Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 38 ~ Berjumpa Denganmu.



Lu'er kemudian segera berjalan untuk dapat meninggalkan ruang bawah tanah, dengan tampangnya yang semula begitu sangat menakutkan, hanya dengan hitungan detik raut Wajahnya kembali tenang dan dingin seperti semula.


Sistem Dewi yang tengah berada disamping Lu'er tampak begitu sangat tidak menyangka akan perubahan yang begitu sangat cepat dari Lu'er.


"Huh... Sungguh sangat berbahaya, seharusnya Selir jahat itu tidak mengusik Majikanku, sekilas dia tampak tenang dan dingin. Namun, ketika ia sudah beraksi sifat brutalnya begitu sangat sulit untuk dikendalikan, semoga dengan kekuatan alami yang dimilikinya ini tidak menjerumuskan dirinya dalam lubang hitam yang sangat besar, sampai tak mampu untuk kembali ke tempat asalnya!" Dalam benak Sistem Dewi yang terlihat sedikit resah dan khawatir akan sikap Lu'er yang begitu sangat kuat.


Sistem Dewi masih terdiam kaku, tanpa berkata sepatah katapun, ia di situ tengah mencoba untuk memberikan tempat untuk Lu'er agar ia dapat mengontrol kembali emosinya. Lu'er bukan hanya benci akan dunia yang saat ini ia tempati, ia juga begitu sangat jijik ketika berada ditengah-tengah Manusia bertopeng yang memiliki ribuan cara untuk menuntaskan hasratnya dalam mencapai suatu hal.


"Aku sungguh sangat tidak menyangka, ternyata di dunia ini sudah terlahir orang-orang yang tidak memiliki perasaan terhadap diri orang lain, tidak perduli mereka keluarga ataupun mereka orang yang paling mereka cintai, semuanya akan lenyap dan hilang ketika ambisi dan ego telah menguasi hati mereka, sehingga kemurnian dan ketulusan itu menghilang!" Dalam benak Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat keluar dari dalam ruang bawah tanah.


Saat ia sudah berada didepan Pintu keluar, ia tak sengaja mendengar kedua Pengawal yang tengah berjaga didepannya, ternyata tengah diam-diam membicarakan dirinya.


"Apakah kau lihat, dia begitu sangat kejam sekali, bukankah dahulu ia begitu sangat tidak ingin berjumpa dengan orang-orang, rumor tentang dirinya sudah tersebar luas, tidak disangka kini ia hadir kembali dan dengan kuatnya mematahkan semua rumor itu." Ucap, salah Seorang Pengawal Istana yang tengah berbicara dengan rekannya.


Pengawal lainnya yang mendengar perkataan dari Kawannya dengan segera ia membalas ucapannya, sambil sedikit melirik ke arah samping kiri untuk dapat menatap Wajahnya.


"Hmm... Siapa sangka orang yang diam tidak mampu melawan? Ah... Sudah-sudah, jika Permaisuri Lin sampai melihat kita yang tengah membicarakan dirinya mungkin nasib kita akan berakhir sama dengan Selir Fengying, aku sungguh masih sangat menyayangi nyawaku sendiri." Balas, Pengawal satunya dengan raut Wajah yang tampak resah ketika ia tengah membahas perihal perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Lu'er.


Lu'er yang mendengar setiap perkataan dari kedua Pengawal itu, membuat Sistem Dewi tertegun dibuatnya, ia kemudian menatap Wajah Lu'er dengan kaku, ia begitu sangat khawatir jika Lu'er mempermasalahkan hal itu.


"Aduh... Jika kalian ingin bergosip mengapa harus disaat seperti ini? Tidak bisakah kalian diam saja tanpa harus membicarakan orang lain?" dalam benak Sistem Dewi yang terlihat begitu sangat resah.


Lu'er yang tengah berdiri dibelakang kedua Pengawal itu, dengan segera ia bersuara sebagai tanda bahwa ia tengah memberi peringatan kepada dua Pengawal itu.


"Ehem...!" Ucap, Lu'er yang terlihat tengah berdiri tegak diantara kedua Pengawal yang tengah bergosip.


Seketika raut Wajah dari kedua Pengawal itu tampak kaku, dan seakan tubuh mereka mematung tak mampu untuk digerakkan karena perasaan takut yang membuat kondisi itu akhirnya terjadi.


"Gawat!" Dalam benak kedua Pengawal yang tampak kaku dan gugup ketika mereka mendengar suara dari Lu'er.


Lu'er yang tampak tidak memperdulikan apa yang baru saja mereka katakan tentang dirinya, dengan cepat Lu'er kembali berjalan untuk dapat meninggalkan kedua Pengawal itu, sedikitpun ia tidak menoleh ke arah Pengawal itu. Kedua Pengawal yang terlihat tengah mati kutu dibuat Lu'er, keduanya kemudian saling menatap ke arah Lu'er yang berlalu begitu saja tanpa memperdulikan mereka.


