Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 13 ~ Peringatan.



Lu'er menatap tajam Wajah seorang Pelayan Istana yang tengah berdiri dihadapannya, Lu'er kemudian sedikit menyipitkan Matanya, ketika ia melihat Pelayan yang sudah tidak muda lagi tengah menatap tajam dirinya.


Saat Lu'er memperhatikan sikap dari Pelayan itu, membuat dia dapat menyimpulkan bahwa Pelayan itu bukanlah orang yang akan berada dipihaknya.


"Aku hanya berjalan-jalan saja, mencari udara segar, memangnya itu masalah besar untukmu?" ucap, Lu'er dengan tatapan dingin dan tajam ketika tengah menjawab pertanyaan dari Pelayanan Istana.


Pelayan Zhu yang mendengar Permaisuri Lin Yar'an mampu menjawab pertanyaannya dengan cepat dan tegas membuat dirinya merasa sedikit heran akan perubahan sikap dari Permaisuri Lin Yar'an saat itu.


"Bukan seperti itu! Lin Yar'an, seharusnya kau itu sadar diri akan posisimu saat ini, jika kau keluar dari dalam kamarmu dan penyakitmu itu menulari semua orang yang berada didalam Istana Shulin bagaimana? Seharusnya aku memasungmu saja agar kau tidak dapat keluar secara diam-diam lagi!" Bentak Pelayan Zhu yang tengah menatap tajam Wajah Lu'er.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Pelayan Istana, membuat dirinya merasa sangat tertegun, ia tak menyangka seorang Pelayan begitu sangat berani berkata seperti itu kepada dirinya.


"Hah?! Sungguh lancang sekali Pelayan ini, hmh... Jika aku perhatian dari cara ia berbicara kepadaku, hmh... Pasti dia memiliki seseorang yang senantiasa mendukung dirinya! Bagus... Bagus sekali, kini aku dikelilingi oleh musuh yang aku sendiri tidak tau seberapa banyak orang yang sangat membenci Lin Yar'an." Dalam benak Lu'er yang tengah memperhatikan Pelayan Zhu dengan tampang tidak suka.


"Memasung diriku? Heh, nyalimu besar juga ya Pelayan tua yang sudah bau tanah!" Ucap, Lu'er dengan perasaan kesal, ia terlihat begitu sangat tidak sabaran lagi, ketika melihat Pelayan Zhu yang begitu sangat lancang kepada dirinya.


Pelayan Zhu yang mendengar perkataan dari Lu'er membuatnya terkejut, untuk pertama kalinya ia mendengar perkataan sekasar itu dapat terucap dari seorang Permaisuri lemah seperti Lin Yar'an.


"Apa yang telah terjadi kepada dirinya?! Mengapa dia begitu sangat berani!?!" Dalam benak Pelayan Zhu yang terlihat tak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Lin Yar'an! Beraninya kau berbicara seperti itu kepadaku?! Sudah mulai berani memberontak, ya?! Tapi apa gunanya memberontak kau pikir aku takut kepadamu!" Kata, Pelayan Zhu yang segera menghampiri Lu'er, terlihat ia tengah membawa sebuah tongkat rotan yang cukup panjang.


Ketika sudah berada pada jarak dekat dengan Lu'er Pelayan Zhu segera mengangkat lengan kanannya yang saat itu tengah menggenggam erat sebuah tongkat yang terbuat dari rotan dengan cepat ia mengayunkan lengannya untuk dapat memukul tubuh Lu'er menggunakan tongkat rotan yang cukup panjang dan besar itu.


Lu'er yang terkejut dengan apa yang akan dilakukan oleh Pelayan tua itu, dengan sigap ia menggenggam lengan kanan Pelayan Zhu dengan sangat kuat, tatapan yang ia berikan terlihat begitu sangat menyeramkan, Pelayan Zhu yang melihat Lu'er dapat mencengkram lengannya dengan begitu kuat membuat Pelayan Zhu merasa sangat gugup.


