
Lu'er yang tengah berada didalam Kamar, tampak ia sedang berdiri tegak menatap cermin besar. Ia masih sangat penasaran dengan sosok Wanita yang saat itu berada didalam cermin miliknya.
"Hmh... Sebenarnya siapa Wanita itu? Sangat aneh sekali." Dalam benak Lu'er yang segera membalikkan tubuhnya untuk dapat duduk diatas Kasur berwarna merah.
Saat Lu'er masih tengah merenungkan semuanya, tanpa ia sadari Sistem Dewi sudah berada disamping tubuhnya, sambil berbicara kepadanya.
"Aku kembali." Ucap, Sistem Dewi yang tiba-tiba saja sudah berada disamping Lu'er.
Lu'er yang terlihat tertegun dengan cepat ia menoleh ke arah Sistem Dewi, dengan raut Wajah kesal sambil mengangkat lengan kanannya ia terlihat begitu sangat tidak ingin melihat Sistem Dewi berada didalam Kamarnya.
Sistem Dewi yang melihat Lu'er akan memukul dirinya, dengan cepat ia menghindari Wanita itu, sambil menunjukkan raut Wajah puas.
"Ckckck... Kakak cantik, kali ini aku sudah tidak akan tertipu lagi." Ucap, Sistem Dewi yang tengah memejamkan sepasang Matanya dihadapan Lu'er.
Lu'er hanya terdiam dingin, lalu ia kembali menarik lengannya, dengan cepat ia membuang pandangannya sambil kembali bertanya kepada Sistem Dewi.
"Ada apa?" kata, Lu'er yang terlihat masih sangat kesal terhadap Sistem Dewi.
Sistem Dewi yang melihat sikap dingin dari Lu'er, membuat dirinya sedikit takut. Namun, karena ia membawa sebuah kabar yang sangat baik jadi dia tidak terlalu mempermasalahkan hal semacam itu.
"Tenanglah dahulu... Aku datang kemari membawa kabar baik untukmu." Balas, Sistem Dewi yang terlihat begitu sangat angkuh dihadapan Lu'er.
Lu'er yang saat itu tengah memalingkan pandangannya dengan perlahan ia melirik ke arah kanan, sambil menjawab perkataan dari Sistem Dewi.
"Kabar baik? Apa maksudmu? Cepat katakan." Kata, Lu'er dengan nada bicara yang sangat dingin.
Sistem Dewi begitu sangat tenang, lalu raut Wajahnya berganti dengan cepat menunjukkan suasana bahagia dalam dirinya.
"Malam ini juga kau harus pergi ke Desa Phoenix, jaraknya memakan waktu yang cukup lama. Namun, karena kau memiliki tingkat kekuatan fisik yang sangat bagus, maka kau dapat menempuhnya hanya dalam hitungan detik saja." Terlihat Sistem Dewi tengah berbicara dengan sangat serius kepada Lu'er.
Lu'er begitu sangat tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sistem Dewi, dengan cepat ia menatap Wajah Sistem Dewi dengan sepasang bola Mata bulat besar berwarna hijau itu.
"Kekuatan fisik? Desa Phoenix? Untuk apa? Dan keuntungan semacam apa yang bisa aku dapatkan? Hah?" ucap, Lu'er yang terlihat tengah menatap Wajah Sistem Dewi dengan raut Wajah penasarannya.
"Huhu... Wanita ini begitu sangat pamrih sekali, tidak apa ini tampak sangat natural, huh... Sebaiknya aku tidak menjelaskan apa yang nantinya akan terjadi dengan dirinya saat ini, biarkan semua berjalan seperti ini dulu." Dalam benak Sistem Dewi yang seketika saja Wajahnya tampak sangat dingin.
"Sebelum aku memberitahu dirimu keuntungan yang akan kau dapatkan, aku akan sedikit menjelaskan apa yang telah terjadi, saat ini didalam Desa Phoenix tampak kekacauan, semua orang mati dengan cara yang sangat mengenaskan, bukan hanya itu, mereka juga berada dibawah pimpinan seorang Raja yang sangat kejam memiliki ilmu sihir yang sangat luar biasa, aku berharap kau dapat berjumpa dengan Pria yang bernama Giyu Hiro, dia adalah seorang Pangeran didalam Istana Phoenix, dan aku yakin dia pasti dapat membantu dirimu." Jawab, Sistem Dewi yang segera membalas perkataan dari Lu'er.
