Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 17~ Kemarahan Kaisar Aximing.



Di luar Istana Shulin, terlihat Pelayan Zhu yang terlihat begitu amat kesal kepada Permaisuri Lin Yar'an, putranya Quon segera meminta kepada Pelayan Zhu agar bangkit dari tempatnya saat itu.


"Sungguh sialan! Mungkinkah Permaisuri Lin Yar an telah ber-reinkanasi Bu...?" ucap, Quon yang tengah membantu Pelayan Zhu untuk bangkit dari duduknya.


Pelayan Zhu yang tengah meraih lengan Quon, terlihat masih amat murka kepada Permaisuri Lin Yar'an. Raut Wajahnya dengan seketika berganti menjadi gugup dan kaku ketika Quon berkata seperti itu tentang Permaisuri Lin Yar'an.


"Tidak mungkin... Itu sangat mustahil, tidak ada orang yang bisa ber-reinkanasi secepat itu, lagipula aku dapat merasakan bahwa jiwa yang dimiliki Permaisuri Lin Yar'an saat ini sudah tidak serupa dengan dirinya yang terdahulu, Quon... Kita harus berhati-hati dengan Wanita itu, dan kalian juga... Ingat untuk tidak mengusik Permaisuri Lin Yar'an, masalah ini akan segera aku laporkan kepada Permaisuri Jia Li, dan untuk saat ini kita harus memastikan Permaisuri Lin Yar'an tidak akan berkata apapun kepada Kaisar atas perlakuan buruk yang pernah kita lakukan selama ini terhadap dirinya." Ucap, Pelayan Zhu yang terlihat tengah memperhatikan beberapa Pelayan lainnya yang tengah berada ditempat itu.


"Hmh... Aku sungguh sangat khawatir jika Permaisuri Lin Yar an sampai mengadukan semua perbuatan yang pernah kita lakukan kepada dirinya terhadap Kaisar." Seru, salah seorang Pelayan Wanita lainnya yang tengah berada disamping Pelayan Zhu.


Pelayan Zhu dengan cepat, ia segera menoleh ke arah kanan, sambil menunjukkan raut Wajah tidak suka kepada salah seorang Pelayan itu.


"Sungguh bodoh! Seharusnya kau dapat mengusahakan bagaimanapun caranya agar Permaisuri Lin Yar'an tidak melakukan hal semacam itu! Jika dia memang tidak bisa diusik secara nyata, maka kita bisa menjatuhkannya secara diam-diam." Kata, Pelayan Zhu yang terlihat tengah menatap tajam Pelayan Wanita itu, kemudian dia segera menyeringai licik dihadapan beberapa Pelayan dan Quon.


Semua terdiam ketika mendengar perkataan dari Pelayan Zhu, kemudian tak berselang lama Quon segera membalas senyuman licik yang telah diperlihatkan oleh Pelayan Zhu, seakan ia telah mengerti apa maksud perkataan dari Pelayan Zhu.


^°^°


Suasana didalam Istana Kaisar Aximing masih terlihat sangat tegang, timbul penolakan dari beberapa pihak yang enggan jikalau Permaisuri Lin Yar'an kembali ke dalam Istana Kibo.


"Keputusanku ini sudah bulat, aku tidak akan pernah menerima keluhan dari siapapun! Jikalau masih ada yang berani menentang keputusanku, maka aku akan mempersilahkannya untuk angkat kaki dari sini!" Ucap, Kaisar Aximing yang terlihat tengah menatap tajam para Putra dan juga Istrinya Permaisuri Jia Li.


Semua orang terpinga-pinga ketika mendengar perkataan dari Kaisar Aximing, mereka sungguh amat tidak menyangka, Kaisar Aximing terlihat begitu sangat mencintai Permaisuri Lin Yar an, melebihi Putra dan Istrinya sendiri.


"Apa?! Apa aku tidak salah dengar?! Mengapa Kaisar begitu sangat mencintai Lin Yar an?! Jika karena sebuah ikatan persaudaraan yang tidak dapat dihapuskan, bukankah itu tidak ada artinya dengan tali yang lebih kuat yaitu sebuah keluarga?! Dia bahkan tidak memperdulikan Anak kandungnya sendiri, sebenarnya apa yang telah dilakukan oleh Raja Kaili sehingga dia mampu menguasai otak Kaisar?!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang hanya terdiam gugup ketika mendengar perkataan dari Kaisar Aximing kepada mereka semua.


"Tetapi Ayahku Kaisar yang terhormat... Jika penyakit yang diderita oleh Permaisuri Lin Yar an sampai menulari penghuni Istana maka itu hanya akan membuat kita semua dalam masalah besar, seharusnya Ayah memikirkan dampak dari keputusan yang telah Ayah buat ini." Timpal, Pangeran ke-tiga yang terlihat begitu sangat tidak terima akan keputusan dari Kaisar, telihat ia dengan lantang dan beraninya membantah keputusan dari Kaisar Aximing yang agung.


