lagi?!



Setelah beberapa lama berbincang dengan Permaisuri Jia Li, Selir Dongli merasa bahwa saat itu Wanita yang tengah berada dihadapannya telah setuju untuk mengikuti dirinya. Kali ini Selir Dongli tidak akan ragu lagi untuk mengusik Lu'er. Tampang liciknya itu membuat siapapun yang memandangnya dapat mengerti bahwa Selir Dongli tengah menyiapkan hadiah untuk ia persembahkan kepada Lu'er.


Permaisuri Jia Li hanya terdiam, ia tak ingin menghalangi rencana yang sudah Selir Dongli buat, Permaisuri Jia Li kemudian kembali berbicara sebelum ia pergi meninggalkan Selir Dongli ditaman itu sendirian.


"Jika sudah tidak ada lagi yang ingin kau katakan kepadaku, maka aku akan pergi!" Kata Permaisuri Jia Li yang segera berjalan untuk dapat meninggalkan Selir Dongli, tatapannya terlihat sangat dingin. Dengan segera ia berlalu begitu saja melewati tubuh Selir Dongli.


Selir Dongli yang mendengar perkataan dari Permaisuri Jia Li dengan cepat ia memalingkan pandangannya ke arah samping kiri untuk dapat menatap Wanita itu. Lalu, ia segera menundukkan pandangannya sambil memberikan salam hormatnya kepada Permaisuri Jia Li.


"Terima kasih atas waktu yang telah Anda berikan kepada saya." Jawab, Selir Dongli yang terlihat tengah membungkukkan tubuhnya disamping tubuh Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li tak berkata sepatah katapun, dengan cepat ia meninggalkan taman. Selir Dongli terdiam saat melihat kepergian dari Wanita itu. Lalu, tubuhnya segera ia angkat, kini ia tengah berdiri dengan tegak sambil menatap langit biru yang sangat cerah itu.


"Lin Yar'an tunggu pembalasanku!" Dalam benak Selir Dongli, raut Wajahnya terlihat sangat dingin dan licik.


°^


Sedangkan didalam Kamar, terlihat Lu'er yang tengah duduk diatas Kursi sambil terus memperhatikan cermin besar dihadapannya. Ia baru saja selesai membersihkan diri, kini tubuhnya tengah dibalut busana berwarna jingga, bola Mata hijau itu tampak sangat tajam ketika menatap cermin.


"Hm... Mengapa sosok itu tidak muncul lagi?" dalam benak Lu'er yang terlihat sangat fokus memperhatikan cermin besar itu.


Sistem Dewi yang masih berada didalam Kamar Lu'er, terlihat ia tengah memperhatikan diri Lu'er yang sedari tadi terus memperhatikan dirinya sendiri yang berada didalam cermin. Hal itu membuatnya merasa bingung dengan apa yang tengah Lu'er lakukan.


"Apakah kau berpikir bahwa Wajahmu yang saat ini jauh lebih cantik dibandingkan dengan Wajah aslimu?" kata, Sistem Dewi yang terlihat tengah menatap diri Lu'er sambil mencoba untuk menggoda dirinya.


Lu'er yang terlihat masih sangat fokus memperhatikan cermin, dengan sedikit tertegun ia kemudian tersadar kembali bahwa saat itu didalam Kamarnya masih ada Sistem Dewi. Lu'er kemudian memalingkan pandangannya, dengan perlahan ia menatap Wajah Sistem Dewi dengan sangat dingin. Saat Sistem Dewi melihat tatapan tajam yang Lu'er berikan untuk dirinya, membuatnya merasa cemas dan gugup, ia saat itu tengah berpikir hal buruk tentang Lu'er.


"Hm... Jika dipikirkan lagi aku hanya sekali melihat sosok itu, pertemuan yang sangat tiba-tiba, tetapi... Setelah beberapa hari berlalu aku tidak pernah melihatnya lagi, eng... Mungkinkah sosok itu hanya akan muncul pada saat aku tidak mengharapkan kehadirannya?" dalam benak Lu'er yang masih menatap tajam Wajah Sistem Dewi.


Sistem Dewi yang melihat sikap Lu'er, membuat dirinya menerka-nerka suatu hal buruk telah terjadi dengan Majikannya itu.


"Astaga! Ada apa dengan dirinya?! Apakah karena terlalu sering meladeni orang jahat itu, kini Kakak cantik menjadi frustasi berat?!" Dalam benak Sistem Dewi, bola Mata hitam itu membelalak lebar dihadapan Lu'er.