"Seharusnya kaulah yang sadar diri, kau itu hanyalah seorang Pelayan biasa! Sekali lagi aku melihatmu berani berbuat kasar kepadamu, sungguh aku tidak segan lagi untuk menyakiti dirimu! Jika kau tidak mempercayainya maka coba saja usik diriku. Hei, Nenek tua... Seharusnya kau itu sadar usiamu sudah tidak muda lagi, daripada menghabiskan hidup untuk berbuat kejahatan bukankah lebih baik kau itu sedikit saja melakukan hal-hal baik disisa hidupmu ini?!" Ucap, Lu'er yang tengah menatap tajam sepasang Mata hitam Pelayan Zhu, terlihat ia begitu sangat kuat ketika tengah menggenggam lengan kanan Pelayan Zhu.


"Aku tidak pernah takut dengan semua ancamanmu! Kau itu hanyalah seorang Putri yang diasingkan karena penyakit yang kau derita! Seharusnya dirimulah yang memperbanyak untuk berbuat baik agar kelak kematianmu sedikit memberikan kesan baik! Lepaskan!" Ucap, Pelayan Zhu yang terlihat tengah menarik lengannya dari genggaman Lu'er.


Lu'er melihat Pelayan Zhu yang tengah menyalakan api dihadapannya, membuat dirinya sesegera mungkin menjadikan kayu yang dilahap api itu menjadi abu yang hitam.


"Aku rasa selama ini aku telah begitu sangat murah hati sekali, sampai-sampai Pelayan Istana menjadi sangat lancang kepadaku! Apakah sudah seharusnya aku memperlakukan dirimu dengan sangat kejam, heh?! Kalau begitu... Ini, rasakan!" Ucap, Lu'er yang segera mengayunkan lengan kirinya untuk dapat memberikan tamparan keras pada Wajah Pelayan Zhu.


"Tamparan pertama karena sikapmu yang terlalu lancang kepadaku! Tamparan kedua karena selama ini kau selalu berlaku buruk kepada diriku! Dan tamparan ketiga... Huft sepertinya tidak ada alasan lagi, lalu mengapa tidak mencobanya sampai aku merasa sangat puas!" Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menganiaya Pelayan Zhu dengan kejam.


Sistem Dewi yang melihat perlakuan dari Lu'er sungguh membuatnya merasa sangat tidak menyangka dengan apa yang telah Lu'er lakukan.


"Sungguh sadis sekali... Aww... Itu pasti sangat sakit." Dalam benak Sistem Dewi yang terlihat sangat tegang ketika melihat situasi semacam itu.


Pelayan Zhu yang melihat perbuatan dari Lu'er sungguh membuat dirinya merasa sangat ketakutan, ia tidak menyangka Permaisuri Lin Yar'an dapat berubah menjadi seorang Wanita yang brutal dan tidak memiliki perasaan.


"Permaisuri lepaskan, jika kabar ini sampai didengar oleh Kaisar kau pasti akan berada dalam masalah besar! Ahhh... Sakit lepaskan!" Teriak Pelayan Zhu yang tengah jatuh diatas langit dengan posisi terlentang, sambil menyembunyikan Wajahnya agar Lu'er tidak memiliki kesempatan lagi untuk menyakiti dirinya.


"Katakan saja, katakan kepada Kaisar, jika kau sangat ingin mengadukan perbuatanku malam ini terhadap dirimu, aku juga telah mempersiapkan segudang rahasia yang kau sembunyikan! Jika Kaisar mengetahui bagaimana sikapmu selama ini kepadaku, apakah masih mungkin dia akan menghukum aku seorang Permaisuri dari Putra Mahkota?! Pikirkan baik-baik." Ucap, Lu'er yang tengah berdiri tegak sambil menatap tajam Wajah Pelayan Zhu yang terlihat memar akibat perbuatannya.


Pelayan Zhu yang mendengar perkataan tajam dan tegas dari Lu'er membuat dirinya merasa sangat ketakutan, tubuhnya bergetar, dia sungguh tidak menyangka hal memalukan seperti ini akan terjadi kepada dirinya. Pelayan Zhu hanya terdiam kaku, sambil menatap Wajah Lu'er yang terlihat sangat mengerikan.


"Hmh! Sungguh malas rasanya membuang banyak tenaga hanya untuk menyiksa seorang Nenek tua tidak tau diri seperti dirimu, membuang waktuku saja!" Ucap, Lu'er yang segera memalingkan tubuhnya dan berjalan untuk dapat meninggalkan Pelayan Zhu yang tengah terjatuh diatas lantai.


Pelayan Zhu yang terlihat sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja ia alami membuat dirinya merasa sangat kesal. Namun juga bercampur takut.