
Semua orang kemudian segera menatap tajam Wajah Lu'er, Lu'er yang melihat tampang tak sedap dari Penjaga Istana dan juga beberapa Pelayan yang tengah menatapnya dengan dingin, membuat dirinya tidak sanggup lagi menahan tawa yang sedari tadi ingin ia perlihatkan.
"Huft... Dinginnya, emh... Terima kasih karena telah menyampaikan pesan Kaisar kepadaku, aku pasti akan menemuinya esok hari, aku harus beristirahat, lagipula hari sudah sangat gelap, apakah masih ada yang ingin kau sampaikan?" ucap, Lu'er yang segera menunjukkan sikap ramah tamah dihadapan Pengawal Istana Kibo.
Pengawal Istana Kibo yang mendengar perkataan dari Lu'er membuat dirinya tersadar bahwa malam itu Lu'er akan menyudahi aktivitasnya dan beristirahat.
"Tidak ada Permaisuri, maaf sudah sangat mengganggu waktu Istirahat anda, saya mohon pamit... Dan selamat malam." Ucap, Pengawal Istana Kibo yang segera mengundurkan diri dari hadapan Lu'er.
Lu'er yang tengah melihat Pengawal Istana yang akan meninggalkan dirinya, tampak ia tengah menantikan kepergian dari Pengawal Istana Kibo secepat mungkin. Lu'er yang tengah mengamati Pengawal Istana segera meninggalkan Istana Shulin.
Terlihat ia segera mengangkat kedua lengannya ke atas, sambil merenggangkan otot-ototnya. Pelayan Zhu, putranya dan juga para Pelayan lainnya terlihat tengah menatap tajam diri Lu'er.
Lu'er yang sebenarnya menyadari hal itu, dengan sedikit tersenyum licik, Lu'er sengaja bermain api kepada para Pelayan itu.
"Hmh... Dingin sekali, sebaiknya aku kembali ke dalam kamar dan segera beristirahat, esok aku kan harus kembali ke Istana Kibo, ah... Senangnya... Aku akan terbebas dari para Iblis!" Ucap, Lu'er yang segera memalingkan tubuhnya untuk dapat kembali ke dalam kamarnya.
Penjaga Istana yang tak lain adalah putra dari Pelayan Zhu, terlihat tengah menatap tajam ke arah Lu'er, ia tampak begitu sangat kesal akan tindakan dari Lu'er saat itu kepada dirinya.
"Hei... Apa maksud dari perkataanmu itu?! Kau anggap kami ini adalah Iblis benar begitu?!" Bentak Penjaga Istana yang terlihat tengah merasa sangat murka kepada Lu'er.
Sistem Dewi yang tersadar semua itu pasti akan terjadi, membuat dirinya memejamkan Matanya agar tidak dapat melihat kejadian yang seharusnya tidak ia ketahui.
"Peringatan... Pria tampan tidak diperbolehkan melihat adegan semacam ini." Dalam benak Sistem Dewi yang terlihat sangat enggan memalingkan tubuhnya untuk dapat melihat ke arah para Manusia laknat itu.
Lu'er yang terlihat tengah tersenyum licik, sesegera mungkin ia memalingkan tubuhnya untuk dapat menatap Penjaga Istana yang tengah murka kepada dirinya.
"Tidak... Aku tidak berkata begitu, hmh... Mengapa kau jadi begitu sangat sensitif? Atau apakah benar ternyata kau itu seorang Manusia yang memiliki jiwa Iblis?" Jawab, Lu'er yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Penjaga Istana itu.
Penjaga Istana yang mendengar perkataan dari Lu'er semakin membuat dirinya merasa sangat marah, dengan nada bicara tinggi Penjaga Istana itu segera menjawab perkataan dari Lu'er.
"Lin Yar'an, sungguh tidak disangka ternyata kau memiliki keberanian yang cukup besar juga untuk menantang diriku! Apakah kau itu seorang Siluman, mengapa bisa penyakit yang langka semacam itu dapat pulih dengan begitu sangat cepat?!" Ucap, Penjaga Istana yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Lu'er dengan perasaan kesal.
