
Lu'er yang masih menatap Wajah Wanita asing itu, terlihat dia merasakan sebuah kejanggalan terhadap sekelompok orang itu.
Tidak lama kemudian Wanita itu segera menatap Wajah Lu'er dengan sangat dingin. Semula bola Mata merah yang dia miliki tengah menatap tajam Wajah Lu'er. Kemudian, tidak lama setelah itu. Tampaknya sepasang Bola Mata hijau yang begitu indah.
Lu'er tertegun ketika melihat hal semacam itu. Ternyata Wanita itu dapat menyamar menjadi dirinya. Tidak ada satupun yang tertinggal, dari ujung Kaki hingga ujung Kepala begitu seiras dengan dirinya.
"Hm.... Jadi seperti itu." Dalam benak Lu'er yang masih memperhatikan Wajah Wanita asing itu.
Tak lama kemudian, Wanita itu segera berlari agar dapat menghampiri Lu'er dengan gerakan yang begitu sangat cepat, bahkan Lu'er tidak mampu melihat setiap pergerakannya. Ditambah lagi kabut merah itu masih saja menutupi pandangannya.
Lu'er sungguh tidak mampu melihat apapun ditempat itu, semuanya tertutup kabut merah. Bahkan dia tidak mampu mendengar suara apapun lagi ditempat itu, sedangkan Sistem Dewi yang tengah berada disamping Lu'er tiba-tiba saja merasa sangat bingung, karena sinyal penghubung antara dia dan Lu'er dengan segera terputus. Kini, Sistem Dewi tidak mampu berkomunikasi dengan Lu'er dalam beberapa waktu.
"Ada apa ini? Kekuatan ini telah membekukan penghubung diantara aku dan Lu'er! Jika seperti ini, bagaimana aku bisa membantu Lu'er, Kakak cantik semoga engkau beruntung dan selalu mendengarkan permintaanku kepadamu!" Kata, Sistem Dewi lalu, dengan perlahan tubuh Bulannya menghilang dari tempat itu. Dan meninggalkan Lu'er sendirian.
Lu'er sempat merasa bingung dan sedikit panik. Lalu dia kembali berpikir tenang, karena dia sadar kecemasan hanya akan menciptakan masalah baru bagi dirinya.
"Huft..." Lu'er, membuang napas dengan perlahan, lalu dia segera menutup sepasang Matanya. Dadanya terasa begitu sangat sesak, dan itu begitu sangat menyakitkan, karena sudah terlalu lama ia menghisap aroma dari kabut merah itu.
"Ukhuk...." Darah merah kemudian keluar dari dalam Mulut Lu'er, hal itu dikarenakan dia memang belum memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menghadapi Musuh yang sekuat itu. Dia yang masih memejamkan Matanya kemudian berbisik dalam hati "Apapun pasti bisa aku lakukan, asalkan aku selalu mempercayai diriku sendiri! Ayolah Lu'er, kau pasti bisa!" Dalam benak Lu'er kemudian dengan tiba-tiba Bunga Si yang tengah berada didalam Lengan baju Lu'er, mengeluarkan sinar keemasan.
Wanita asing itu tampak tengah berjalan sambil membawa sebilah Pedang tajam dan runcing didalam genggaman Tangannya. Dengan tatapan licik, dia berjalan untuk dapat menusuk tubuh Lu'er. Langkahnya begitu sangat cepat. Kini, Pedang yang tengah ia genggam segera mengeluarkan sinar hitam yang begitu sangat pekat.
Lu'er yang tengah berdiri sambil menutup sepasang Matanya itu, tampak begitu sangat tenang. Lalu, tangkai Bunga Si segera merambat mengikat Lengan kiri Lu'er. Kemudian, sepasang Mata dengan bola hijau itu terbelalak lebar, sambil mengeluarkan sinar keemasan.
