Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 52 ~ Berjumpa Dengan Pangeran Rui.



Tak lama kemudian Lu'er mendapati sebuah Rumah sederhana, yang tengah berada dihadapannya. Lu'er tidak berkata apapun, akan tetapi Pria yang tengah berada dihadapannya itu terlihat akan menghampiri Rumah itu. Saat sudah berada didepan pintu yang tertutup rapat, Pria itu segera menghentikan langkahnya sambil menatap Pintu yang tertutup.


"Pangeran, saya membawa seseorang yang ingin berjumpa dengan Anda, dapatkah kami masuk?" ucap, Pria itu yang tengah berbicara sedikit keras.


Tak lama kemudian Lu'er mendengar suara seorang Pria yang berasal dari dalam Rumah itu, tengah menjawab perkataan dari Pria itu.


"Masuklah!" Kata, suara yang terdengar sangat dingin dan berat itu.


Pria itu kemudian mengangkat lengannya untuk dapat membuka Pintu itu dengan perlahan, saat Pintu sudah terbuka Lu'er melihat tubuh seorang Pria yang tengah membelakangi dirinya, Lu'er pun segera mengikuti langkah dari Pria itu untuk dapat memasuki Rumah dan berjumpa dengan Pangeran Rui.


"Hmm... Jadi inikah Pangeran Rui itu?" dalam benak Lu'er yang terlihat tengah menatap tubuh Pangeran Rui.


Saat sudah berada didalam, Lu'er menghentikan langkahnya sambil terus memperhatikan Pangeran Rui, seorang Pria dengan pakaian perang itu, dengan cepat mendekati Pangeran Rui, sambil berbisik kepada dirinya.


"Pangeran saya membawa seorang Wanita, dia berkata kepada saya ingin berjumpa dengan Anda, tetapi saya rasa Anda harus tetap berwaspada." Bisik Pria itu yang terlihat sedikit melirik Lu'er dengan tatapan dingin dan juga curiga.


Pangeran Rui yang mendengar apa yang telah diucapkan oleh Pelayannya, hanya terdiam dingin, lalu ia segera melirik Wajah Pria itu dengan tatapan yang sangat tenang. Tak lama kemudian Pangeran Rui memalingkan tubuhnya untuk dapat melihat diri Lu'er, ia menatap Lu'er dengan raut Wajah tenang.


Saat Lu'er melihat Wajah Pangeran Rui dia tampak tertegun.


"Pria tampan? Hmm... Mengapa ditempat ini begitu banyak Pria tampan yang teraniaya? Malang sekali." Dalam benak Lu'er yang terlihat tengah menatap tenang Wajah Pangeran Rui.


Pangeran Rui kemudian segera berbicara kepada Lu'er, tanpa mengubah ekspresi Wajahnya.


"Apakah benar Nona ini ingin berjumpa dengan saya?" ucap, Pangeran Rui yang tengah memperhatikan Lu'er dengan bola Mata merah yang sangat dalam.


"Benar, saya datang kemari karena ingin membantu Anda untuk menyelamatkan Desa Phoenix, dan juga diri Anda sendiri wahai Pangeran." Balas, Lu'er dengan lekuk senyuman yang mewarnai Wajahnya.


"Membantu diriku? Apa maksudmu? Dan sebenarnya apa tujuanmu datang kemari?" tanya Pangeran Rui kembali dengan raut Wajah curiga.


Lu'er tertawa kecil, dihadapan Pangeran Rui lalu dengan segera ia menjawab perkataan dari Pangeran Rui, tanpa menghilangkan kesan alami yang dia miliki.


"Hmm... Saya begitu sangat prihatin akan nasib dari warga yang menderita karena sebuah wabah, bukankah mereka pantas untuk hidup? Jangan salah paham Pangeran, bukan rahasia umum lagi atas apa yang telah terjadi terhadap diri Anda, apakah Anda selamanya akan tetap bersembunyi? Lari dari setiap masalah yang ada, lalu menghilang begitu saja?" balas, Lu'er dengan tatapan tegas saat ia tengah berbicara dengan Pangeran Rui.


Pangeran Rui tertegun saat mendengar perkataan dari Lu'er, ia begitu sangat tidak menyangka ada seorang Wanita yang mampu berbicara semacam itu kepada dirinya. Karena memanglah benar selama ini dia selalu menghilang dari publik begitu saja. Menerima setiap cemoohan warga, dan mengasingkan diri dari banyak orang.


