Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 09 ~ Meninggalkan Istana Elpis.



Sang Putra Mahkota, yang melihat kelakuan dari Permaisuri Lin Yar'an sungguh sangat tidak menyangka, dengan beraninya Lin Yar'an melakukan hal itu terhadap Pangeran ke-tiga.


Zhang Jiangwu yang merasa sangat tidak mempercayai apa yang telah ia lihat tentang perubahan dari Lin Yar'an, ia bahkan sempat berpikir bahwa orang yang tengah berada dihadapannya bukanlah Permaisuri Lin Yar'an melainkan orang lain, jika bukan karena Wajah mereka sangat serupa mungkin Putra Mahkota sudah berpikir demikian.


"Ada apa dengan dirinya? Mengapa dia sangat berbeda?! Bukankah dia hanyalah seorang Putri penyakitan yang lemah dan mudah untuk disingkirkan, tetapi mengapa kedatangannya malam ini mampu membuatku mengubur semua pemikiranku selama ini?!" Dalam benak Putra Mahkota yang tengah menatap Lu'er dengan Wajah kaku.


"Lin Yar an, Wanita bodoh! Cepat lepaskan!" Perintah Pangeran ke-tiga yang terlihat sangat kesakitan ketika lengannya tengah digenggaman oleh Lu'er.


"Mengapa bisa seperti ini? Lin Yar'an sebelumnya hanyalah Wanita lemah yang gampang sekali ditindas, tetapi mengapa ia begitu sangat berani untuk melawan, bukan hanya itu dia juga terlihat sangat kasar." Dalam benak Selir Fengying yang tengah menatap Lu'er dengan perasaan resah.


"Lin Yar'an, aku perintahkan sekarang juga cepat lepaskan tanganmu dari lengan Adik ke-tiga, atau aku akan benar-benar menghukum dirimu!" Bentak Putra Mahkota yang terlihat sangat marah kepada Lu'er, lalu Putra Mahkota segera berjalan untuk dapat menghampiri Pangeran ke-tiga dan juga Lu'er.


Lu'er yang hanya terdiam sambil menekan sangat kuat lengan Pangeran ke-tiga, tampak begitu sangat tenang ketika melihat kedatangan dari Putra Mahkota yang akan menghampiri dirinya, Lu'er sebenarnya hanya menekan biasa pergelangan tangan Pangeran ke-tiga, mungkin karena dia dijaman modern adalah seorang Wanita yang suka belajar seni bela diri, membuat dirinya mampu melakukan teknik dasar seperti itu.


"Lin Yar'an, cepat lepaskan lenganmu itu!" Bentak Putra Mahkota dengan perasaan marah kepada Lu'er.


Setelah beberapa saat, Lu'er akhirnya melepaskan genggamannya, lengan kiri Lu'er mendorong tubuh Pangeran ke-tiga dengan cukup kuat, hampir saja Pangeran ke-tiga terjatuh. Namun, karena ada Putra Mahkota yang tengah berdiri dibelakangnya mampu menahan tubuh Pangeran ke-tiga.


"Kakak, lihatlah dia melukai diriku, jika aku tertular penyakitnya bagaimana? Kau harus memberikan pelajaran berharga kepada Lin Yar'an." Ucap, Pangeran ke-tiga yang tengah menyentuh lengan kanannya yang terasa sangat sakit karena genggaman dari Lu'er yang sangat kuat, terlihat tanda merah yang cukup dalam pada pergelangan tangan Pangeran ke-tiga.


Putra Mahkota yang melihat hal itu merasa sedikit tidak yakin ketika ingin memberikan hukuman kepada Lu'er, sepasang bola Mata hijau yang tengah menatap Wajahnya tampak begitu sangat dingin dan tajam, Putra Mahkota merasa bahwa Permaisuri yang saat ini bukanlah Wanita lemah yang mudah untuk ditindas.


"Lin Yar'an, kelakuanmu ini sungguh sangat keterlaluan, jika kabar ini sampai terdengar oleh Kaisar mungkin dia juga tidak akan mengampuni dirimu." Ucap, Putra Mahkota yang tengah menatap Wajah Lu'er dengan perasaan gugup.