Kedua Pengawal itu kemudian saling menundukkan pandangan mereka, sambil memikirkan kembali sikap buruk mereka yang dengan beraninya membicarakan Permaisuri Putra Mahkota.


°^°


Ketika pandangan Lu'er tengah terhipnotis akan keindahan dari sekelompok Kupu-kupu berwarna biru, dengan tiba-tiba saja salah satu dari Kupu-kupu dengan sayap biru tua menghampiri dirinya, membuatnya begitu sangat tertegun, Kupu-kupu cantik itu tampak begitu sangat menyukai Lu'er. Lu'er kemudian tersenyum kecil saat melihat Kupu-kupu yang sangat indah itu, dia bukan hanya ingin menghampiri Lu'er melainkan Kupu-kupu itu juga begitu sangat ingin bermain dengan Lu'er.


Hewan kecil itu secara tiba-tiba mencium Wajah Lu'er dengan lembut, Lu'er begitu sangat heran ketika melihat sikap dari Hewan cantik itu begitu sangat aneh terhadap dirinya. Tak lama kemudian Lu'er segera mengangkat lengan kanannya untuk dapat membuat Hewan cantik itu hinggap diatas telunjuknya.


"Pergilah... Cukup bermainnya, jika kau bersamaku maka kau akan kehilangan keluargamu." Ucap, Lu'er yang segera menatap Kupu-kupu itu yang telah hinggap diatas jari telunjuknya.


Tak butuh waktu lama Kupu-kupu itu terbang bebas dan meniggalkan Lu'er sendirian. Lu'er hanya terdiam ketika tengah menatap Kupu-kupu itu, saat pandangannya tertuju pada langit biru, Lu'er dibuat terkejut ketika ia mendengar suara seorang Pria tengah berbicara kepada dirinya.


"Apakah kau begitu sangat menyukainya, Putri?" ucap, Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah berada disamping Lu'er.


Lu'er kemudian segera menunjukkan raut Wajah tak menyangka dalam dirinya, dengan cepat ia segera menoleh ke arah samping kiri dilihatnya tengah berdiri seorang Pria gagah dengan pakaian hitam yang membalut tubuhnya, Lu'er menatap Wajah Pangeran Xiuhuan dari arah samping, Pria itu tengah menatap langit yang sama disamping Lu'er.


"Sejak kapan dia...?!" Dalam benak Lu'er yang tampak tidak menyangka akan kehadiran dari Pangeran Xiuhuan yang tiba-tiba.


Lu'er tampak canggung ketika berhadapan dengan Pangeran Xiuhuan, karena untuk pertama kalinya Pria yang terlihat begitu sangat pendiam itu berbicara kepada dirinya.


"Hmh... Tidak juga, itu hanya kebetulan saja, permisi Pangeran." Ucap, Lu'er yang terlihat begitu sangat ingin menjauh dari Pangeran Xiuhuan, bukan apa-apa karena mereka tidak saling mengenal dan lagi Lu'er juga tidak ingin terlihat akrab dengan salah satu dari keluarga Kaisar, siapapun itu.


Lu'er yang terlihat tengah berjalan untuk dapat meninggalkan Pangeran Xiuhuan, dengan perlahan Pangeran Xiuhuan melirik ke arah samping kiri, dilihatnya Lu'er yang begitu sangat tidak menginginkan keberadaannya.


"Apakah kau juga merasa jijik kepada diriku? Karena aku yang hanya seorang Anak haram?" ucap, Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah menatap Lu'er dengan tatapan dinginnya.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Pangeran Xiuhuan membuat dirinya secara tiba-tiba menghentikan langkahnya, Wajahnya tampak terpinga-pinga.


"Apakah aku telah menyakiti dirinya?!" Dalam benak Lu'er yang terlihat bersalah kepada Pangeran Xiuhuan.


"Bu... Bukan! Hanya saja kita ini tidak saling mengenal Pangeran, aku tidak pernah merasa jijik, sama sekali tidak...." Ucap, Lu'er yang segera memalingkan tubuhnya dihadapan Pangeran Xiuhuan, tampangnya begitu sangat khawatir jika dia melukai perasaan Pangeran ke lima.


"Meskipun aku tidak terlalu perduli dengan dirimu. Namun, aku ini juga manusia biasa sama seperti yang lainnya, entah mengapa naluri ke-ibaanku muncul begitu saja, selain bodoh dia juga begitu sangat lemah, sungguh malang sekali nasibnya." Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah menatap Wajah Pangeran Xiuhuan dengan tampang perihatin.


Pangeran Xiuhuan yang tengah menatap Wajah Lu'er, dia dibuat tersentak akan tatapan yang diberikan Lu'er kepada dirinya.


"Tatapan itu?! Hmh... Apakah aktingku begitu sangat bagus sehingga kau harus menunjukkan tampang semacam itu dihadapanku?!" Dalam benak Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah mengerenyitkan dahinya dihadapan Lu'er.