Cruel Empress

Cruel Empress
Chapters 91 ~ Salah Paham.



Pangeran Xiuhuan yang melihat sikap dari Lu'er semakin dingin kepadanya, membuat Pria itu menjadi sangat curiga.


"Mengapa dia bisa berada di sini? Mungkinkah, itu karena Lin? Hmm... Jadi seperti itu." Dalam benak Pangeran Xiuhuan yang segera memalingkan tubuhnya dan berjalan ke dalam sebuah ruangan.


Lu'er terlihat kembali tenggelam dalam lamunannya. Tak lama kemudian, dia melihat seekor Burung merpati putih yang menghampiri dirinya, hal itu membuatnya cukup terkejut. Lalu, Lu'er segera menghentikan langkah kakinya, sambil menatap Burung merpati putih itu.


Lu'er terdiam, kemudian dia melihat Kaki dari Burung merpati itu yang tengah mencengkram kertas yang tergulung dengan pita merah. Lu'er mengangkat tangan kanannya dan dia segera mengambil gulungan kertas itu.


"Ada apa dengan Rui?" dalam benak Lu'er yang sudah mengetahui siapa pengirim dari surat itu. Perlahan, Lu'er membuka pita merah yang mengikatnya, lalu dia mulai membuka kertas yang menggulung itu.


"Temui aku sekarang juga, saat ini aku sedang berada dijembatan dekat taman Kota, tidak jauh dari Istana." ( Isi Surat )


Lu'er segera menggulung kertas itu lagi, lalu dia melihat ke arah Burung merpati yang berada disampingnya.


"Pergilah, aku akan segera menemuinya." Kata, Lu'er yang menurunkan tangannya sambil memperhatikan Burung merpati milik Pangeran Rui.


Tak lama kemudian Burung merpati itu pergi, seperti biasa dia hanya terdiam tanpa suara.


"Hmm, baru saja aku ingin menemuinya, dan bahkan sekarang dia yang memintaku untuk datang padanya, kira-kira ada masalah apa dengannya? Atau jangan-jangan karena luka itu! Aduh gawat, aku harus segera menemui Pria malang itu." Ucap, Lu'er yang segera berjalan untuk dapat masuk ke dalam Kamarnya.


Saat sudah berada didalam Kamar, Lu'er segera membuka Jendela yang tertutup dengan rapat itu, lalu dia mulai meloncat ke bawah, langkahnya cukup cepat, saat bertemu dengan tembok yang cukup tinggi dan besar, Lu'er mencoba untuk dapat meraih bagian teratas, mungkin karena sudah terbiasa Lu'er dapat melaluinya dengan cukup mudah.


"Hah... Berhasil." Kata, Lu'er yang segera meninggalkan Istana Kibo.


Taman Kota.


Saat sudah berada di Taman Kota, Lu'er mulai memperhatikan sekitar, tampaknya dia tengah mencari keberadaan dari Pangeran Rui.


"Dimana dia?" gumam Lu'er yang tengah memperhatikan sekitar, lalu pandangannya tertuju pada seseorang yang tengah berada diatas Jembatan besar.


Terlihat Pangeran Rui yang sudah mengganti Pakaiannya. Pria itu tengah memainkan sebuah lagu menggunakan Suling yang dia bawa.


"Ah itu dia, apa yang sedang dilakukannya di sana?" gumam, Lu'er yang terlihat penasaran dengan Pangeran Rui. Lalu, dia segera melambaikan Tangannya, dan berteriak kepada Pangeran Rui. "Hai, Rui...!" Ucapnya, yang tengah berada didekat kerumunan orang banyak.


Pangeran Rui yang tengah memejamkan Matanya, segera dia membukanya dengan perlahan. Dilihatnya Lu'er yang tengah berjalan ke arahnya, sambil melambaikan Tangan kepadanya. Pangeran Rui hanya tersenyum kecil saat melihat Lu'er.


