
Selir Dongli dengan cepat berjalan untuk dapat menuju taman Istana Kibo, ia bermaksud untuk menemui Permaisuri Jia Li yang saat itu terlihat tengah merasa sangat kesal. Tak lama kemudian kini ia sudah berada pada jarak dekat dengan Permaisuri Jia Li, saat itu Permaisuri Jia Li terlihat tengah membelakangi Selir Dongli, ia juga tidak tau menau jika saat itu di taman bukan hanya ada dirinya saja.
"Selamat pagi Permaisuri yang terhormat." Ucap, Selir Dongli yang terlihat tengah menatap tajam ke arah tubuh Permaisuri Jia Li.
Permaisuri Jia Li yang mendengar suara Selir Dongli, membuat dirinya tersentak, ia begitu sangat tidak menyangka akan kehadiran dari Selir Dongli ditempat itu. Dengan nada bicara dingin Permaisuri Jia Li segera berbicara kepada Selir Dongli, tanpa memalingkan pandangannya ke arah belakang.
"Ada perlu apa sampai kau menemui diriku?!" tanya, Permaisuri Jia Li yang terlihat sangat curiga akan kehadiran dari Selir Dongli ditempat itu.
Selir Dongli yang melihat sikap dingin yang ditunjukkan oleh Permaisuri Jia Li terhadap dirinya, membuatnya merasa sedikit kesulitan untuk dapat mendekati Permaisuri itu. Namun, Selir Dongli sepertinya telah menyiapkan sebuah rencana besar untuk dapat membuat Permaisuri Jia Li berada dipihaknya.
"Hmm... Aku tidak mungkin berani menemuimu, sebelum menyiapkan sebuah rencana besar, dan aku yakin kau pasti tidak akan mungkin menolak untuk bekerjasama dengan diriku!" Dalam benak Selir Dongli yang terlihat tengah memasang raut Wajah licik kepada Permaisuri Jia Li.
"Tentang kejadian semalam, bukankah Permaisuri sudah mengetahuinya sendiri? Meskipun Anda tidak melihat saat Putra Mahkota dan juga Pangeran ke dua bertengkar didalam Istana. Saya tidaklah mengerti mengapa hal semacam itu bisa terjadi, tetapi jika saya lihat mungkinkah ini ada kaitannya dengan Lin Yar'an??" kata, Selir Dongli yang tengah menatap tajam Permaisuri Jia Li.
Permaisuri Jia Li yang terlihat sudah sangat mengerti kemana arah perbincangan Selir Dongli dengan cepat ia menjawab perkataan yang sudah diutarakan olehnya, masih serupa dengan nada bicara ketus dan raut Wajah dingin yang masih menyelimuti dirinya.
"Aku rasa kau sudah mengetahuinya sendiri, lantas untuk apa masih mempertanyakan permasalahan yang sudah kau ketahui jawabannya? Jadi kau menemuiku hanya untuk mengingatkan diriku kejadian dimalam itu? Apakah kau lupa, meskipun aku ini lebih tua darimu tetapi ingatanku ini masih sangat tajam!" Jawab, Permaisuri Jia Li dengan ketus, lalu ia sedikit melirik ke arah samping kanan untuk dapat melihat Selir Dongli yang tengah berada dibelakangnya itu.
Selir Dongli yang mendengar perkataan dari Permaisuri Jia Li membuat dirinya terpinga-pinga ia sungguh tidak menyangka akan mendapatkan tanggapan semacam itu dari Permaisuri Jia Li.
"Permaisuri ini! Dia itu sudah sangat jelas tidak menyukai Lin Yar'an, tetapi mengapa dia tidak pernah ingin bekerjasama dengan diriku, jika bukan karena dia seorang Ibu Negara di Istana ini, aku tidak akan mungkin sudi bermulut manis dihadapannya! Apakah dia ini tidak sadar jika kehadirannya di mata Kaisar hanyalah sebatas abu hitam yang tidak memiliki makna apapun didalam kehidupannya! Cih! Dasar angkuh!" Dalam benak Selir Dongli yang terlihat sangat muak saat berhadapan dengan Permaisuri Jia Li.
Tak lama kemudian Selir Dongli segera menarik napas dan menghembuskannya secara perlahan, meskipun ia sudah sangat geram. Namun, semua itu harus dapat ia tahan. Dia tau tidak mudah untuk menjatuhkan Lin Yar'an seorang diri, maka dari itu ia membutuhkan benteng kuat untuk dapat melindungi dirinya.