"Kakak cantik, ada apa dengan dirimu?!" tanya, Sistem Dewi yang terlihat sangat resah.


"Apakah sebaiknya sosok Wanita itu aku tidak ceritakan kepada dirinya? Hmm... Jika dia mengetahui semua kehidupan Lin Yar'an, apakah dia juga mengetahui siapakah sosok Wanita itu?" dalam benak Lu'er yang masih menatap tajam Wajah Sistem Dewi.


Karena ia tidak ingin membuat Sistem Dewi itu semakin menerka jauh tentang dirinya, dengan cepat Lu'er menjawab ucapan yang sedari tadi sudah ditanyakan oleh Sistem Dewi kepada dirinya.


"Ah, aku tidak apa. Oh ya, Coco bisakah kau menceritakan secara detail kehidupan dari Lin Yar'an dimasa lalu kepadaku?" ucap, Lu'er yang terlihat tengah menatap Wajah Sistem Dewi dengan sangat serius.


Coco {adalah nama asal yang Lu'er berikan kepada Sistem Dewi, nama itu adalah sebuah tanda bahwa mereka kini telah menjalani hubungan yang cukup dekat}


Sistem Dewi yang mendengar Lu'er dengan tiba-tiba bertanya semacam itu kepada dirinya, membuat dirinya tersadar bahwa sedari tadi hal itulah yang tengah Lu'er pikirkan.


"Sudah aku katakan sebelumnya, Lin Yar'an adalah seorang Anak tunggal dari Raja Kaili dan juga Ratu Fahrani, dia seorang Putri yang memiliki kehidupan yang sangat sulit dan berat, lalu ia dijodohkan dengan Putra Mahkota sebagai cara agar ikatan tali persaudaraan antara Raja Kaili dan Kaisar Aximing semakin erat. Akan tetapi Putri malang itu malah mengalami kehidupan yang semakin membuat dirinya terpuruk." Jawab, Sistem Dewi yang tengah menjelaskan kehidupan Putri Lin Yar'an kepada Lu'er.


Lu'er yang mendengar setiap kalimat yang diucapkan oleh Sistem Dewi membuat dirinya tersadar, lalu pandangannya kembali ia arahkan tepat dihadapan cermin besar yang kini tengah menampakkan Wajah Putri Lin Yar'an.


"Ternyata benda bulat ini tidaklah mengetahui secara menyeluruh bagaimana masa lalu dari Putri Lin Yar'an, hmm...Memang benar, seharusnya akulah yang mencari tahu sendiri kebenarannya!" Dalam benak Lu'er yang tengah menatap tajam Wajahnya yang berada didalam cermin.


°^°^°


Sedangkan ditempat lain, terlihat Ratu Fahrani tengah berdiri tegak didalam ruangannya, raut Wajahnya tampak sangat senang.


"Jadi, semalam didalam Istana Kibo saat tidak ada Kaisar terjadi keributan antara Putra Mahkota dan juga Zhuting? Apakah kau tau mengapa masalah itu dapat terjadi?" kata, Ratu Fahrani yang segera melirik ke arah samping kanan untuk dapat melihat Pelayan Pria yang ia tugaskan untuk mengawasi setiap pergerakan didalam Istana Kibo.


Chao yang tengah bersujud dihadapan Ratu Fahrani segera ia menjawab pertanyaannya, sambil sedikit melirik Wajah Ratu Fahrani.


"Itu semua perbuatan dari Putri Lin sendiri, dialah yang telah berhasil menghasut Pangeran Zhuting agar murka terhadap Putra Mahkota, kini saya melihat Putri Lin sudah benar-benar berbeda, dia bukan lagi seorang Putri yang mudah untuk ditindas." Ucap, Chao yang tengah memberikan penjelasan kepada Ratu Fahrani.


Ratu Fahrani terdiam dingin ketika mendengar ucapan dari Pelayannya itu. Ia juga telah menyadari perubahan yang sangat besar akan sikap dan sifat Putri tunggalnya itu.


"Hmmm... Sungguh tidak disangka, kini dia bukanlah seorang Putri yang lemah, syukurlah setidaknya dia tidak akan pernah dilukai oleh Jia Li. Namun, jika Jia Li mengatakan sesuatu kepada Lin maka tamatlah aku! Aku harus bisa mengambil hatinya yang kini sangat dingin itu, aku adalah Ibunya, Lin pasti akan berpihak kepadaku!" Dalam benak Ratu Fahrani yang terlihat tengah memikirkan sesuatu didalam pikirannya.