
Lu'er segera berjalan untuk dapat memasuki kamarnya, Sistem Dewi yang tengah berada disamping Lu'er hanya mampu terdiam tanpa bisa berkata apapun. Lu'er kemudian melirik ke arah kiri dilihatnya Sistem Dewi tengah terdiam seakan terlihat begitu sangat takut terhadap Lu'er
"Ada apa denganmu?" ucap, Lu'er yang terlihat tengah memperhatikan Sistem Dewi yang terlihat merasa gugup saat berada didekat Lu'er.
Sistem Dewi yang tersentak membuat dirinya dengan cepat menatap ke arah Lu'er, secepat mungkin ia mengubah raut Wajahnya dengan lebih tenang dari sebelumnya.
"Ahahaha... Aku... Aku tidak apa, hehe...." Kata, Sistem Dewi yang terlihat tengah membalas perkataan Lu'er dengan diimbuhi sebuah gelat tawa.
Lu'er kembali terdiam ketika mendengar jawaban dari Sistem Dewi, kemudian dia segera memalingkan pandangannya untuk dapat melihat ke arah jalanan yang berada dihadapannya.
"Aneh... Padahal terlihat jelas dia tengah merasa takut terhadap diriku, hmm... Apakah tadi sikapku terlalu kejam terhadap Pelayan itu? Ah... Untuk apa dipikirkan, lagipula itu sudah sepantasnya ia dapatkan!" Dalam benak Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat memasuki kamar.
Lu'er yang melihat suasana didalam kamar, terlihat tengah memikirkan suatu hal, ia menghentikan langkahnya sejenak ketika sudah berada didalam kamar Permaisuri Lin Yar'an. Sistem Dewi yang melihat sikap Lu'er yang tiba-tiba saja berbeda membuatnya berpikir mungkin ia tidak menyukai kamar dengan tatanan yang seperti itu.
"Ada apa? Apakah kau tidak menyukainya?" tanya, Sistem Dewi yang tengah menatap bingung Wajah Lu'er.
Lu'er yang segera tersadar dengan cepat ia melanjutkan langkahnya untuk dapat memasuki kamar Permaisuri Lin Yar'an, terlihat kasur cukup besar dengan warna putih. Semua tampak baik-baik saja bagi Sistem Dewi, tetapi ia tidak tau apa yang tengah Lu Er pikirkan, mungkinkah dia tidak merasa puas dengan kamar itu atau bagaimana.
"Aku menyukainya, hmh...." Lu'er kemudian menatap sebuah kursi panjang yang tengah berada disisi kirinya, segera ia menghampiri kursi panjang berwarna biru tua itu.
Ketika Lu'er tengah termenung, tak lama kemudian dia mendengar suara dari luar kamarnya, dengan memiringkan kepalanya terlihat Lu'er mencuri dengar apa yang tengah dikatakan oleh seseorang kepada lawan bicaranya.
"Kaisar telah memberikan titah kepadaku untuk meminta Permaisuri Lin Yar'an kembali ke Istana Kibo esok pagi." Ucap, salah seorang Pria yang tengah berbicara dari arah luar Istana.
Tak lama kemudian terdengar seseorang membalas perkataan dari Pria itu dengan lantang.
"Tetapi Permaisuri Lin Yar'an, sedang tidak bisa diganggu, dia tengah mengasingkan diri untuk dapat menyembuhkan penyakitnya." Jawab salah seorang Pria yang terlihat begitu lantang ketika berbicara.
"Bagus, inilah yang sebelumnya tengah aku pikirkan, huh... Tidak disangka ternyata Dewa mengabulkannya." Dalam benak Lu'er yang terlihat sangat senang.
Lu'er yang mendengar semuanya dari dalam kamar, membuat dirinya tidak ingin melewatkan kesempatan berharga itu untuk dapat berjumpa dengan Kaisar. Dengan cepat Lu'er segera bangkit dari duduknya dan berjalan untuk dapat keluar dari dalam kamar, lalu menghampiri orang yang tengah saling berbincang-bincang itu.
"Katakan kepada Kaisar aku pasti akan menemuinya." Ucap, Lu'er yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang.
Para Pelayan dan juga seorang Penjaga Istana Shulin yang mendengar perkataan dari Lu'er membuat mereka semua memalingkan pandangannya untuk dapat melihat Lu'er yang tengah berada disamping mereka.
"Tetapi... Bukankah kau tengah dalam masa mengobatan? Jika penyakitmu itu menulari semua orang yang berada didalam Istana Kaisar bagaimana?" seru, seorang Penjaga Istana yang tengah menatap Wajah Lu'er dengan tajam.