Lu'er yang masih menatap Wajah Putra Mahkota dengan tajam, segera ia tersenyum tipis dihadapan Putra Mahkota dan juga Pangeran ke-tiga, semua orang yang tengah memperhatikan Lu'er terlihat tengah tertegun ketika melihat Lu'er tersenyum dengan tampang yang sangat mengerikan.


"Aku tidak takut sama sekali, katakan semua kejadian dimalam ini kepada Kaisar, karena sebenarnya aku sudah sangat menantikan hal ini akan diketahui oleh semua orang bukan hanya Kaisar saja." Dengan tersenyum licik Lu'er terlihat tengah mengisyaratkan sebuah maksud tertentu kepada Putra Mahkota.


Putra Mahkota dan juga Adiknya Minghao yang mendengar perkataan dari Lu'er, terlihat sangat tidak menyangka bahwa Permaisuri Lin Yar'an dapat selicik itu.


"Tidak, masalah dimalam hari ini tidak boleh sampai diketahui oleh Kaisar, Lin Yar'an yang sekarang bukanlah dia yang dahulu, aku yakin dia pasti akan membuatku berada dalam masalah, Lin Yar'an! Awas kau!" Dalam benak Putra Mahkota yang tengah menatap Wajah Lu Er dengan perasaan gugup.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Pangeran ke-tiga sungguh membuat dirinya ingin tertawa, apalagi ketika melihat Putra Mahkota yang tidak dapat berkata-kata lagi setelah ia membuat Pria itu terpojok.


"Aku sangat menantikannya, Pangeran!" Ucap, Lu'er yang segera berjalan untuk dapat keluar dari dalam Ruangan Putra Mahkota, ia berjalan dengan santai sambil tersenyum puas.


Semua orang yang tengah berada didalam Ruangan itu terlihat sangat tidak menyangka dengan apa yang telah diperbuat oleh Lu'er, Pangeran ke-lima yang melihat Lu'er akan pergi meninggalkan Istana, terlihat ia memberikan senyuman manis kepada Lu'er.


Lu'er yang tengah berada diluar Istana tengah berjalan untuk meninggalkan Istana Elpis, ia terlihat sangat puas dengan apa yang telah ia lakukan kepada para Pangeran itu.


"Kakak, ternyata kau sangat hebat sekali, apakah kau lihat tadi bagaimana tampang dari Putra Mahkota dan juga Pangeran ke-tiga? Haha... Mereka seperti anak ayam yang ketakutan jika digigit oleh Musang, haha... Kakak, kau hebat sekali." Ucap, Sistem Dewi yang terlihat sangat senang, ia seakan tidak mampu menahan tawanya.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Sistem Dewi, membuat dirinya merasa tidak suka dengan peribahasa yang dia buat.


"Musang, bapakmu!" Ucap, Lu'er yang segera menatap Sistem Dewi yang tengah berada disamping kanannya.


Sistem Dewi yang melihat Lu'er marah kepadanya, membuat dirinya merasa bersalah. Namun juga perasaan senang yang tiada tara.


"Hehe... Janganlah marah Kakak cantik, tetapi aku sungguh sangat puas ketika melihat Putra Mahkota tidak dapat berkutik lagi, haha...." Sistem Dewi yang terlihat sangat senang terus tertawa sampai tersedak.


"Ukhuk... Ukhuk... Ahh, ukhuk...." Sistem Dewi yang terlihat tengah tersedak karena tertawa terlalu puas.


Lu'er yang melihat Sistem Dewi tengah menderita, dengan nada bicara dingin ia kembali berbicara sambil memperhatikan Sistem Dewi.


"Mengapa? Sudah ingin mati?" ucap, Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat meninggalkan Istana Elpis.


Sistem Dewi yang mendengar perkataan dari Lu'er, tampak terkejut dengan segera Sistem Dewi menatap Wajah Lu'er dengan tampang kesal.


"Sungguh jahat sekali Majikanku ini, huhuhu...." Sikap manja segera ditunjukkan oleh Sistem Dewi kepada Lu'er.