"Maaf jika perkataan saya membuat Anda tidak senang wahai Permaisuri, bukan maksud hati ini untuk menyinggung diri Anda wahai Permaisuri Jia Li yang agung, apapun yang tidak Anda sukai sudah sepatutnya lenyap dari dunia ini, jadi...." Kata, Selir Dongli yang terlihat tengah ingin menyampaikan maksud hatinya. Namun, sebelum ia menyelesaikan perkataannya dengan cepat Permaisuri Jia Li memotong ucapannya itu dengan menambah pembicaraannya.
"Jadi kau juga berniat untuk melenyapkan sesuatu yang tidak aku sukai itu?! Benar begitu, wahai Selir Dongli?!" Ucap, Permaisuri Jia Li yang segera memalingkan tubuhnya untuk dapat melihat Wajah Selir Dongli, kini keduanya tengah saling berhadapan. Sorot bola Mata Permaisuri Jia Li terlihat sangat tajam dan dingin, sedangkan tatapan yang ditunjukkan Selir Dongli terlihat tengah mengisyaratkan kelicikan.
"Benar! Wahai Permaisuri Jia Li yang agung." Timpal, Selir Dongli yang terlihat tengah tersenyum licik dihadapan Permaisuri Jia Li.
"Tidak seharusnya kau mengusikku hei Dongli, semua ini tidak ada kaitannya dengan dirimu, yang hanya gila akan tahta. Ini tentang keadilan, keadilan yang harus aku dapatkan! Tetapi, biar aku lihat permainan apa yang akan kau tunjukkan kepada diriku!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Selir Dongli.
°^
Sedangkan didalam Kamar Pangeran ke lima, terlihat ia tengah duduk diatas kayu jendela, Pangeran Xiuhuan tampak tengah memandangi langit biru yang membentang sangat luas. Kemudian ia menundukkan pandangannya ditatapnya tanah cokelat yang sangat pekat.
{Masa Lalu Pangeran Xiuhuan}
Tes... Tes... Tes... Malam itu langit tengah menangis, malam terlihat sangat gelap. Suara Gemuruh seakan tengah bersautan, halilintar dengan suara yang cukup kuat itu menghantam dinding gubuk kecil ditengah hutan.
"Ah... Sakit sekali! Bertahanlah Nak, kau harus harus lahir ke dunia ini dengan selamat, tidak akan aku biarkan satu orang pun melukai dirimu, ah... Sakit sekali!" Rintih seorang Wanita dengan busana Desa, sambut panjang terurai. Tampak ia tengah sangat kesakitan, perutnya yang buncit itu, juga cairan bening yang mengalir perlahan dari sela-sela kakinya. Terlihat ia akan segera melahirkan seorang Anak.
Dalam ingatan Pangeran Xiuhuan ia melihat sosok seorang Pria yang tiba-tiba saja hadir dihadapan Ibunya bersamaan dengan hantaman halilintar dan juga suara gemuruh yang seakan saling bersahutan, entah bagaimana Pria itu dapat mengeluarkan Bayi itu dari dalam kandungan Xiu Qinran.
Brak! Tak lama suara pintu terbuka dengan sangat keras, terdengar suara langkah kaki dari beberapa orang yang tengah memasuki gubuk itu. Xiu Qinran tertegun dibuatnya, ia melihat dua orang Pria yang tengah memandangnya dengan tatapan keji.
Bayi milik Xiu Qinran terlihat tengah terpejam disampingnya, sambil diselimuti dengan kain hitam. Tak terdengar suara isak tangis darinya, sosok hitam itu juga telah menghilang dari pandangannya dalam sekejam mata.
Lalu dua orang Pria dengan tubuh gagah itu mendekati Xiu Qinran sambil membawa benda tajam. Xiu Qinran terlihat sangat ketakutan tubuhnya bergetar saat melihat dua Pria yang tengah menatapnya dengan kejam itu.
"Tidaaaaaaaak!" Teriakan itu terdengar sangat keras, sehingga membuat Bayi Xiuhuan yang semula telah tiada bangkit kembali, sorot bola Mata oranye itu terlihat sangat dingin, rambut silver itu terlihat sangat berkilau. Sorotan Matanya tampak dingin dan tajam, terlihat kilatan putih seperti halilintar yang dengan cepat tampak dikedua bola Matanya.
Bayi Xiuhuan pun menangis sejadi-jadinya, lalu rambut silver dan bola Mata Oranye itu berganti menjadi biru dan hitam.
°^
Uh! Kejadian itu, aku selalu mengingatnya! Tampang bejat itu, aku tidak akan pernah bisa melupakannya! Karena aku sudah berada di sini jadi kau tidak perlu khawatir lagi!" Gumam, Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah mengepalkan telapak tangan kirinya yang tengah berada didepan Matanya.