Lu'er terlihat masih begitu sangat bingung, dengan cepat ia menjawab kembali ucapan dari Sistem Dewi dengan pandangan curiga.
"Haha... Aku saja tidak tau bagaimana rupa Pangeran Giyu itu, lagipula apa yang dapat aku perbuat didalam Desa Phoenix itu? Menyembuhkan mereka? Bagaimana caranya? Aku ini bukanlah seorang Dokter, dan jika aku pergi menurutmu semua orang yang berada didalam Istana ini tidak akan curiga?!" Jawab, Lu'er dengan tatapan tegas dihadapan Sistem Dewi.
Sistem Dewi yang mendengar perkataan dari Lu'er tampak dia hanya terdiam, sambil menghela napasnya dengan cepat.
"Hah... Kau pikir aku tidak memikirkan semua itu sebelumnya? Sebelum fajar aku pastikan kau sudah kembali, masalah kau itu seorang Dokter atau bukan itu tidak jadi masalah, selama aku berada di dekatmu kau dapat mengandalkanku, aku sebelumnya sudah berkata bahwa dirimu itu sudah dibekali dengan kekuatan fisik yang sangat luar biasa, kekuatan alami, dan lagi kau sangat mengerti mengenai tumbuhan beracun dan juga penawarnya, tidak perduli kau itu seorang Dokter atau bukan, yang jelas kau memiliki keistimewaan dalam dirimu!" Kata, Sistem Dewi yang terlihat tengah menjelaskan semuanya kepada Lu'er.
"Maaf Kakak cantik, mungkin aku tidak bisa menuruti keinginanmu untuk kembali ke masa depan! Karena ini sudah menjadi garis takdirmu, saat kita telah terhubung satu sama lain, maka hidupku adalah hidupmu! Maafkan diriku yang terlalu egois ini!" Dalam benak Sistem Dewi yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Lu'er.
Lu'er yang mendengar semua penjelasan dari Sistem Dewi membuat dirinya terdiam sejenak, lalu dia kembali berbicara kepada Sistem Dewi dengan nada bicara tegas.
"Membantu diriku? Bukankah selama ini kau tidak banyak membantu? Hmh... Sudahlah, aku terima, aku anggap malam ini adalah rencana jalan-jalanku dimalam hari! Hmh... Selalu ingat setiap kali aku menjalankan semua Misi yang kau berikan, maka catatlah didalam memorimu, dan tepati janjimu!" Ucap, Lu'er yang segera bangkit dari duduknya sambil menunjukkan raut Wajah dingin.
Sistem Dewi terdiam saja saat mendengar perkataan dari Lu'er, dia tak mampu menjawab perkataan Lu'er yang satu itu dengan jelas.
"Apakah kau sudah siap?" ucap, Sistem Dewi yang terlihat tengah berada disamping Lu'er sambil terus menatap Wajahnya.
Lu'er hanya terdiam, lalu ia sedikit melirik ke arah Sistem Dewi itu adalah tanda bahwa ia sudah sangat siap. Tanpa berkata lagi Sistem Dewi mengeluarkan sinar biru dari dalam bola Matanya, yang menyentuh tubuh Lu'er, dengan kekuatan itu Lu'er dapat meninggalkan Istana Kibo tanpa harus diketahui oleh orang lain.
Tak lama kemudian angin dengan cukup kencang memasuki Kamar Lu'er melalui jendela yang terbuka, terlihat Kamar yang sangat besar itu sudah kosong tak berpenghuni.
^°
Di dalam Ruangan Pangeran Xiuhuan, terlihat dia tengah duduk diatas Kursi panjang, dengan tubuh yang masih dipenuhi dengan hawa dingin dan panas dalam tubuhnya.
"Mungkinkah saat ini aku harus kembali? Dan melihat bagaimana keadaanya di sana? Hmh...." Kata, Pangeran Xiuhuan dengan perlahan tubuhnya diselimuti sinar merah, lalu ia segera menghilang dari tempatnya.