Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 56 ~ Boomerang.



Permaisuri Jia Li tampak semakin kesal akan sikap yang ditunjukkan oleh Lu'er terhadap dirinya. Ia sama sekali tidak dihargai oleh Lu'er, bahkan Wanita itu dengan beraninya berkata lancang dihadapannya.


"Lin Yar'an! Mengapa kau masih saja dapat terbebas dari suatu bencana! Sebenarnya siapakah dirimu, tidak mungkin seorang Wanita yang penyakitan dapat dengan mudahnya pulih dari suatu penyakit berbahaya dalam waktu semalam, dia juga terlihat sangat berbeda setelah kejadian dimalam itu, tetapi hanya ada satu kemungkinan dia bukanlah Lin Yar'an yang asli!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang baru tersadar saat melihat sikap Lu'er akhir-akhir itu.


"Hmh... Sungguh aku hampir saja menjadi orang bodoh dihadapanmu! Jelas saja kau membiarkan diriku untuk membunuh Ayah dan Ibumu karena kau bukanlah Lin Yar'an yang asli, benar bukan?! Hei, Wanita penipu!" Bentak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Lu'er.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Permaisuri Jia Li, tak tampak raut Wajah panik darinya, ia terlihat masih sangat tenang dan juga dingin dihadapan Permaisuri Jia Li. Kemudian Lu'er kembali berbicara kepada Wanita yang tengah mencurigai dirinya itu.


"Jika kau memiliki bukti maka aku pasti tidak akan mengelaknya, tetapi jika apa yang kau ucapkan itu hanya omong kosong belaka, sepertinya Kaisar juga sangat tidak sudi memiliki seorang Permaisuri yang pandai menfitnah orang lain! Aku bisa saja dengan mudahnya mengadukan semua perbuatanmu itu kepada Kaisar, tetapi aku sangat tidak suka jika melihat orang lain disiksa dengan siksaan yang sederhana!" Jawab, Lu'er dengan tampang dingin sambil bibirnya tersenyum licik dihadapan Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li mendengar jawaban Lu'er yang tengah mengancam dirinya itu, membuatnya semakin cemas, sorot dari bola Matanya itu menggambarkan sebuah kebencian yang sangat besar kepada Lu'er.


"Sial! Beraninya dia berbicara seperti itu kepadaku! Jia Li jangan gegabah, saat menghadapi seekor Rubah kau harus tenang, jika dia tidak mampu diusik dengan cara seperti ini, berarti dia mampu disingkirkan dengan cara lain, benar!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang tengah menatap tajam Wajah Lu'er, sambil terus menggenggam lengan kanannya yang saat itu terasa sangat sakit akibat ulah dari Lu'er.


Tanpa berkata apapun Permaisuri Jia Li segera pergi dari hadapan Lu'er, sambil menahan malu dan amarahnya ketika Menantunya sendiri mampu untuk berbalik menyerang dirinya.


"Seluruh Keluargamu termasuk kau harus lenyap dari Dunia ini! Harus!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang tengah berjalan untuk dapat keluar dari dalam Kamar Lu'er.


Lu'er yang melihat sikap murka dan kesal dari Permaisuri Jia Li, tampak Lu'er merasa sangat lelah akan hal semacam itu. Lalu ia kembali terduduk diatas kursi sambil berbicara kepada dirinya sendiri. Raut Wajahnya terlihat sangat masam.


"Hah... Apakah mereka tidak bisa membiarkanku sedikit saja bernapas dengan lega didalam Istana ini?! Sebenarnya ada masalah apa antara Jia Li dan Keluarga Lin? Siapa yang bisa aku percayai? Di tempat ini, semua orang terlihat sangat munafik!" Ucap, Lu'er yang terlihat tengah mengangkat lengan kanannya untuk dapat menyentuh keningnya, ia terlihat sangat letih saat menghadapi persoalan semacam itu.


"Benar! Tidak ada satupun orang yang mampu kau percaya, maka dari itu aku ada di sini untukmu, Lu'er kau harus menjadi seorang Wanita yang sangat hebat dan kuat, bukan hanya cerdas saja, tetapi kekuatan itu juga sangat penting untukmu!" Timpal, Sistem Dewi yang terlihat tengah melirik Wajah Lu'er dari arah samping kirinya, dia terlihat sangat serius ketika berbicara semacam itu kepada Lu'er.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Sistem Dewi segera ia memalingkan pandangannya ke arah samping kanan, ia menatap Wajah Sistem Dewi dengan tatapan tajam, Lu'er akhirnya mengerti jika kehadirannya didalam kehidupan itu bukan hanya sebatas alat pembalasan dendam saja, melainkan melebihi dugaannya.


