
Tak lama kemudian Lu'er segera memasuki Ruangan Kaisar, saat Lu'er baru saja melangkahkan kakinya untuk dapat memasuki Ruangan itu, kehadirannya ternyata memang sudah disambut dengan sorot dari sepasang Bola Mata tajam yang terus memperhatikan dirinya, Lu'er sungguh amat tidak memperdulikan hal semacam itu.
Raut Wajahnya sungguh sangat tenang, ketika ia berhadapan dengan Kaisar pun tak terlihat perasaan gugup ataupun cemas dalam dirinya.
"Salam Hormat kepada Anda Kaisar, semoga Anda selalu diberi umur yang panjang, ada apakah gerangan sehingga Kaisar yang maha agung begitu sangat ingin berjumpa dengan Lin?" ucap, Lu'er yang terlihat tengah memberikan salam hormatnya kepada Kaisar Aximing.
Kaisar Aximing yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah dingin dan tajam dihadapan Lu'er, dengan segera ia menjawab pertanyaan dari Lu'er dengan tegas.
"Lin Yar'an, aku mendapatkan sebuah kabar jika ada seorang Pria yang menemui dirimu? Bahkan Pria itu kau persilahkan untuk memasuki Kamarmu? Benarkah begitu Lin?!" Kata, Kaisar Aximing dengan raut tatapan tajam ketika tengah berbicara kepada Lu'er.
Lu'er yang mendengar perkataan dari Kaisar Aximing dengan segera ia mengangkat Kepalanya untuk dapat menatap diri Kaisar, dengan suasana hati yang terlihat begitu sangat tenang Lu'er kembali berbicara kepada Kaisar Aximing.
"Jika Lin boleh tau, siapakah gerangan yang memberikan informasi semacam itu terhadap diri Anda Kaisar?" jawab, Lu'er masih menunjukkan sikap tenang dan sedikitpun tidak menunjukkan emosinya, meskipun saat itu ia tengah difitnah oleh seseorang.
"Selir Fengying lah yang telah melihatnya sendiri! Benarkah begitu Lin?! Apakah benar kau telah menghianati Putra Mahkota?!" Kata, Kaisar Aximing yang terlihat sudah sangat murka, karena dia memanglah memiliki tempramen yang sangat buruk.
"Mohon maaf Kaisar Aximing yang agung, izinkan saya bertanya terlebih dahulu kepada Selir Fengying, jika benar ada seseorang yang memasuki Kamar, bagaimana rupa dari Pria itu? Dan bagaimana dia dapat dengan mudahnya masuk ke dalam Kamar saya? Dapatkah Anda menjawabnya?" kata, Lu'er yang segera menatap Wajah Selir Fengying dengan tatapan dingin.
"Hmh... Aku ingin lihat seberapa hebat keahlianmu dalam berakting!" Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Selir Fengying.
Selir Fengying tertegun ketika mendengar perkataan dari Lu'er, ia begitu sangat tidak menyangka Lu'er dapat mempertanyakan hal sedetail itu kepada dirinya.
"Aku tidak terlalu melihatnya dengan jelas, tetapi aku sangat yakin dia memasuki Kamarmu secara diam-diam, karena saat aku ingin menyelidikinya lagi entah mengapa aku diserang sekelompok Lebah, dan juga dua ekor Ular berbisa! Aku yakin itu adalah perbuatan dari Pria simpananmu itu! Mengaku saja Permaisuri Lin, semua sudah sangat jelas!" Ucap, Selir Fengying yang terlihat tengah membela dirinya dihadapan Lu'er dan juga semua orang yang berada didalam Ruangan Kaisar Aximing.
Lu'er yang mendengar perkataan dari Selir Fengying dengan sedikit tersenyum tipis Lu'er pun kembali berbicara kepada Selir Fengying dan juga semua orang yang tengah berada ditempat itu.
"Hmm... Jika kau tidak mampu melihatnya dengan jelas, bagaimana mungkin kau dapat berkata dia adalah seorang Pria? Dan dia juga memasuki Kamarku? Ini terlihat begitu sangat aneh bukan, tidak mungkin dia dapat menyerangmu dengan seekor Lebah ataupun seekor Ular berbisa, jika dia adalah kekasihku untuk apa dia membawa seekor Ular? Tidak mungkin bukan dia adalah seorang Dewa yang sudah dapat mengetahui semuanya? Perkataanmu ini sungguh tidak masuk diakal, hanya ada satu hal yang dapat aku simpulkan kau telah berdusta!" Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menatap Wajah Selir Fengying dengan tajam. Namun, tetap ia tunjukkan sikap tenang dihadapan semua orang yang melihatnya.
Semua orang yang mendengar perkataan dari Lu'er tampak terpinga-pinga, tatapan yang diberikan oleh mereka semua terlihat jelas raut Wajah gugup dan perasaan tidak menyangka. Namun, Pangeran Xiuhuan yang juga berada ditempat itu terlihat tengah memperhatikan Lu'er dengan perasaan senang dalam dirinya.
"Hmh... Ternyata benar dugaanku, pertunjukan ini akan menjadi begitu sangat mengasyikkan." Dalam benak Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er.