Secara bersamaan saat Wanita itu akan menyerang Lu'er, tangkai hijau muda dari Bunga Si menjalar keluar dan mengikat Lengan kanan Wanita itu. Hal itu sungguh membuat Wanita itu terkejut, begitu juga dengan Lu'er. Akan tetapi, ia merasa begitu sangat bersyukur. Karena dia dapat melihat kekuatan dari Bunga Si yang sesungguhnya.
Dengan cepat Ular Batu merah keluar dari dalam persembunyiannya, tampak Mulut yang semula kecil itu, tampak begitu sangat besar dan mengerikan dengan semua racun yang membasahi taring tajam dan runcing itu. Ia semburkan racun dari Mulutnya agar dapat mengenai Wajah dari Wanita itu, akan tetapi karena dia tersadar dengan hal itu. Secepat mungkin Wanita itu menghindarinya.
"Gawat!" Dalam benaknya, raut Wajah itu begitu sangat gugup saat melihat pergerakannya sudah terdeteksi oleh Lu'er.
Racun itu memang dapat dia hindari, dan gagal untuk mengenai Wajahnya, akan tetapi racun yang telah tersembur keluar, segera menetes membasahi jari-jemari Kakinya. Ular Batu merah kemudian membalikkan Kepalanya ke arah Lu'er dengan raut Wajah sedih. Lu'er yang melihat hal itu, lalu dia segera tersenyum tipis.
"Hm... Tidak masalah, itu tidak terlalu buruk!" Ucap, Lu'er kepada Ular Batu merah.
Kemudian, dia segera menarik Lengannya agar dapat Wanita itu dapat mendekati dirinya. Tubuh Wanita itu terseret untuk berjalan ke arah Lu'er, saat tengah saling berhadapan. Segera Lu'er berbicara kepada Wanita itu dengan tegas juga begitu amat dingin.
"Tidak ada yang bisa menirukan diriku! Kau begitu sangat cantik, apakah Ratumu tidak menginginkanmu untuk dia jadikan santapan malam? Ataukah mungkin, kau adalah bentuk pengecualian? Hm..." Kemudian Lengan kiri Lu'er secara perlahan tengah bergerak untuk dapat merebut Pedang yang tengah Wanita asing itu genggam.
Wanita itu tampak tengah menatap Lu'er dengan sorot dari bola Mata hijau yang begitu sangat tajam. Racun dari Bunga Si saat itu telah menyebar memasuki pembuluh darahnya dengan begitu sangat cepat.
"Kau... Kau bukanlah seorang Manusia!" Ucap, Lu'er dengan tegas, kemudian Lengan kirinya kini dapat merebut Pedang milik Wanita asing itu dengan begitu cepat. Tidak lama kemudian Pedang yang telah berhasil dia dapatkan segera dia lemparkan ke atas Kepalanya.
Wanita asing itu begitu sangat terkejut ketika melihat apa yang baru saja Lu'er lakukan, kemudian Lengan kiri dari Wanita itu segera mengangkat ke atas agar dapat meraih Pedangnya. Namun, sayangnya Pedang itu dapat lolos dari tangkapannya. Lengan kanan Lu'er yang telah terangkat ke atas segera menggenggam erat Pedang milik Wanita itu.
Dan, dengan cepat Lu'er menusuk Wanita itu menggunakan Pedangnya sendiri. Sungguh Lu'er begitu sangat tidak menyangka ketika melihat darah yang keluar bukanlah berwarna merah, melainkan hitam pekat, dan beraroma busuk. Bahkan karena aromanya mengundang sekelompok Burung Gagak hitam. Yang saat itu tengah hinggap diatas dahan Pohon besar.
"Hueek....!" Lu'er, begitu sangat tidak sanggup akan aroma yang begitu amat menyengat itu, kemudian Lu'er segera berjalan mundur ke arah belakang, aroma itu membuat tubuhnya bergetar. Dan terjatuh diatas rumput hijau.