"Aku mengerti sekarang! Di sini kehadiranku bukan hanya sebatas pengganti saja." Balas, Lu'er yang terlihat sangat dingin, saat menatap Wajah Sistem Dewi.


°^


Srak... Suara alas Kaki yang tengah berpijak diatas lantai.


Pangeran Rui yang tengah duduk di atas Kursi besar berwarna putih itu, terlihat tengah terdiam, sambil terus mengerjakan sesuatu. Qin Jun, yang tengah bersujud dihadapan Pangeran Rui segera ia berbicara.


Pangeran Rui kemudian meletakkan bulu pena berwarna hitam itu diatas Mejanya, dengan perlahan Pangeran Rui memalingkan pandangannya untuk dapat sedikit melirik Qin Jun yang tengah berada dibelakangnya itu.


"Iya, tetapi ini bukan saatnya aku kembali, masih banyak hal yang harus aku kerjakan, dan lagi aku masih ingin berjumpa dengan Wanita itu, bukankah kau lihat dia begitu sangat hebat, jika dia bersedia bersama dengan kita, bukankah itu akan membuat pertahanan ini semakin kuat?" ucap, Pangeran Rui yang kembali menatap ke arah mejanya.


Qin Jun yang mendengar perkataan dari Pangeran Rui, membuat dirinya sedikit tertegun, lalu Qin Jun segera membalas perkataan dari Tuannya itu.


"Apakah Anda bermaksud untuk menjadikan Nona itu bagian dari kita?" kata, Qin Jun yang segera mengangkat kepalanya dihadapan Pangeran Rui.


Pangeran Rui tersenyum kecil saat mendengar ucapan dari Qin Jun.


"Benar, aku hanya takut jika dia berjumpa dengan Pria itu, dia bukan hanya mampu membuat hidup kita menderita tetapi dia juga mampu membuat si misterius itu terluka! Setidaknya jika dia bersama dengan kita maka dia akan selamat, begitu juga dengan kita!" Ucap, Pangeran Rui yang terlihat sangat dingin saat mengucapkan kata-kata semacam itu.


Qin Jun yang mendengar perkataan dari Pangeran Rui hanya mampu terdiam, dia saat itu tengah berpikir bahwa Pangeran Rui sepertinya telah jatuh hati kepada seorang Wanita misterius itu.


"Semoga Pangeran, semoga saja apa yang Anda inginkan dapat segera terlaksana!" Dalam benak Qin Jun yang terlihat tengah menatap Pangeran Rui dengan tatapan tenang.


"Kita pasti akan bertemu lagi, kita harus bertemu lagi!" Dalam benak Pangeran Rui yang terlihat tengah memperhatikan kertas yang telah dihiasi tinta hitam yang membentuk Wajah seseorang dan itu adalah Lu'er.


°^


Kembali ke dalam Istana Kibo.


Terlihat Permaisuri Jia Li tengah berdiri didekat taman, ia terlihat sangat kesal, akan apa yang baru saja terjadi dengan dirinya.


"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?! Untung saja Kaisar belum kembali, jika kabar ini sampai terdengar oleh Kaisar maka posisiku sebagai Permaisuri di Istana ini sudah tidak penting lagi! Hah! Ini semua karena Lin sialan itu, seharusnya dia sudah tiada saat ini! Sungguh beruntung sekali ternyata Dewa masih begitu sangat menyayanginya! Jika aku terus membiarkan dirinya tetap berada didalam Istana ini, maka itu hanya akan menjadi boomerang saja bagiku! Pikirkan baik-baik, apa yang seharusnya aku lakukan, mengapa akhir-akhir ini aku terlihat sangat bodoh sekali!" Ucap, Permaisuri Jia Li yang terlihat sangat kesal dan murka.


Selir Dongli yang tengah berjalan didepan Istana tak sengaja ia melihat Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah kesal, hal itu membuat Selir Dongli merasa sangat penasaran akan hal itu.


"Tunggu, itu bukankah Permaisuri Jia Li, apa yang tengah dilakukannya disana? Hmm... Apakah harinya sangat buruk? Baiklah, Dongli manfaatkan kesempatan ini." Ucap, Selir Dongli yang terlihat tengah menatap Permaisuri Jia Li dengan raut Wajah licik.