Selir Fengying yang tampak mati kutu dibuat Lu'er, dia hanya mampu menelan ludahnya sambil menggenggam erat telapak tangannya, lalu karena ia tidak ingin kalah dengan Lu'er. Selir Fengying kembali berbicara kepada Lu'er.
"Aku tidak berdusta! Mungkin saja Pria itu telah merencanakan semua ini dengan dirimu sebelum hari ini tiba!" Sangkal Selir Fengying yang terlihat semakin panik akan semua perkataan yang diucapkan oleh Lu'er kepada dirinya.
Lu'er yang terlihat begitu sangat tidak butuh membuang energinya hanya untuk seekor lalat, dengan perlahan ia menghela napasnya sambil kembali berbicara kepada Selir Fengying.
Kaisar Aximing yang melihat Lu'er tengah menatapnya dengan begitu sangat dingin, membuat dirinya kembali teringat akan Raja Kaili.
"Fengying kau tidak seharusnya mengusik Lin Yar'an, semua perkataan yang dia ucapkan benar adanya, dia sedari tadi tampak tenang seperti air yang mengalir, sedangkan dirimu terlihat menggebu-gebu seperti kobaran api yang tidak dapat dikendalikan! Ada apa sebenarnya dengan dirimu Lin?! Kau tampak berbeda jauh sekali perbandingannya!" Dalam benak Kaisar Aximing yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan serius.
"Selir Fengying, karena dugaanmu ini tidak benar, maka aku akan menghukum dirimu, atas tindakan pencemaran nama baik dari Istri sah Putra Mahkota!" Ucap, Kaisar Aximing yang terlihat begitu amat murka kepada Selir Fengying.
Lu'er yang mendengar perkataan dari Kaisar Aximing dengan segera ia menambah ucapannya.
"Mohon maaf Kaisar Aximing yang terhormat, bolehkah jika hukuman itu Lin sendiri yang memberikannya?" ucap, Lu'er dengan raut Wajah tenang dihadapan Kaisar Aximing.
Kaisar Aximing yang mendengar perkataan dari Lu'er dengan segera ia membalas perkataan dari Lu'er.
"Tentu saja." Ucap, Kaisar Aximing yang terlihat dengan mudahnya membiarkan Lu'er mengambil alih.
Lu'er tersenyum licik sungguh ia merasa puas ketika Kaisar Aximing mengizinkan dirinya yang memberikan hukuman kepada Selir Fengying.
"Baik kalau begitu, Lin ingin Selir Fengying tidur didalam ruang bawah tanah selama seminggu, dan mendapatkan hukum cambuk! Dan itu Lin sendiri yang melakukannya!" Ucap, Lu'er dengan tatapan dingin ketika tengah menatap Wajah Selir Fengying.
Semua orang yang berada ditempat itu terlihat begitu sangat tertegun ketika mendengar perkataan dari Lu'er, mereka amat tidak menduga Lu'er begitu sangat kejam.
Kaisar Aximing yang mendengar perkataan dari Lu'er sungguh dirinya amat tidak menyangka. Namun, karena itu adalah sebuah hukuman yang sudah diberikan oleh Lu'er maka Kaisar Aximing hanya mampu menyetujuinya.
"Baiklah! Pengawal bawa Selir Fengying ke dalam ruang bawah tanah! Dan cambuk dia seperti apa yang diinginkan oleh Lin Yar'an!" Ucap, Kaisar Aximing yang terlihat tengah mengindahkan perkataan dari Lu'er.
Selir Fengying tertegun ketika mendengar hukuman yang diberikan oleh Lu'er kepada dirinya. Dengan segera Selir Fengying bangkit dan bersujud dihadapan Kaisar Aximing sambil memohon agar hukuman itu dapat sedikit diringankan.
"Kaisar Aximing yang agung, hamba mengaku salah, hamba seharusnya tidak berkata seperti itu terhadap Permaisuri Lin, mohon jangan bawa hamba ke dalam ruangan bawah tanah, hamba mohon kebijaksanaan dari Anda Kaisar." Ucap, Selir Fengying yang terlihat tengah bersujud dihadapan Lu'er dan juga Kaisar Aximing.
Lu'er yang melihat hal itu dengan raut Wajah dingin Lu'er segera berbicara kepada Selir Fengying sambil meletakkan lengannya diatas dagu.
"Saat kau memfitnah diriku, apakah itu terlihat begitu sangat bijak? Apakah kau tau sakit seperti apa yang tidak akan pernah ada obatnya?! Itu adalah ketika hatimu disakiti! Jika kau pikir aku ini sangatlah kejam, maka pikirkanlah seperti apa dirimu! Banyak orang yang dapat menilai orang lain dengan sangat cerdas, tetapi sayangnya ia begitu sangat bodoh ketika ia berhadapan dengan dirinya sendiri!" Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Selir Fengying.
Lalu dengan segera Lu'er berjalan untuk dapat mendekati Selir Fengying, yang saat itu tengah bersujud dihadapan Kaisar Aximing.
"Fengying! Ingat satu hal, ketika seseorang melempar sebuah Batu, maka jangan harap ia akan mendapatkan sebuah emas! Aku tunggu dirimu didalam ruang bawah tanah, Pengawal cepat bawa Selir Fengying!" Kata, Lu'er yang segera menatap ke arah Pengawal Istana yang terlihat masih berdiam diri.