Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 37 ~ Tak Ada Ampun Untukmu.



Semua orang yang berada didalam ruangan Kaisar Aximing terdiam, raut Wajah muram tampak menyelimuti keluarga Kaisar, Pangeran Xiuhuan, terlihat tengah melirik ke arah samping kiri, dilihatnya Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat meningkatkan ruangan itu.


"Menarik sekali... Aku semakin tertarik dengan dirinya." Dalam benak Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah sedikit menunjukkan lekuk senyuman dikedua sisi pipinya.


Permaisuri Jia Li, tampak kesal akan perkataan dari Lu'er yang begitu amat lancang kepada dirinya, Kaisar Aximing hanya terdiam kaku dia sebenarnya begitu amat tidak menerima semua perkataan yang telah Lu'er berikan kepada dirinya.


"Mengapa dia begitu sangat lancang sekali! Jika hal itu terus dibiarkan terlalu lama, maka dia akan bersikap semena-mena terhadap diriku! Aku menjadi seorang Kaisar disini, seperti sudah tidak memiliki harga diri dihadapan bocah tengik itu!" Dalam benak Kaisar Aximing yang terlihat tengah menatap tajam diri Lu'er.


Terlihat Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat meninggalkan ruangan Kaisar Aximing, perlahan Lu'er menghela napasnya, dengan perlahan Lu'er memejamkan sepasang Matanya, kemudian dia kembali menatap dunia dengan tatapan tajam.


"Ini baru permulaan! Ingat itu....!" Ucap, Lu'er dengan suara lirih, dengan cepat ia berjalan untuk dapat menuju ruang bawah tanah.


Sistem Dewi yang melihat sikap Lu'er membuat dirinya merasa sangat puas akan apa yang telah Lu'er lakukan didalam ruangan Kaisar Aximing.


"Majikanku, bukanlah orang yang mudah untuk ditindas, belum mendapatkan kekuatan saja ia sudah mampu menaklukkan keluarga Kaisar, bagaimana jika nanti dia telah memperoleh kekuatan yang sangat luar biasa? Hmh... Aku sungguh amat beruntung memiliki Majikan seperti dirinya!" Dalam benak Sistem Dewi yang terlihat tengah berada disamping kiri Lu'er.


Saat Lu'er tengah berjalan ia kemudian menemukan sebuah ruangan kecil yang tengah terbuka, ia berpikir mungkin saja itu adalah ruang bawah tanah Istana Kibo, sekilas terlihat dari luar tempat itu begitu sangat sempit dan kecil, juga sangat gelap. Tanpa ragu Lu'er berjalan untuk dapat memasuki tempat yang ia pikir itu adalah ruang bawah tanah, ketika ia telah memasuki ruangan sempit itu, Lu'er ternyata telah disambut oleh anak tangga yang menurun dengan perlahan Lu'er menginjak anak tangga itu dengan perlahan.


Saat Lu'er tengah berjalan, tampak Selir Fengying tengah bersimpuh dihadapan kedua Pengawal Istana Kibo, ia begitu sangat enggan untuk tinggal didalam tempat sempit, kecil dan kumuh itu.


Lu'er kemudian menatap ke arah dia orang Pengawal yang tengah menutupi tubuh Selir Fengying, dengan tampang dingin Lu'er segera berbicara kepada dia orang Pengawal itu sambil berjalan untuk dapat menghampiri Selir Fengying.


"Kalian sudah tidak aku butuhkan lagi, silahkan pergi dari sini, biar Selir Fengying aku yang urus!" Kata Lu'er yang terlihat tengah memandang tubuh bagian belakang dari kedua Pengawal yang tengah menutupi tubuh Selir Fengying.


Selir Fengying dan juga kedua Pengawal Istana tertegun ketika mendengar perkataan dari Lu'er, dengan segera kedua Pengawal itu membalikkan tubuhnya untuk dapat menatap Wajah Lu'er yang tengah berada dibelakang mereka. Salah seorang Pengawal terlihat tengah membawa sebuah cambuk yang ia genggam didalam lengan kanannya.


"Baik, Putri.... Ini cambuk yang Anda inginkan, kami mohon undur diri, jika Anda membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk memanggil kami." Ucap, seorang Pengawal yang segera memberikan cambukan panjang dengan warna merah itu kepada Lu'er.


Lu'er dengan senang hati menerima cambukan itu, ia kemudian segera membalas perkataan dari Pengawal itu dengan masih memasang raut Wajah dingin.


"Iya." Jawab, Lu'er dengan tegas dan cuek.


Kedua Pengawal itu tampaknya juga begitu amat ketakutan ketika tengah berhadapan dengan Lu'er hal itu terlihat ketika salah seorang Pengawal menyerahkan cambukan itu kepada dirinya, lengannya bergetar dengan sedikit kuat.


"Ka.. Kami... Mohon undur diri Putri." Dengan cepat kedua Pengawal itu bergegas untuk dapat meninggalkan Lu'er dan Selir Fengying didalam ruang bawah tanah.


Lu'er hanya terdiam dingin, tatapannya begitu sangat tajam ketika menatap Selir Fengying. Selir Fengying dengan segera mengangkat Kepalanya dihadapan Lu'er, sebenarnya ia begitu sangat murka dan tidak terima akan apa yang telah Lu'er lakukan kepada dirinya. Namun, saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk memancing keributan dengan Lu'er.


