
Dengan segera kedua Pengawal yang saat itu tengah berada diluar ruangan Kaisar Aximing, berjalan untuk dapat mendekati Selir Fengying, dan membawanya untuk menuju ruang bawah tanah.
Selir Fengying tampak cemas, ketika ia mendengar perkataan dari Lu'er yang begitu amat berani, tatapannya pun sungguh berbeda dengan dirinya yang terdahulu, seakan tatapan itu adalah sebuah isyarat yang memiliki arti bahwa "Jangan macam-macam dengan diriku" Selir Fengying tentu saja tidak ingin berada didalam ruang bawah tanah, ia kemudian segera berbicara kepada Lu'er sambil memohon ampun agar Lu'er mau melepaskan dirinya.
"Saya mohon ampun, Permaisuri Lin... Ternyata saya salah sangka, saya tidak bermaksud untuk memfitnah Anda, sungguh... Tolong maafkan atas ke salah pahaman ini, sesungguhnya Anda adalah Permaisuri dari Putra Mahkota yang paling bijaksana, saya mohon ampun Permaisuri Lin...." Ucap, Selir Fengying yang terlihat tengah bersujud dihadapan Lu'er.
Semua orang yang melihat sikap dari Selir Fengying amat ketakutan akan Lu'er membuat mereka memasang raut Wajah muram, terlebih lagi Permaisuri Jia Li aura dingin dan kesal tampak jelas ia perlihatkan, dia yang sedari tadi terus memperhatikan setiap langkah dari Lu'er membuat dirinya tak mampu tinggal diam.
"Hmh... Aku sungguh sangat tidak menyangka ternyata Lin begitu sangat sulit untuk ditindas! Perubahan sikap yang begitu sangat drastis membuat diriku harus menyusun rencana baru untuk menyingkirkan dirinya dari Istana ini untuk selamanya! Jika aku tak mampu membalaskan dendam kepada Fahrani, aku masih bisa meluapkan semua rasa sakit hati ini kepada Putrinya! Ingatlah pembalasan akan jauh lebih sakit dibandingkan dengan perbuatan yang telah kau berikan!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap dingin diri Lu'er.
Lu'er yang tengah menatap dingin Selir Fengying dengan perlahan ia melirik ke arah samping kanan, dilihatnya tidak ada satupun orang yang berani membantu Selir Fengying, bahkan Kaisar pun dengan mudahnya menyetujui permintaan darinya.
"Semua memang terlihat begitu sangat aneh! Aku ingin lihat sampai kapan kalian akan tetap menggunakan topeng itu dihadapanku?!" Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah mencuri pandang ke arah para Pangeran dan juga Bundanya.
Tak lama kemudian Lu'er kembali menatap Selir Fengying dengan raut Wajah dingin. Sambil sedikit mengangkat Kepalanya Lu'er segera menjawab perkataan dari Selir Fengying.
"Mengapa baru sekarang kau berkata seperti itu dihadapanku?! Fengying, aku rasa kau telah salah menjadikan diriku ini musuhmu!" Dengan segera Lu'er melirik ke arah kedua orang Pengawal Istana yang tengah berdiri dibelakang tubuh Selir Fengying, dengan tegas Lu'er segera memerintahkan kepada para Pengawal itu untuk membawa Selir Fengying pergi dari hadapannya. "Cepat bawa dia pergi dari hadapanku! Aku sungguh amat jijik melihat tampangnya!" Kata, Lu'er dengan raut Wajah dingin.
Kedua Pengawal itu kemudian segera menjalankan titah dari Lu'er, dengan cepat mereka menarik lengan Selir Fengying untuk dapat dibawa pergi menuju ruang bawah tanah. Selir Fengying yang terlihat sangat enggan untuk meninggalkan Ruangan Kaisar, ketika ia telah berdiri dihadapan Lu'er air Mata segera tumpah, ia benar-benar memohon ampun agar Lu'er tidak menghukum dirinya.
"Permaisuri Lin... Saya mohon tolong ampuni saya... Ini hanyalah sebuah ke salah pahaman saja, ampuni kecerobohan saya ini... Saya mohon Permaisuri Lin." Ucap, Selir Fengying yang terlihat tengah memohon dihadapan Lu'er.