Lu'er yang mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan oleh Penjaga itu membuat dirinya dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya Penjaga Istana itu tengah merasa terancam.
Wajah para Pelayan dan juga Penjaga Istana itu tampak sangat tertegun ketika mereka dapat melihat sikap dari Permaisuri Lin Yar'an yang begitu sangat berbanding terbalik dari dirinya yang terdahulu.
"Mengapa? Mengapa aku jadi se-takut ini ketika melihat dirinya?!" Dalam benak Penjaga Istana yang terlihat tengah menatap gugup Wajah Lu'er.
"Aku harus berhati-hati dengan dirinya, jika saja ia melaporkan kepada Kaisar semua perlakuan burukku kepadanya, sudah sangat jelas bahwa Permaisuri Jia Li tidak akan mampu membelaku, aku harus bisa meredam kemarahan dari Quon." Dalam benak Pelayan Zhu yang terlihat tengah menatap Wajah Putranya dengan khawatir.
"Cukup! Tidak perlu berdebat lagi! Quon mari kita pergi dari sini!" Ucap, Pelayan Zhu yang segera menahan kemarahan Quon agar tidak meluap.
Quon yang terkejut ketika mendengar perkataan dari Ibunya, membuat dirinya merasa bingung dengan apa yang telah terjadi kepada Ibunya saat itu.
"Tapi... Bu.... Wanita ini begitu sangat lancang? Mengapa Ibu menjadi se-penakut ini, dia tidak akan mungkin berani menceritakan apa yang pernah kita lakukan kepada dirinya, percayalah padaku Bu." Ucap, Quon yang terlihat tengah meyakinkan Pelayan Zhu.
Lu'er yang terlihat tengah berdiri dihadapan Penjaga Istana, ketika mendengar perkataan dari Quon membuat dirinya sangat ingin membuktikan bahwa ia tidak pernah bermain-main dengan dirinya sendiri.
"Aduh... Sungguh percaya diri sekali, sebaiknya kalian semua tidur, bermimpi yang indah, karena esok hari... Mungkin saja kalian tidak dapat lagi tidur dengan tenang didalam Istana!" Ucap, Lu'er yang tengah menatap tajam beberapa Pelayan dan juga salah satu Putra dari Pelayan Zhu.
Pelayan Zhu yang terlihat semakin khawatir dengan segera ia berjalan untuk dapat mendekati Lu'er yang saat itu tengah berdiri tegak dihadapannya. Lu'er yang melihat Pelayan Zhu tengah menghampiri dirinya, membuatnya terlihat cukup penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Pelayan itu kepada dirinya.
Ketika sudah berada pada jarak yang cukup dekat, Pelayan Zhu segera bersimpuh dihadapan Lu'er, sungguh tidak disangka sebelumnya Lu'er tengah berpikir mungkin saja Pelayan Zhu akan melakukan hal buruk kepada dirinya. Ternyata hal tidak terduga terjadi dimalam itu, untuk pertama kalinya Pelayan Zhu bersujud dihadapannya.
"Saya memohon maaf atas semua kelancangan yang telah saya lakukan, mohon Permaisuri Lin Yar'an yang terhormat berkenan untuk memaafkan kesalahpahaman ini." Ucap, Pelayan Zhu yang terlihat tengah memohon dihadapan Lu'er.
Quon yang melihat apa yang tengah dilakukan oleh Ibunya membuat dirinya tidak menyangka, dengan segera Quon menghampiri Ibunya untuk dapat membantunya agar dapat bangkit.
"Ibu... Apa-apaan kau ini!" Ucap, Quon yang segera mengangkat tubuh Pelayan Zhu.
Pelayan Zhu yang melihat tindakan dari putranya tampak ia sangat marah dengan apa yang telah dilakukan oleh Quon kepada dirinya.
"Lepaskan bodoh! Ikutilah aku, bersujudlah dihadapannya, dia bukan lagi seorang Permaisuri yang dapat dengan mudahnya untuk ditindas!" Bisik Pelayan Zhu yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Putranya.