
Hari itu masih terang, tak lama kemudian saat ia tengah berjalan untuk dapat memasuki Istana, dengan segera seekor Merpati putih menghampiri dirinya sambil membawa sesuatu didalam cengkeramannya.Lu'er yang sedikit tertegun segera ia memalingkan pandangannya ke arah Merpati putih itu, lalu ia angkat lengan kanannya, seketika Merpati putih itu hinggap diatasnya.
Lu'er terdiam sejenak kemudian dia melirik ke arah gulungan yang dibawa oleh Merpati putih itu, ia mengambil dengan perlahan, lalu Lu'er segera berbicara kepada Merpati itu dengan suara tegas. Lu'er tampak bingung siapakah orang yang telah memerintahkan seekor Merpati untuk menemui dirinya. Lalu, segera Lu'er kembali melangkahkan kakinya sambil berjalan mendekati ujung Istana Kibo. Di sana Lu'er tengah berdiri tegak sambil terus memperhatikan gulungan itu.
"Apakah ini dari Fahrani? Aih tidak mungkin juga, dari warna tali pita yang mengikatnya pun sudah jelas berbeda." Kata, Lu'er yang tengah memperhatikan tali pita berwarna putih, ternyata diujung tali itu terdapat sebuah tulisan yang mampu membuat Lu'er tersadar dari manakah asal gulungan itu.
Di lepaskannya dengan perlahan, pita yang tengah mengikat gulungan kertas berwarna putih itu. Kemudian dia mulai melihat dan membaca isi dari gulungan tersebut.
~Isi Surat~
Aku tanyakan kepada malam mengapa hati kian temaram.
Namun, ia seakan bungkam tanpa tau arah pasti yang mendalam.
Membilang detik tanpa hampa.
Mengukur waktu kian berdebu.
Hanya itu yang terasa, saat bertatap muka dirasa lena.
Lu'er terdiam ketika telah usai membaca isi surat yang dibawa oleh Merpati putih itu. Tidak lama kemudian muncul suara dari samping kirinya, dan hal itu membuatnya tersentak.
"Wah... Sudah ku duga, Pangeran Rui memang telah jatuh hati kepada dirimu." Ucap, Sistem Dewi yang tiba-tiba saja muncul disamping tubuh Lu'er.
Dengan cepat Lu'er memalingkan Wajahnya untuk dapat menatap Sistem Dewi, dengan perlahan ia menggulung kembali surat yang tengah ia genggaman itu.
"Apakah kau merasa kecewa?" jawab, Lu'er lalu ia segera memalingkan kembali Wajahnya untuk dapat menatap seekor Merpati putih yang masih berada diatas lengan kanannya itu.
"Meskipun Pangeran Rui itu sangatlah tampan, tetapi aku ini masih lelaki yang normal! Ehem.. Sungguh tidak disangka Wanita galak seperti dirimu dapat disukai oleh seorang Pangeran yang sangat menawan seperti dirinya? Sungguh ini adalah sebuah keajaiban." Ucap, Sistem Dewi yang terlihat tengah menggoda Lu'er.
Lu'er yang masih menatap Burung Merpati putih, perlahan ia menunjukkan senyum manis dihadapan Burung itu. Lalu, Lu'er segera berbicara kepadanya, tanpa memperdulikan perkataan dari Sistem Dewi.
"Katakan kepada dia, mengapa harus merindu jika mampu untuk bertemu." Ucap, Lu'er yang segera mengangkat Lengan kanannya untuk mengizinkan Burung itu meninggalkan dirinya.
Merpati putih itu, hanya terdiam. Kemudian dia segera mengepakkan sayapnya untuk dapat meninggalkan Lu'er. Segera Lu'er memalingkan tubuhnya dilihatnya Sistem Dewi yang tengah tersenyum dihadapan Lu'er.
"Apakah sudah cukup melihatnya?" kata, Lu'er yang terlihat sangat tegas dihadapan Sistem Dewi.
Sistem Dewi kemudian segera berbicara kepada Lu'er, sambil ia memalingkan tubuhnya.
"Itu adalah pengakuan dari Pangeran Rui, dan aku rasa dia pasti akan menemui dirimu, lantas bagaimana kau akan menghadapinya?" ucap, Sistem Dewi yang terlihat begitu tegas ketika ia mengungkapkan pertanyaannya kepada Lu'er.
Lu'er menghela napasnya, lalu dia segera membalas pertanyaan yang diberikan oleh Sistem Dewi kepada dirinya.
"Tidak masalah, itu hanya sebuah pengakuan, jika ia ingin berjumpa denganku, maka dia pasti akan melakukannya, lagipula aku juga sudah menantikan kehadirannya." Balas, Lu'er. yang tengah memalingkan Wajahnya ke arah samping kiri.
Tidak berselang lama. Ia mendengar suara keras seorang Pengawal Istana Kibo yang tengah berbicara lantang dihalaman Istana, segera Lu'er memalingkan tubuhnya untuk dapat menyaksikan apa yang telah terjadi.
"Kaisar Aximing telah tiba!" Kata, Seorang Pengawal Istana.
Tidak lama kemudian Lu'er mendengar suara langkah kaki dari sepatu Kuda yang tengah memasuki halaman Istana. Ternyata saat itu Kaisar tidak sendiri, ia bersama dengan Ayahnya Raja Kaili. Lu'er terlihat sangat penasaran akan hal itu. Saat Lu'er mengira hanya akan bertemu dengan Raja Kaili, ternyata ia salah, dibelakang Kuda yang tengah ditunggangi oleh Kaisar dan juga Raja Kaili, terlihat Tandu hijau yang tengah memasuki halaman Istana.
"Hmm... Sepertinya tidak lama lagi akan ada sesuatu yang sangat menarik." Kata, Lu'er yang segera memalingkan pandangannya ke arah dalam Istana Kibo, dilihatnya Permaisuri Jia Li tengah berjalan untuk dapat menyambut kedatangan dari Kaisar Aximing.