Lu'er kemudian segera menyilangkan kedua lengannya diatas perut, raut Wajahnya tampak dingin, alis sebelah kanan terangkat tinggi, dengan cepat ia mengayunkan lengan kanannya untuk dapat menampar Wajah Selir Fengying dengan sangat keras.
"Sungguh memalukan! Ternyata kebodohanmu melebihi seorang Anak yang idiot!" Ucap, Lu'er yang terlihat begitu sangat geram terhadap Selir Fengying.
"Mengapa jadi aku yang menanggung malu?! Mengapa jadi aku yang mendapatkan perlakuan buruk ini?! Mengapa?! Lin Yar'an tunggu pembalasanku!" Dalam benak Selir Fengying yang terlihat begitu sangat kesal kepada Lu'er.
Dengan segera kedua Pengawal itu membawa Selir Fengying secara paksa, Selir Fengying hanya terdiam, tak ada satupun orang yang membantu dirinya, padahal ia sungguh sangat percaya dihari itu ia yang akan mendapatkan sebuah sanjungan dari Permaisuri Jia Li juga Putra Mahkota.
Lu'er yang masih terdiam dingin, kemudian dia segera menoleh ke arah samping kanan, dilihatnya Kaisar Aximing tengah menatap Lu'er dengan raut Wajah tegang dan cemas.
"Ada satu hal yang ingin Lin sampaikan kepada Anda Kaisar! Lebih bijaklah dalam menerima informasi dari siapapun itu, jika hari ini Lin tidak mampu berbicara, apakah mungkin Anda akan mendapatkan sebuah kebenaran? Lin mohon undur diri." Ucap, Lu'er yang segera bergegas untuk dapat meniggalkan ruangan Kaisar Aximing.
Kaisar Aximing sungguh tak menyangka saat Lu'er berkata semacam itu kepada dirinya, Permaisuri Jia Li yang mendengar perkataan dari Lu'er tampaknya ia sudah tidak mampu menahan amarahnya lagi dihadapan Kaisar Aximing, dengan nada bicara yang cukup tinggi Permaisuri Jia Li menambahkan perkataan disela-sela kesunyian yang mulai memenuhi ruangan Kaisar Aximing.
"Lin Yar'an! Tidak sepantasnya kau berbicara se-lancang itu terhadap Kaisar, apakah kau pikir dirimu itu sudah benar-benar seorang Wanita yang sangat cerdas?! Sehingga kau mampu menasehati Kaisar yang terhormat?!" Sambung Permaisuri Jia Li yang segera bangkit dari duduknya sambil menatap tajam tubuh Lu'er.
Lu'er yang tengah berjalan dengan segera ia menghentikan langkahnya ketika ia mendengar Permaisuri Jia Li berbicara kepada dirinya. Dengan perlahan Lu'er segera memalingkan tubuhnya untuk dapat menatap Permaisuri Jia Li.
"Maaf, jika perkataan Lin membuat diri Anda merasa tidak nyaman Permaisuri, tetapi Lin tidak ada sedikitpun niat untuk menyinggung perasaan Kaisar Aximing yang terhormat! Kenyataannya memang seperti itu bukan, Permaisuri... Banyak orang yang sebenarnya cerdas, namun sayangnya... Mereka akan terlihat sangat bodoh, dan bertindak ceroboh ketika emosi telah menguasai diri mereka!" Jawab, Lu'er dengan tegas ketika tengah menatap Wajah Permaisuri Jia Li dengan sangat dingin.
"Hati ini akan menjadi suatu momen yang tidak akan pernah bisa kalian lupakan, terlebih lagi kau Jia Li!" Dalam benak Lu'er yang masih menatap Wajah Permaisuri Jia Li dengan dingin.
Permaisuri Jia Li tampak semakin kesal akan perkataan dari Lu'er, ia tau betul saat itu Lu'er tengah menyendir dirinya.
"Kurang ajar! Beraninya dia menyebutku bodoh!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang tampak semakin kesal.