Lu'er kemudian berjalan untuk dapat menghampiri Pria itu. Dengan langkah cepat tanpa memperhatikan orang lain yang berada disampingnya, bahkan Lu'er hampir menabrak seseorang yang membawa sesuatu diatas Kepalanya.


"Haih, hampir saja." Ucap, Lu'er yang segera menghindar dari orang itu.


"Hah... Apa yang ingin kau sampaikan padaku?" tanya Lu'er yang sudah berada dihadapan Pangeran Rui.


Pangeran Rui yang tengah memperhatikan Wajah Lu'er, dia sempat terdiam sejenak ketika melihat Wanita itu. Lalu, Pangeran Rui segera berbicara kepada Lu'er sambil tersenyum kepadanya.


"Aku hanya menghawatirkanmu saja, apakah lukamu benar-benar sudah pulih, maaf karena aku yang tidak berguna ini." Ucap, Pangeran Rui yang tengah memperhatikan Wajah Lu'er.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Pangeran Rui, segera dia membalasnya, sambil menunjukkan raut Wajah tidak setuju.


"Terima kasih terlah menghawatirkanku, hmm.. Sepertinya tidak, kau sangat membantuku, jika bukan karena dirimu, mungkin saat ini aku masih berbaring di atas Kasur, eh... Apa ini?" ucap, Lu'er yang segera memperhatikan Suling yang tengah dibawa oleh Pangeran Rui. "Kau pandai memainkan alat musik, ya?" kata, Lu'er lagi yang segera menatap Wajah Pangeran Rui.


Pangeran Rui yang mendengar ucapan dari Lu'er, dia segera menatap ke arah Suling yang dia bawa. Lalu, dia mulai berbicara kepada Lu'er.


"Ah... Tidak, aku baru saja mencobanya." Kata, Pangeran Rui yang kembali memperhatikan Wajah Lu'er.


Lu'er yang mendengar ucapan dari Pangeran Rui segera dia membalas jawaban dari Pria itu.


"Begitukah? Oh, iya bagaimana dengan dirimu? Apakah kau baik-baik saja?" tanya Lu'er yang terlihat sangat penasaran akan keadaan dari Pangeran Rui.


Pangeran Rui yang mendengar ucapan dari Lu'er, tampaknya Pria itu cukup terkejut, saat Lu'er membahas perkara itu.


"Tentu saja, karena aku memang tidak terluka.Tetapi, siapa orang yang telah menyembuhkan lukamu, Lin? Tidak mungkin, bukan jika ramuan itu bisa dapat memulihkanmu dengan begitu cepat?!" Kata, Pangeran Rui yang terlihat sangat curiga kepada Lu'er.


Lu'er yang mendengar ucapan dari Pangeran Rui segera dia menjawabnya, dengan cukup jelas.


"Oh, masalah ini, ya. Aku memiliki seorang teman, dan kebetulan dia bisa menyembuhkan lukaku." Jawab, Lu'er dengan tegas kepada Pangeran Rui.


Pangeran Rui menjadi semakin curiga terhadap Lu'er, lalu dia kembali berbicara kepadanya.


"Teman? Apakah semalam kau pergi menemuinya?" kata, Pangeran Rui yang terlihat begitu sangat penasaran akan apa yang telah terjadi kepada Lu'er kemarin malam.


Lu'er menggelengkan Kepalanya dihadapan Pangeran Rui.


"Tidak, dia yang datang untuk menemuiku. Jika ada kesempatan lain, aku pasti akan memperkenalkannya dengan dirimu." Jawab, Lu'er yang tampaknya sedikitpun tidak merasakan kecurigaan akan sikap dari Pangeran Rui.


Pangeran Rui terdiam dingin saat Lu'er berkata seperti itu kepadanya.


"Teman?! Apakah yang Lin maksud adalah Pria itu! Sebenarnya teman macam apa kalian ini?! Mengapa, jadi seperti ini...." Dalam benak Pangeran Rui yang terlihat sangat tidak senang akan kabar yang dibawa oleh Lu'er.