Dengan tampang melas dan kasihan Selir Fengying benar-benar memohon agar dirinya dapat diampuni oleh Lu'er, berkali-kali ia memohon sambil menundukkan kepalanya dihadapan Lu'er.


Lu'er yang melihat lagi-lagi sandiwara telah dimainkan, membuat dirinya merasa begitu sangat muak, dengan perasaan marah Lu'er segera membalas perkataan dari Selir Fengying.


"Setia kau bilang?! Lantas apakah tindakanmu itu begitu sangat dihargai oleh Putra Mahkota?! Heh... Sayang sekali bukan, harapanmu itu harus pupus dalam sekejap Mata! Mengampuni dirimu?! Tentu saja aku akan mengampuni dirimu, tetapi... Setelah kau pergi ke neraka!" Ucap, Lu'er yang terlihat begitu sangat kesal dan murka kepada Selir Fengying.


"Fengying... Aku akan membuat dirimu menderita, mati secara perlahan-lahan itu akan jauh lebih mengasyikkan, bukan?!" Dalam benak Lu'er yang segera mengangkat lengan kanannya, terlihat cambukan merah itu tengah terangkat dihadapan Selir Fengying.


Tanpa mampu berkata-kata Selir Fengying tampak dibuat terdiam kaku, saat ia mendengar perkataan dari Lu'er, Wanita itu terlihat begitu sangat buas, kejam dan kasar, sungguh berbanding terbalik dengan dirinya yang terdahulu. Cambukan panjang dan besar itu mengayun dengan cepat ke arah tubuh Selir Fengying, Lu'er tampak begitu sangat napsu ketika ia menyiksa Selir Fengying dengan cambukan itu.


"Aaaa... Aduh... Sakit... A.. A.. Ampun... Permaisuri!" Teriak Selir Fengying yang terlihat tengah menjerit kesakitan dihadapan Lu'er.


Lu'er yang melihat raut Wajah Selir Fengying yang begitu sangat menderita membuat hatinya begitu sangat puas, berkali-kali Lu'er mengayunkan cambukan itu pada tubuh Selir Fengying.


"Aaa... Sakit... Ampun....!" Teriakan Selir Fengying yang terdengar sampai keluar ruang bawah tanah.


Kedua Pengawal yang tengah berjaga tampak tengah terdiam kaku, sambil menunjukkan raut Wajah ketakutan.


"Ini adalah peringatan untukmu! Jika kau masih berani mengusik diriku... Maka tunggu saja pembalasanku yang akan jauh lebih menyakitkan dibandingkan dengan ini!" Kata, Lu'er yang terlihat tengah mencengkram Wajah Selir Fengying menggunakan lengan kirinya dengan sangat kuat.


"Plak... Plak... Plak...." Lu'er beberapa kali menampar Wajah Selir Fengying dengan sangat keras.


Kemudian Lu'er segera memukul bibir Selir Fengying dengan begitu sangat kuat, berkali-kali sampai membuat bibir Selir Fengying bengkak dan mengeluarkan darah. Selir Fengying hanya mampu menangis ketika tubuhnya kini telah dijadikan mainan oleh Lu'er.


Sistem Dewi sampai tak mampu berkata-kata ketika ia melihat kebuasan dari Lu'er, dengan serangan yang tiada ampun, Lu'er terus menyiksa Selir Fengying.


"Apa yang telah aku lakukan saat ini sungguh tidak ada apa-apanya dengan semua perbuatanmu dimasa lalu terhadap diriku!" Ucap, Lu'er segera menarik rambut Selir Fengying yang terikat, sambil menatap tajam Wajahnya Lu'er benar-benar telah memberikan sebuah peringatan untuk dapat diingat oleh Selir Fengying.


Karena telah melihat kondisi Selir Fengying yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dapat ia siksa, dan lagi ia sudah cukup puas bermain-main dengan Selir Fengying dengan cepat Lu'er segera melepaskan lengannya yang saat itu tengah menarik kuat rambut Selir Fengying.


Tak lama kemudian Lu'er segera bangkit, ia menatap Wajah Selir Fengying dengan begitu sangat dingin, cambukan yang saat itu tengah ia genggam dengan segera Lu'er jatuhkan dihadapan Selir Fengying.


"Hmh... Tubuhku jadi sangat kotor sekali, karena telah bersentuhan dengan dirimu! Sebaiknya aku harus membersihkan diri lagi, agar terhindar dari kuman yang telah mengendap ditubuhmu!" Ucap, Lu'er yang segera membalikkan tubuhnya untuk dapat meninggalkan Selir Fengying didalam ruang bawah tanah sendirian.


Selir Fengying tampak terdiam sambil menahan rasa sakit pada tubuhnya, darah segar membasahi tubuhnya, luka yang begitu sangat dalam terasa sangat sakit, ia bahkan kesulitan untuk berbicara karena pukulan kuat dari Lu'er.


"Aku akan selalu mengingat kejadian di hari ini! Lin Yar'an tunggu pembalasanku!" Dalam benak Selir Fengying yang terlihat tengah menatap tajam tubuh Lu'er dari belakang.