Bukan hanya Permaisuri melainkan para Pangeran yang tengah berada didalam ruangan Kaisar Aximing terlihat sangat tak menyangka dengan apa yang telah dilakukan oleh Pangeran ke-tiga. Namun, terlihat Pangeran Xiuhuan hanya terdiam sambil terus memperhatikan tingkah laku dari Pangeran ke-tiga.


"Hmh." Dalam benak Pangeran ke-lima yang terlihat tengah mengamati tingkah laku dari Pangeran ke-tiga, kemudian terlihat sorot dari sepasang bola Mata biru yang semula menangkan itu berganti dingin dan sangat tajam.


"Kurang ajar! Beraninya kau membantah keputusanku! Jia Li apakah seperti ini hasil dari didikkanmu?! Aku sudah katakan sebelumnya bukan, jika ada yang keberatan dengan keputusanku ini maka aku tidak akan sungkan untuk mengizinkannya pergi untuk meninggalkan Istana Kibo!" Bentak Kaisar Aximing dengan perasaan murka, segera ia bangkit dari duduknya sambil menatap Wajah Pangeran ke-tiga dengan tajam dan kasar.


Permaisuri Jia Li yang melihat kemarahan dari Kaisar Aximing, tampak ia begitu sangat khawatir dengan apa yang nantinya akan dilakukan oleh Kaisar Aximing yang terkenal kasar juga kejam itu. Terlihat Permaisuri Jia Li segera bangkit dari duduknya, lalu ia dengan perlahan mencoba untuk menenangkan perasaan Kaisar yang terlihat tengah tersulut emosi karena ulah dari Pangeran ke-tiga.


"Ka... Kaisar... Saya mohon tolong Anda dapat mengampuni kekeliruan dari Minghao, saya merasa ia hanya tidak sengaja dalam berkata, saya mohon kepada Anda untuk dapat memaafkannya." Ucap, Permaisuri Jia Li yang terlihat sangat khawatir ketika melihat kemarahan dari Kaisar Aximing kepada Putra ke-tiga.


Pangeran ke-tiga yang melihat reaksi yang begitu amat tidak wajar dari Kaisar membuat dirinya bertanya-tanya ada hubungan semacam apakah Lin Yar'an dengan diri Kaisar, sampai-sampai Kaisar begitu sangat membelanya, Pangeran ke-tiga terlihat begitu sangat ketakutan ketika melihat sikap yang berlebihan dari Kaisar Aximing. Dengan cepat Pangeran ke-tiga menundukkan kepalanya dan tidak berani lagi untuk berkata-kata lagi.


"Kekeliruan?! Tidak sengaja kau bilang?! Jika bukan karena kau yang terlalu lalai dalam mendidik seorang Anak aku rasa hal semacam ini tidak akan pernah terjadi! Dan satu hal lagi, jika kau masih berani membelanya sungguh aku tidak akan sudi mengakui Minghao sebagai Putraku! Apakah kau tau... Putraku haruslah seorang Pria yang cerdas, kuat, hebat! Dan jika aku menemukan sedikit saja celah kecerobohan, maka jangan harap mereka akan mendapat sepeserpun bagian didalam Istana ini!" Bentak Kaisar Aximing yang terlihat begitu amat murka, dengan cepat Kaisar Aximing berjalan untuk dapat meninggalkan ruangannya.


Ketika ia tengah berjalan, pandangannya tak sengaja tertuju kepada Pangeran ke-lima yang saat itu tengah terduduk diatas kursi, kepalanya yang tengah tertunduk, raut Wajahnya yang terlihat sangat lugu dan bodoh, membuat diri Kaisar semakin dibuat kesal. Lalu, Kaisar Aximing segera mengalihkan pandangannya sambil berjalan untuk dapat keluar dari dalam ruangannya.


"Xiuhuan! Anak itu!" Dalam benak Kaisar Aximing yang terlihat tengah mengingat suatu hal, lalu sesegera mungkin ia menghapus ingatannya.


Pangeran ke-lima dengan perlahan melirikkan bola Matanya ke arah Kaisar Aximing dengan raut Wajah dingin, lalu dia memalingkan pandangannya ketika Kaisar Aximing telah keluar dari dalam ruangannya.


Terlihat hawa dingin yang begitu sangat mencekam, Permaisuri Jia Li kemudian menatap dingin Pangeran ke-lima yang saat itu terlihat tengah menundukkan kepalanya.


"Cih... Anak haram itu! Seharusnya bukan Putraku yang mendapatkan kemarahan dari Kaisar, melainkan dirimu!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Pangeran ke-lima.