Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 55 ~ Itu Urusanmu.



Saat sudah berada didalam Istana Kibo, Lu'er yang tengah berdiri sambil terus memandangi Ular Batu merah, tampak ia begitu sangat senang saat ia telah memiliki Hewan peliharaan yang sangat cantik, juga Ular Batu merah bukanlah jenis Ular biasa. Dia memiliki kekuatan dan juga racun yang amat mematikan.


Tampak Ular Batu merah itu tengah meringkuk diatas pergelangan tangan Lu'er. Ia begitu sangat penurut dan juga manja sekali terhadap dirinya.


"Kekuatan yang dimilikinya sudah mencapai level 7, sungguh hebat sekali akhirnya aku memiliki Hewan peliharaan yang sangat berguna, dia bukan hanya imut. Namun, ia juga sangat berguna bagiku!" Kata, Lu'er yang terlihat tengah mengelus tubuh Ular Batu merah dengan lengan kanannya.


Sistem Dewi yang melihat Lu'er begitu sangat senang saat ia mendapatkan Hewan gaib, segera ia memalingkan pandangannya untuk dapat menoleh ke arah samping kanan, dilihatnya fajar sudah mulai naik, dan Lu'er sepertinya tidak memiliki kesempatan untuk beristirahat walau itu hanya sekejap saja.


"Sepertinya kau akan selalu terjaga, firasatku mengatakan hari ini kau akan diterpa masalah besar." Ucap, Sistem Dewi yang segera melirik diri Lu'er yang saat itu masih berada disampingnya.


Lu'er yang tengah memanjakan Ular Batu merah, segera ia menurunkan lengan kanannya, lalu alis kanan itu naik dengan sendirinya, bola Matanya segera melirik ke arah Sistem Dewi, kemudian ia tersenyum licik saat sebelum ia menjawab perkataan yang diberikan oleh Sistem Dewi kepada dirinya itu.


"Hmh... Aku tau itu." Balas, Lu'er yang segera berjalan untuk dapat menatap cermin besar dihadapannya.


Saat Lu'er tengah memperhatikan cermin, ia berharap sosok Wanita yang pada saat itu muncul dihadapannya kembali. Lu'er merasa sangat bingung saat tidak mendapati Wanita itu, sebenarnya Lu'er sangat ingin menanyakan hal itu kepada Sistem Dewi. Namun, ucapannya terhenti saat ia mendengar suara Pintu Kamarnya yang tiba-tiba saja diketuk oleh seseorang.


"Nona... Nona Lin." Kata, seseorang yang tengah mengetuk Pintu Kamar Lu'er.


Dengan cepat Lu'er memalingkan pandangannya dari cermin, terlihat kini ia tengah memperhatikan Pintu kamar yang telah diketuk oleh seseorang.


"Masuklah." Kata, Lu'er yang terlihat tengah menatap Ular Batu merah.


Terlihat Ular Batu merah begitu sangat mematuhi perintah dari Lu'er, ia merayap masuk ke dalam lengan pakaian Lu'er. Tak lama kemudian Lu'er segera menjawab suara seseorang yang tengah memanggil dirinya.


"Masuklah, Pintunya tidak dikunci." Ucap, Lu'er lalu ia segera menarik Kursi rias yang berada disamping tubuhnya, perlahan Lu'er duduk diatas Kursi itu dengan terus memperhatikan Pintu Kamarnya.


Perlahan Pintu Kamar milik Lu'er terbuka, kini Lu'er dapat melihat siapa yang tengah menemui dirinya. Raut Wajah itu semakin dingin, ketika menatap Permaisuri Jia Li yang tengah berdiri tegak dihadapannya bersama dengan dua orang Pelayan Wanita.


Permaisuri Jia Li yang melihat sikap Lu'er yang sangat tidak sopan terhadap dirinya itu membuat dia merasa kesal. Lu'er yang masih duduk diatas Kursi itu terlihat tidak memperdulikan kehadiran dari Permaisuri Jia Li, tampak ia begitu sangat asik duduk diatas Kursi, kemudian Lu'er memangku kaki kanannya diatas kaki kiri.


Kedua orang Pelayan yang melihat perilaku dari Lu'er terhadap Permaisuri Jia Li, membuat mereka semua tertegun gugup.


"Tinggalkan aku." Ucap, Permaisuri Jia Li yang masih menatap diri Lu'er dengan tatapan dingin itu.


"Baik, Permaisuri." Kata, dua Pelayan itu. Lalu segera mereka membungkukkan tubuhnya dihadapan Permaisuri Jia Li dan meninggalkannya sendiri.