Lu'er tampak sangat tidak senang, saat Pria itu berkata seperti itu kepada dirinya.


"Aku ini masih sendiri! Aku belum pernah menikah, tau!" Dalam benak Lu'er yang terlihat kesal.


"Hmm.. Aku masih sendiri, ini hanyalah bentuk penyamaran saja, kau tau? Tidak perlu tau dari mana asalku, yang terpenting saat ini menyelamatkan nyawa semua orang!" Ucap, Lu'er yang terlihat sangat tegas saat melihat Wajah Pangeran Rui.


Pangeran Rui terpinga-pinga saat mendengar ucapan Lu'er, dia sungguh sangat bingung saat melihat Lu'er. Namun, ia tidak berpikir bahwa Wanita itu adalah seorang penjahat yang akan melukai dirinya.


"Sungguh misterius sekali... Wanita ini...." Dalam benak Pangeran Rui yang sedikit menunjukkan senyuman tipis pada Wajahnya.


"Seluruh tabib sudah berusaha untuk dapat menyembuhkan penyakit mereka, tetapi tidak ada satupun yang mampu mereka lakukan, ini semua... Memang sudah direncanakan! Apakah kau tau, menurut legenda, dibawah tanah dari Desa Phoenix terdapat tarikan magnet yang cukup kuat, banyak cerita yang beredar, magnet itu adalah secuil kekuatan yang tersegel." Kata, Pangeran Rui yang terlihat tengah menundukkan pandangannya sambil mengepalkan lengan kanannya.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Pangeran Rui, ia tampak bingung akan apa yang telah diucapkan oleh Pangeran Rui.


"Kekuatan yang tersegel?! Kekuatan milik siapa?" tanya, Lu'er dengan raut Wajah bingung.


"Putra dari Dewa kebangkitan, kekuatannya tersegel dipenjuru dunia, tetapi aku tidak tau alasan pastinya karena perihal apa sehingga kekuatan itu mampu tersegel, dan membuat dia menderita, selama ini tidak ada satu orangpun yang mengetahui keberadaannya, tetapi jika dia sampai datang maka Desa ini akan hancur!" Jelas, Pangeran Rui yang segera menatap Wajah Lu'er dengan tegas.


Lu'er semakin tidak paham akan apa yang tengah diucapkan oleh Pangeran Rui, ia sungguh tidak menyangka kejadiannya akan serumit ini.


"Kenapa bisa seperti itu?" ucap, Lu'er yang terlihat sangat penasaran akan apa yang telah Pangeran Rui ucapkan.


"Jika dia kembali, dan berusaha untuk mengambil lagi kekuatan itu, bukankah itu akan membuat Desa ini lenyap? Ratusan nyawa akan hilang, dan aku tidak menginginkan hal itu sampai terjadi." Balas, Pangeran Rui yang terlihat tengah memalingkan pandangannya ke arah samping kanan.


Lu'er dengan cepat langsung mengerti mengapa hal itu akan begitu sangat menakutkan.


"Benar! Huh... Tetapi, kekuatan itu juga pastilah sangat penting untuk dirinya... Hmm bagiku, jika kekuatan itu hanyalah secuil, masikah itu adalah hal yang perlu dipermasalahkan? Apakah menurutmu wabah ini adalah ulahnya? Ini terlihat sangat tidak masuk akal, sudah sangat jelas wabah ini bukan dia yang melakukannya, tetapi orang lain, jika dia adalah seseorang yang sangat kuat aku rasa cara semacam ini tidak mungkin ia lakukan, jika aku tidak salah, bukankah orang yang berada didalam Istana baik-baik saja, mereka tidak terluka sedikitpun? Padahal, semua orang yang berada disekitaran Desa terkena wabah itu?" terlihat Lu'er tengah memberikan kebenaran terhadap Pangeran Rui.


Pangeran Rui terlihat sangat tidak menyangka sebelumnya, dia sama sekali tidak terpikirkan akan hal semacam itu.


"Jadi maksudmu...?!" Balas, Pangeran Rui yang terlihat begitu sangat tersentak.


Lu'er hanya tersenyum tipis, saat melihat Pangeran Rui telah tersadar, bahwa masalah ini bukanlah diambil dari satu sudut pandang yang sama.