Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 80 ~ Kau Milikku?



Sedangkan didalam Istana Kibo, tampak Pangeran Xiuhuan yang tengah berada didalam ruangannya. Saat itu ia tengah memandangi langit malam dari balik kaca jendela.


Tak lama kemudian datanglah seseorang, yang saat itu tengah bersimpuh kepada Pangeran Xiuhuan.


"Bagaimana mungkin Lin bisa tidak berada didalam Kamarnya?!" Kata, Pangeran Xiuhuan yang masih memandangi langit malam dengan tatapan dingin.


Pelayan Wanita yang tengah bersujud kepada Pangeran Xiuhuan, tampak bingung dengan keadaan yang semacam itu.


"Tuan, saya pun tak tau, mengapa dia bisa tidak berada didalam Kamarnya, Wanita itu begitu sangat misterius, saya hanya takut jikalau dia sebenarnya adalah boomerang yang dapat mengancam keselamatan Anda!" Ucapnya dengan tatapan dari sepasang bola Mata yang tampak sangat tegas.


pangeran Xiuhuan kemudian segera memalingkan tubuhnya ke belakang agar dapat melihat Pelayannya itu. Dengan raut Wajah dingin Pangeran Xiuhuan terlihat begitu sangat tidak senang dengan kabar yang baru saja dia terima.


"Aku menginginkannya! Tidak ada satupun makhluk yang mampu menghalangi keinginanku ini! Jika dia adalah bencana untuk diriku sendiri, maka aku akan selangkah lebih dulu dibandingkan dengan dirinya! Jika tidak ada masalah lagi, pergilah dari hadapanku!" Ucap, Pangeran Xiuhuan yang terlihat sangat kesal.


Dengan raut Wajah gugup dan juga takut, dia segera meninggalkan Pangeran Xiuhuan sendiri didalam ruangannya. Caranya pergi begitu sangat cepat. Dalam waktu yang sangat singkat Pangeran Xiuhuan sudah tidak lagi melihat Pelayannya lagi.


Tak lama kemudian Pangeran Xiuhuan segera menunjukkan raut Wajah kecewa, kemudian dia segera memalingkan kembali tubuhnya agar dapat menyaksikan langit malam. Dalam pandangan Pangeran Xiuhuan terlihat bayangan Putri Lin Yar'an yang terlihat begitu sangat jelas dilangit malam.


"Hm... Sebenarnya seberapa banyak rahasia yang tidak aku ketahui tentang dirimu Lin? Kau begitu sangat misterius, sebenarnya bukan ini yang aku inginkan! Seharusnya kau lah yang datang menemuiku, akan tetapi dengan perlahan aku mulai mengikuti dirimu!" Dalam benak Pangeran Xiuhuan, tatapan Matanya masih memperhatikan langit malam yang terlukis Wajah Putri Lin Yar'an.


^°°


Sedangkan ditempat lain, yaitu gubuk tua tempat dimana Lu'er beristirahat. Malam itu begitu sangat dingin, Pangeran Rui masih belum melepaskan dekapannya kepada Lu'er. Tidak lama kemudian Lu'er segera berbicara kepada Pangeran Rui, sambil mendorong tubuhnya dengan Lengan kanan Lu'er.


"Pangeran tidak baik jika kita terus seperti ini, aku hanya khawatir jikalau Adikmu itu berpikir yang tidak-tidak tentang kita." Ucap, Lu'er yang segera menjauhkan dirinya dari Pangeran Rui.


Pangeran Rui yang mendengar perkataan Lu'er, dengan sepasang bola Mata biru yang tampak teduh itu. Dia memandangi Wajah Lu'er, kemudian dia segera membalas ucapan Lu'er dengan tegas.


"Apakah kau tengah menjaga hati untuk dirinya?" ucap, Pangeran Rui yang segera mendekati Wajah Lu'er, dia tampak berbisik ditelinga kanannya.


Lu'er yang melihat sikap dari Pangeran Rui, tiba-tiba saja raut Wajahnya memerah. Kemudian dari balik tubuh Pangeran Rui, Lu'er dapat melihat Wajah dari Rumi yang terlihat sangat mengerikan.


