Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 44 ~ Melalui Perantara.



Pangeran Xiuhuan terlihat tengah mencium bibir Lu'er dengan sangat lama, kemudian dia membuka mulutnya, dijulurkan lidah panjangnya yang sudah terdapat dan Buah persik diujung pangkal lidahnya, dengan cepat ia memasukkan Buah itu ke dalam Mulut Lu'er.


Lu'er yang terlihat masih tampak kesakitan, begitu sangat kuat mencengkram pakaian Pangeran Xiuhuan, raut Wajahnya yang semula memerah dan terlihat kesakitan berangsur-angsur membaik, apa panas yang berada didalam tubuh Lu'er seakan sirna karena Pangeran Xiuhuan telah memberikan ia penawarannya.


Dengan perlahan Pangeran Xiuhuan melepaskan ciuman itu, Lu'er yang masih terpejam dengan cepat ia membuka sepasang Matanya, bola Mata hijau itu tampak sangat bulat, ia begitu sangat tertegun akan apa yang telah terjadi dengan dirinya. Pangeran Xiuhuan kemudian menatap Wajah Lu'er dengan tatapan penuh perhatian.


Lu'er begitu sangat tidak menyangka, seorang Pria yang dianggap lemah juga bodoh itu ternyata memiliki sifat yang sangat mulia.


"Kau?! Tubuhku?! Apa yang...." Kata, Lu'er yang terlihat tengah menatap bingung Pangeran Xiuhuan.


Pangeran Xiuhuan terus memperhatikan diri Lu'er, kemudian ia kembali berbicara kepada Wanita itu dengan nada bicara yang sangat lembut.


"Maaf... Aku tidak bermaksud lancang kepada dirimu, saat itu situasinya.... Hmh...." Ucap, Pangeran Xiuhuan yang segera menggenggam lengan Lu'er agar Wanita itu tidak terus menarik pakaiannya.


Lu'er seakan tak bisa mempercayai hal itu, kemudian dia segera menggenggam lengan Pangeran Xiuhuan yang saat itu juga tengah menggenggam lengan kanannya. Kini kedua lengan Lu'er tengah menggenggam erat lengan kanan Pangeran. Dengan tatapan yakin Lu'er segera berbicara kepada Pangeran Xiuhuan dengan tegas.


"Terima kasih! Atas bantuanmu! Aku akan selalu mengingat kebaikan ini, jadi jangan pernah sungkan untuk meminta bantuanku, kapanpun!" Kata, Lu'er yang terlihat tengah menatap Wajah Pangeran Xiuhuan dengan yakin.


Pangeran Xiuhuan yang melihat sikap dari Lu'er semula membuat dirinya tertegun. Namun, dengan perlahan senyuman tipis yang sangat manis itu segera menghiasi Wajah Pangeran Xiuhuan.


"Sepertinya Anak haram seperti diriku ini, tidaklah pantas mendapatkan balas budi darimu." Timpal Pangeran Xiuhuan yang masih menatap Wajah Lu'er dengan lembut.


Lu'er yang mendengar perkataan semacam itu dari Pangeran Xiuhuan membuat dirinya tersentak, ia sungguh sangat tidak menyangka ternyata Pangeran Xiuhuan masih mempermasalahkan statusnya.


"Tidak masalah, siapapun kau, apapun status dan masa lalumu, jika kau adalah orang yang telah membantu diriku, maka akupun memiliki tugas yang serupa!" Kata, Lu'er yang terlihat begitu sangat tegas dalam berucap, tatapan Matanya tampak tajam saat melihat Wajah Pangeran Xiuhuan.


"Baiklah, aku akan selalu mengingatnya, sepertinya sangat tidak pantas jika kita berlama-lama ditempat semacam ini?" ucap, Pangeran Xiuhuan yang segera memperhatikan suasana didalam taman belakang Istana.


Lu'er yang baru tersadar jika ia masih berada didalam taman belakang Istana dengan segera merasakan kehangatan dan itu berasal dari lengannya yang tengah menggenggam erat telapak tangan Pangeran Xiuhuan. Dengan cepat Lu'er segera menarik kedua lengannya, lalu ia cepat-cepat bangkit dari tempatnya.


Lu'er kemudian berjalan untuk dapat meninggalkan Pangeran Xiuhuan. Namun, sebelum ia pergi Lu'er sempat menghentikan langkahnya dengan perlahan ia sedikit melirik ke arah belakang untuk dapat menatap Pangeran Xiuhuan.


"Kau benar! Aku harus pergi! Sekali lagi terima kasih atas bantuannya!" Dengan segera Lu'er berjalan untuk dapat meninggalkan Pangeran Xiuhuan sendiri didalam taman Istana.


Pangeran Xiuhuan yang melihat Lu'er telah menjauh darinya, tampak Pangeran Xiuhuan menunjukkan raut Wajah dingin. Dengan cepat ia mengepalkan lengannya sambil berbisik dalam hati.


"Aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini! Kalian harus membayar mahal atas apa yang telah kalian lakukan!" Dalam benak Pangeran Xiuhuan, lalu ia segera pergi meninggalkan taman belakang Istana dengan langkah cepat.


