Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 40 ~ Licik.



Lu'er tampak begitu sangat tak acuh akan perjumpaannya kali itu dengan Pangeran Xiuhuan, awalnya ia begitu sangat penasaran akan masa lalu dari Pangeran Xiuhuan. Namun, Lu'er kembali berpikir untuk apa dia terlalu memikirkan seorang Anak haram, yang tidak ada kaitannya dengan dirinya.


"Kakak... Kau begitu dingin terhadap Pangeran ke lima? Waktu itu bukankah kau begitu sangat ingin mengetahui asal usul dari Pangeran Xiuhuan? Tetapi... Mengapa saat ini kau begitu sangat tidak memperdulikannya?" ucap, Sistem Dewi yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan raut Wajah bingung.


Lu'er yang saat itu tengah berjalan untuk dapat memasuki Kamarnya, ketika ia mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Sistem Dewi membuat dirinya terdiam sejenak, lalu Lu'er segera menoleh ke arah samping kanannya untuk dapat menatap Sistem Dewi yang berada disampingnya.


"Aku pikir apa untungnya mencampuri urusan orang lain, jika itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan diriku? Hmh... Atau maksudmu...." Ucap, Lu'er yang terlihat tengah mendapatkan sebuah pemikiran yang menurutnya itu juga yang telah dipikirkan oleh Sistem Dewi.


Sistem Dewi tertegun ketika melihat tampang Lu'er yang tampak begitu sangat bersemangat, Sistem Dewi merasa sangat bingung sebenarnya apa yang telah Lu'er pikirkan, ia takut pemikiran Wanita itu bertolak belakang dengan dirinya.


"Aku berpikir jika Majikan bisa berdamai dengan Pangeran Xiuhuan dan mengetahui semua rahasianya maka itu akan memberikan keuntungan besar baginya, meskipun masalah Pangeran tidak ada kaitannya dengan Majikanku, tetapi dia akan mendapatkan kekuatan baru, karena membantu seseorang yang lemah itu juga termasuk ke dalam sebuah Misi." Dalam benak Sistem Dewi yang terlihat tengah tersenyum kaku dihadapan Lu'er.


Lu'er dengan perlahan memalingkan pandangannya ke arah belakang, untuk dapat memastikan bahwa Pangeran Xiuhuan sudah tidak berada didekatnya.


"Jika aku bisa mendekati Xiuhuan, mungkin saja aku dapat memanfaatkan dirinya, seseorang yang bodoh dan lemah jika jatuh ke tangan Wanita hebat seperti diriku, pastilah dia akan menjadi seorang Pria yang hebat, dan saat itu juga aku bisa mengandalkan Xiuhuan setidaknya di tempat ini aku masih memiliki seseorang yang mau mendukung diriku! Dia terkenal sebagai seorang Pangeran yang bodoh, mudah tertindas, dan juga memiliki hidup yang sangat malang, jika aku datang kepadanya untuk menjadi seorang penolong bukankah nantinya dia akan tau diri, dan membalas budi atas kebaikanku! Ahh.. Lu'er kau memang Wanita yang sangat cerdas! Ini seperti menyelam sambil minum air, bukan!" Dalam benak Lu'er yang segera menatap ke arah depan, dengan tatapan Mata yang begitu sangat licik Lu'er sepertinya telah memiliki sebuah rencana besar.


Lu'er kemudian kembali berjalan untuk dapat kembali ke dalam Kamarnya, dan juga ia berniat untuk membersihkan tubuhnya yang baginya tampak kotor dan menjijikkan karena telah bersentuhan dengan Selir Fengying.


°^°


Sedangkan ditempat lain, tampak Ratu Fahrani tengah berjalan didalam Istana Wai tansu. Namun, langkahnya berhenti begitu saja ketika melihat Seorang Wanita liar yang baru saja menggoda Suaminya.


Ratu Fahrani yang masih sangat kesal atas apa yang telah terjadi dengan dirinya, dengan langkah cepat ia segera berjalan menuju taman Istana di sana tampak Wanita liar itu tengah duduk di atas Kursi sambil memakan beberapa Buah segar yang telah disediakan oleh Pelayan.


"Humh! Sungguh tidak tau malu?! Wanita yang tidak memiliki harga diri seperti dirimu, ternyata masih memiliki Muka untuk tetap berada didalam Istanaku ini!" Kata, Ratu Fahrani yang terlihat tengah berdiri dibelakang Wanita itu dengan tatapan kesal.


Wanita itu dengan santainya melirik ke arah Ratu Fahrani, tanpa rasa takut sama sekali. Dengan nada bicara tegas ia membalas perkataan dari Ratu Fahrani, sambil memakan buah anggur yang saat itu tengah berada didalam genggamnya.


"Hmh?! Meskipun aku ini hanyalah Wanita bayaran, tetapi setidaknya aku tidak gila tahta seperti dirimu! Menghalalkan segala cara, sampai-sampai kau rela memberikan Anakmu sendiri kepada Musuh! Ingat hei... Jika bukan karena Raja Kaili, mungkin saat ini statusmu itu masih sama seperti diriku! Hanya rakyat jelata!" Kata, Wanita itu yang segera menatap tajam Wajah Ratu Fahrani.


Ratu Fahrani yang mendengar perkataan dari Wanita liar itu tampak raut Wajah kesal, dan murka dihadapannya, Ratu Fahrani begitu sangat tidak terima akan ucapan dari Wanita yang dia anggap hina itu.


"Apakah Raja sialan itu yang telah membeberkan semua rahasiaku kepada Wanita hina ini! Jika Lin sampai mengetahuinya, semua akan menjadi sangat kacau!" Dalam benak Ratu Fahrani yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah benci dihadapan Wanita itu.