Lu'er yang melihat ekspresi semacam itu membuat dirinya sadar bahwa didalam Istana Shulin tidak ada satupun orang yang bisa menghargai dirinya.
"Aku sudah pulih, jadi... Sampaikan kepada Kaisar bahwa esok aku pasti akan mengunjunginya." Balas, Lu'er yang segera menatap salah seorang Pengawal Istana Kibo.
Semua orang yang mendengar perkataan dari Lu Er terlihat begitu sangat tidak mempercayai apa yang baru saja mereka dengar dari Mulut Permaisuri Lin Yar'an sendiri.
"Apa?! Tidak... Tidak mungkin, bukankah sudah diobati kemanapun tetapi tidak ada satupun tabib yang dapat menyembuhkan penyakitnya itu? Lantas mengapa ia bisa berkata bahwa penyakitnya telah pulih?!" Dalam benak seorang Penjaga dari Istana Shulin yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan perasaan tak menyangka dalam dirinya.
Pelayan Zhu yang tiba-tiba saja datang menghampiri keramaian, terlihat ia tengah menatap Wajah Lu'er dengan perasaan takut dan juga cemas, ia sebenarnya sangat tidak menginginkan jikalau Lu'er mengunjungi Kaisar Aximing. Namun, saat itu ia tidak dapat membantah keinginan dari Lu'er.
Salah seorang Pelayan Istana yang tidak sengaja memalingkan pandangannya ke arah belakang, terlihat raut Wajah tertegun ketika ia melihat Wajah Pelayan Zhu yang terlihat memar dan membengkak.
"Bibi besar, apa yang telah terjadi dengan Wajahmu? Mengapa bisa menjadi seperti itu?" ucap, seorang Pelayan Wanita yang terlihat tengah menatap Wajah Pelayan Zhu dengan perasaan cemas.
Lu'er yang mendengar perkataan dari salah seorang Pelayan dari Istana Shulin, segera ia melirikkan bola Matanya ke arah kiri, terlihat Lu'er tengah mengamati Pelayan Zhu dengan tajam. Ia tampak tengah menantikan jawaban yang akan diucapkan oleh Pelayan Zhu kepada bawahannya.
Pelayan Zhu yang mendengar salah seorang Pelayan tengah berbicara kepada dirinya, membuatnya sangat bingung apa yang harus ia katakan saat itu, jawaban apa yang seharusnya ia berikan, dia tidak mungkin dengan gamblang mengungkapkan bahwa semua itu adalah tindakan dari Permaisuri Lin Yar'an.
"Ahahaha... Aku tidak apa, hanya saja tadi aku tengah diganggu oleh seekor nyamuk besar yang menggigit Wajahku, ketika aku ingin memukulnya, aku malah tidak sadar jika nyamuk itu telah pergi, sehingga aku tidak sengaja memukul Wajahku sendiri, ini tidak masalah... Tidak ada yang perlu dirisaukan." Jawab, Pelayan Zhu yang terlihat tengah mencari sebuah alasan agar membuat Pelayan itu tidak mencurigai dirinya.
Salah seorang Penjaga Istana Shulin, segera menoleh ke arah Pelayan Zhu, terlihat ia tengah dalam kekhawatiran ketika melihat Wajah Pelayan Zhu yang memar.
"Ibu, apa yang telah terjadi pada Wajahmu? Mengapa bisa kau menyakiti dirimu sendiri hanya karena seekor nyamuk saja?" ucap, Penjaga Istana Shulin yang terlihat tengah mengkhawatirkan kondisi dari Pelayan Zhu.
Lu'er yang sedari tadi tengah mengamati Pelayan Zhu, terlihat ia sangat tidak memperdulikan hal itu, Lu Er kemudian segera menatap kembali seorang Pengawal dari Istana Kibo, yang saat itu tengah tertuju pandangannya kepada Pelayan Zhu.
"Apakah akhir-akhir ini didalam Istana Shulin tengah diganggu oleh seekor serangga?" ucap, Pengawal Istana Kibo yang terlihat tengah menghawatirkan Pelayan Zhu.
Lu'er terlihat tengah menahan tawa dihadapan semua orang yang termakan sebuah alasan yang diberikan Pelayan Zhu.
"Sungguh serangga yang sangat besar, itu pasti sangat menyakitkan, bukan? Pelayan Zhu?" sahut, Lu'er yang terlihat tengah menatap Wajah Pelayan Zhu dengan tenang.