°^


Sedangkan disisi lain, terlihat Lu'er tengah menunjukkan raut Wajah dingin, dia begitu sangat kesal dan tidak bisa menerima semua perbuatan dari Permaisuri Jia Li begitu saja.


"Darah dibayar dengan darah! Bukan Lu'er namanya jika tidak mampu membalasnya!" Dalam benak Lu'er, tatapannya begitu sangat dingin, langkahnya sangat cepat.


"Ah...! Mataku...! Sial! Mengapa Zhang Jiangwu melakukan hal semacam ini terhadap diriku!" Ucap, Pangeran ke dua yang terlihat begitu sangat kesal.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Pangeran ke dua dengan segera ia memasang senyum licik yang menghiasi Wajahnya, tanpa berpikir panjang Lu'er berjalan untuk dapat menghampiri Pangeran ke dua, dengan tatapan dingin Lu'er mendekati Pria itu.


"Dasar baj*ng*n! Beraninya kau masuk ke dalam Kamarku! Dan berniat untuk melecehkanku!" Ucap, Lu'er yang segera menampar Wajah Pangeran ke dua dengan sangat keras.


Pangeran ke dua yang tertegun dengan segera ia berjalan mundur ke belakang, Wajah Pangeran ke dua tampak ketakutan ketika mendengar suara Lu'er yang terlihat begitu sangat murka dengan dirinya.


"Jangan... Jangan sakiti aku! Aku mohon Lin! Aku tidak pernah memiliki niat untuk melakukan hal semacam itu kepada dirimu! Aku pun dijebak oleh Zhang Jiangwu! Pria brengsek itulah yang telah merencanakan semua ini! Aku mohon, jangan lukai aku!" Ucap, Pangeran ke dua yang terlihat tengah menghindari Lu'er dengan perasaan takut dalam dirinya.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Pangeran ke dua, tampak sangat tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Sungguh ikatan persaudaraan yang sangat rapuh sekali!" Dalam benak Lu'er yang masih menatap dingin Wajah Pangeran ke dua.


"Jika kau tau, kau telah dijebak! Lantas apakah kau terima? Aku rasa, kau harus membalasnya! Hmh, apakah kau tau? Jia Li begitu sangat mendukung hubungan Nuan dengan Zhang Jiangwu!" Kata, Lu'er yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah licik dihadapan Pangeran ke dua.


Pangeran ke dua yang mendengar perkataan dari Lu'er, begitu sangat tidak menyangka, ia merasa sangat kesal saat mendengar hal itu.


"Kurang ajar! Ternyata benar dugaanku! Mereka semua telah bekerjasama!" Ucap, Pangeran ke dua dengan perasaan kesal dalam dirinya.


Lu'er terlihat sangat puas saat ia telah berhasil menghasut Pangeran ke dua, jadi saat ini ia tidak perlu membuang banyak energi untuk menghancurkan keluarga Kaisar.


"Hmh! Dengan begini! Keluarga kalian akan hancur!" Dalam benak Lu'er yang tengah menatap tajam Wajah Pangeran ke dua.


"Kak Lin... Aku mohon sembuhkanlah Mataku, aku tidak dapat melihat apapun! Aku sangat ingin membalas perbuatan mereka, aku mohon Kak." Balas, Pangeran ke dua yang segera menggenggam lengan Lu'er dengan sangat erat.


Lu'er yang tertegun akan sikap dari Pangeran ke dua dengan segera ia menepis lengan Pangeran ke dua, lalu Lu'er segera mengelap lengannya dengan pakaiannya sendiri, tatapannya begitu sangat dingin dan jijik ketika ia melihat sikap dari Pangeran ke dua.


"Sudah buta! Tidak kusangka, ia masih bisa menyentuhku!" Dalam benak Lu'er yang terlihat begitu sangat kesal.


Tak lama kemudian Lu'er segera memasukkan telapak tangan kanannya ke dalam lengan bajunya yang sebelah kiri, ia kemudian menyentuh tangkai dari Bunga Si, serbuk hitam itu memenuhi jari telunjuk Lu'er, dengan cepat Lu'er segera mengoleskan serbuk itu pada kedua Mata Pangeran ke dua.


Pangeran ke dua tampak tertegun tak menyangka, kini kedua Matanya dapat melihat seperti sedia kala. Namun, rasa sakit itu masih terasa dan itu cukup membuat dirinya merasa tidak nyaman.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan! Jika perkerjaamu memuaskan, maka aku akan menyembuhkan dirimu!" Balas, Lu'er lalu ia segera berjalan untuk dapat meninggalkan Pangeran ke dua sendirian.


Pangeran ke dua hanya terdiam ketika melihat Lu'er pergi meninggalkan dirinya, raut Wajahnya begitu sangat muram, Pangeran ke dua tampak tidak terima akan apa yang telah dilakukan oleh Putra Mahkota dan juga Bundanya.


"Aku sungguh sangat tidak menyangka! Karena kalian, saat ini aku harus berhadapan dengan Rubah Licik itu! Jia Li, Zhang Jiangwu akan aku balas perbuatan kalian!" Dalam benak Pangeran ke dua yang terlihat tengah mengepalkan lengannya, lalu dengan cepat ia berjalan untuk dapat memasuki ruangan Permaisuri Jia Li.