"Tutup Mulutmu dasar Wanita hina! Sungguh lancang kau berani berkata seperti itu dihadapanku! Akan aku bunuh kau!" Ucap, Ratu Fahrani yang segera menampar Wajah Wanita itu dengan begitu sangat keras, sampai membuatmu dirinya terjatuh ke atas tanah.


Wanita itu tampak tertegun ketika menerima tamparan dari Ratu Fahrani, lalu ia segera tersenyum licik, sambil tertawa kecil, Kepalanya segera ia angkat dengan tatapan dingin Wanita itu segera berbicara kepada Ratu Fahrani.


"Heh... Haha... Apakah semua perkataanku ini benar adanya? Jika Putrimu itu tau bagaimana sifat asli dari Ibunya, aku yakin sangat yakin... Dia juga pasti begitu sangat malu memiliki Ibu seperti dirimu!" Ucap, Wanita itu dengan tatapan tajam yang terlihat begitu sangat menantang Ratu Fahrani.


Ratu Fahrani yang tampak begitu sangat kesal, dan juga panik, dengan segera ia menarik Pakaian Wanita itu dengan sangat kuat, Pisau tajam yang tengah berada diatas piring berisikan buah-buahan segar segera ia genggam, Wanita itu begitu sangat tertegun, Wajahnya tampak gugup dan pucat ketika melihat tindakan dari Ratu Fahrani yang begitu sangat membabi buta.


"Apa... Apa yang akan kau lakukan?!"Wanita itu tampak ketakutan dengan sikap yang telah ditunjukkan oleh Ratu Fahrani kepada dirinya.


"Aku ini seorang Ratu! Aku bisa melakukan apapun di wilayahku ini! Pergilah ke Neraka! Dasar Wanita hina!" Ucap, Ratu Fahrani yang segera menusuk tubuh Wanita itu tepat pada jantungnya dengan sangat keras.


Wanita itu tampak kesakitan, darah mulai mengalir dari bibirnya, sebelum ia menghembuskan napas terakhir Wanita itu ternyata masih sempat mengancam Ratu Fahrani dengan lantang.


"Dasar pembunuh! Dasar pembunuh! Aku yakin kau pasti akan mati ditangan Putrimu sendiri! Dan keinginanku ini pasti akan terwujud!" Ucap, Wanita itu yang terlihat tengah menahan sakit akibat tusukan dari sebilah Pisau tajam yang menusuk jantungnya.


"Mimpi saja kau! Lin tidak akan pernah melakukan hal bodoh semacam itu! Karena bagaimanapun juga aku adalah Ibunya! Mati kau!" Kata, Ratu Fahrani yang terlihat tengah menusuk tubuh Wanita itu berkali-kali dengan sekuat tenaga, sampai pada akhirnya Wanita itu mati ditangannya.


Ratu Fahrani yang melihat telah berhasil membunuh Wanita itu, dengan segera ia tertawa ketika melihat Wanita itu berhasil mati ditangannya.


"Haha... Dia sudah mati! Selama aku menjauhkan Lin dari Raja maka rahasiaku aman, haha... Dan untuk Permaisuri malang itu, mana mungkin dia berani membeberkan masa kelamnya itu kepada Lin, dia begitu sangat mencintai reputasinya dihadapan semua orang!" Ucap, Ratu Fahrani yang terlihat tengah mengangkat kedua tangannya yang sudah berlumuran darah segar.


Tak lama kemudian Ratu Fahrani segera memalingkan tubuhnya, lalu dia segera memanggil nama seseorang.


"Chao!" Panggil Ratu Fahrani yang terlihat tengah menatap ke arah langit yang sudah mulai memerah.


Sangat kebetulan sekali pada hari itu sebagian Penjaga Istana sedang tidak berada didalam Istana, sehingga suasana disekitar Istana tampak sunyi, pada saat itu Raja tengah pergi untuk dapat berjumpa dengan Ibunya yang sedang sakit keras didalam kediaman Adik Perempuannya.


Tak lama kemudian terlihat bayangan hitam yang melesat ke arah Ratu Fahrani, terlihat Chai tengah bersujud dihadapan Ratu Fahrani, dia sedikit melirik ke arah samping dilihatnya ada seorang Wanita yang telah tidak bernyawa.


"Apa yang bisa saya lakukan, Ratu?" ucap, Chao yang segera menundukkan pandangannya.


Ratu Fahrani dengan tegas menjawab pertanyaan dari Chao sambil menatap dingin dirinya.


"Aku ingin, kau buang jasad Wanita ini, sejauh mungkin, jangan sampai ada satupun orang yang mengetahuinya! Apa kau mengerti?! Dan satu hal lagi, bersihkan tempat ini!" Kata, Ratu Fahrani dengan raut Wajah tegas.


Chao kemudian mengangkat Kepalanya, dengan tatapan dingin Chao membalas ucapan dari Ratu Fahrani.


"Saya mengerti." Ucap, Chao yang segera bangkit dari duduknya, lalu dengan cepat ia membersihkan tempat itu menggunakan kekuatan yang ia miliki, kini tempat itu kembali seperti sedia kala.


Setelah itu Chao segera membawa Wanita itu pergi dari hadapan Ratu Fahrani.


Ratu Fahrani hanya terdiam dingin, raut Wajahnya tampak begitu sangat mengerikan, ketika melihat Chao telah pergi meninggalkan dirinya, Ratu Fahrani bergumam sebelum ia meninggalkan tempatnya.


"Rencana yang telah aku susun, tidak akan pernah aku biarkan hancur begitu saja!" Ratu Fahrani kemudian segera berjalan untuk dapat membersihkan diri didalam tempat pemandian.