Permaisuri Jia Li terlihat begitu sangat murka terhadap Lu'er, ia kemudian melangkahkan kakinya untuk dapat memasuki Kamar Lu'er, tak lupa ia juga melontarkan suatu perkataan yang terdengar tengah merendahkan diri Lu'er sendiri.


"Apakah seperti ini sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang Permaisuri dari Putra Mahkota?! Apakah ini tata karma yang diterapkan didalam Istana Wai tansu?! Aku sungguh sangat kagum sekali! Ternyata semua Ayah dan Ibumu mendidikmu dengan begitu sangat baik sekali!" Kata, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah berdiri dihadapan Lu'er.


Lu'er yang mendengar sebuah perkataan tidak penting itu terlontar dari Mulut busuk Permaisuri Jia Li, membuat dirinya menatap Permaisuri itu dengan tatapan rendah, lalu bibir yang sangat indah itu mulai terbuka untuk dapat menyuarakan jawabannya yang telah tertahan dikerongkongan itu.


"Wah... Lin sungguh sangat tidak menyangka ternyata sikap ini dapat membuat Anda merasakan kekaguman! Padahal saat ini saya tengah tidak berlaku sopan terhadap diri Anda, kalau begitu maka saya tidak akan segan lagi untuk menunjukkan sikap kurang ajar saya kepada Anda!" Jawab, Lu'er yang terlihat tengah menantang Permaisuri Jia Li dengan terang-terangan.


Permaisuri Jia Li yang mendengar jawaban dari Lu'er membuat dirinya tersentak, ia terlihat sangat geram ketika melihat Wajah Lu'er yang begitu sangat dingin dan sinis kepada dirinya.


Lin Yar'an jaga sikapmu! Seharusnya saat ini kau itu sadar diri, jika Kaisar sampai tau semua sikap kurang ajarmu ini kepada diriku! Aku bisa pastikan kau pasti akan mati!" Bentak, Permaisuri Jia Li yang terlihat sangat kesal kepada Lu'er, sambil mengangkat lengan kanannya dihadapan Lu'er, kini jari telunjuk itu tengah berada didepan Mata Lu'er.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Permaisuri Jia Li membuat dirinya semakin kesal, dengan cepat Lu'er bangkit dari duduknya. Lalu dia menggenggam erat lengan Permaisuri Jia Li yang saat itu tengah menunjuk Wajahnya.


"Seorang Ibu negara bukankah tidak baik jika berteriak dihadapan orang lain! Jika kau yakin maka lakukanlah, aku ingin lihat apakah benar kau mampu membuat Kaisar untuk menghukumku! Jia Li ini peringatan terakhir untukmu, jika kau masih berani mengusikku maka balasan yang akan kau terima jauh lebih berat dari kejadian semalam! Ingat aku tidak pernah bermain-main dalam ucapanku, jika kau masih tidak mempercayainya maka aku pasti akan membuktikannya!" Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menggenggam kuat lengan Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li yang mendengar perkataan Lu'er, tampak ia sangat takut, tatapan yang diberikan Wanita itu begitu sangat dingin dan mengerikan. Terlebih lagi kini lengannya tengah digenggaman dengan sangat kuat oleh Lu'er membuat dirinya merasa sangat kesakitan.


"Lepaskan tanganku!" Ucap, Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah merasa sangat kesakitan.


"Jika kau membenci Ayah dan Ibuku maka bunuh saja mereka! Ingat ya, pembalasan kepada orang yang salah itu hanya akan sia-sia!" Kata, Lu'er lagi sambil terus menatap tajam bola Mata Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li tampak tidak menyangka atas apa yang telah Lu'er ucapkan. Lalu Lu'er segera melepaskan genggamannya, hal itu semakin membuat Permaisuri Jia Li bingung akan sikap dari Lu'er.


"Mengapa dia malah membiarkanku untuk membunuh kedua orang tuanya? Seharusnya biar bagaimanapun juga dia tetap harus melindungi Ayah dan Ibunya, tidak... Jia Li kau tidak boleh terkecoh mungkin saja ini jebakan, kau harus ingat dia bukan lagi Lin yang dahulu, kau harus berhati-hati dengan dirinya lain kali!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menahan rasa sakit dihadapan Lu'er.


"Aku memang bukanlah Lin Yar'an yang asli, jadi untuk apa aku melindungi orang tua seperti mereka! Aku di sini untuk membalaskan dendam, lalu mengapa aku harus menghalangi orang lain saat dia ingin membalaskan dengannya juga!" Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah memperhatikan Wajah Permaisuri Jia Li dengan sangat dingin.