"Aww... Ini geli sekali, telingaku sampai menjadi gatal, eh.. Kampret! Aku sepertinya mencium aroma tidak sedap ditempat ini." Dalam benak Lu'er yang terlihat masih memperhatikan diri Rumi yang hanya berdiam diri saja tanpa berkata apapun.


"Hm, bukankah kau Adiknya Pangeran Rui?" tanya Lu'er kepada Rumi, sesegera mungkin dia menjauhkan dirinya dari Pangeran Rui, sambil menyentuh telinga kanannya, Lu'er tampak tidak ingin berlarut dalam hal semacam itu dengan Pangeran Rui.


"Benar sekali, Kakak. Perkenalkan nama saya adalah Rumi, salam hormat dari saya." Ucap, Rumi yang segera merendahkan tubuhnya untuk dapat memberikan penghormatan kepada Lu'er.


Lu'er tertegun ketika melihat perubahan sikap yang begitu sangat drastis itu. Kemudian Lu'er segera menunjukkan senyuman manis kepada Rumi.


"Hohoho... Gadis kecil ini pandai sekali berakting, ya? Perubahan sikapnya lebih cepat dari perkiraan cuaca, gadis kecil kau salah besar jika ingin menjadikan diriku ini sebagai musuhmu, karena permainanmu sudah terbaca olehku." Dalam benak Lu'er yang sebenarnya sangat ingin menunjukkan Wajah sangarnya dihadapan Rumi.


"Oh, kau hanya diam saja sedari tadi? Mungkinkah kau sedang menahan sesuatu atau memikirkan sesuatu?" ucap, Lu'er yang terlihat sangat tegas dalam berucap. Bola Matanya tampak tajam ketika menatap Wajah Rumi.


Rumi yang mendengar perkataan Lu'er, tiba-tiba saja Wajahnya terlihat panik. Dia begitu sangat tidak menyangka dengan apa yang Lu'er katakan kepada dirinya.


"A..A.. A.. Ah, ti... Tidak ada, Kak. Rumi sungguh tidak mengerti maksud dari perkataanmu itu, hmm?" Jawab, Rumi dengan cepat. Namun, tampak jelas dia begitu sangat panik ketika mendengar ucapan dari Lu'er.


Pangeran Rui kemudian memalingkan Wajahnya untuk dapat melihat diri Rumi, dia hanya terdiam tanpa berkata apapun. Hal itu semakin membuat Rumi ketakutan.


"Tidak mungkin kan, jika Wanita ini dapat mengetahui apa yang aku pikirkan tentang dirinya?!" Dalam benak Rumi yang tampak berusaha untuk menyembuhkan kepanikannya dihadapan Pangeran Rui.


Lu'er kemudian menambah ucapannya lagi kepada Rumi.


"Hahaha... Ada apa dengan dirimu, Rumi. Kau terlihat begitu sangat gugup? Apakah aku telah menakutimu, hei adik kecil? Aku hanya berpikir mungkinkah kau sedang menahan diri untuk buang air, karena sedari tadi kau hanya terdiam saja." Ucap, Lu'er yang segera tertawa dihadapan Pangeran Rui dan juga Rumi, kemudian, Lu'er segera mengangkat lengan kanannya untuk dapat merangkul Pangeran Rui.


Pangeran Rui yang melihat tingkah Lu'er, tampak dia sangat terkejut, ketika Lu'er melakukan hal itu kepada dirinya. Pangeran Rui pun tak kuasa menyembunyikan perasaan bahagianya kepada Lu'er. Pipinya merona, ditambah lagi dengan senyuman kecil yang tampak malu-malu dari dirinya.


Rumi yang melihat hal itu, sungguh dia tidak sanggup menahan rasa kesal dan amarahnya kepada Lu'er. Tiba-tiba saja tubuh Rumi dikelilingi dengan kobaran api yang sangat panas yang dapat membakar tubuhnya. Kedua lengannya mengepal dengan kuat.


"Dasar j*lang! Beraninya dia menyentuh Kakak Ruiku! Dan menganggap aku seakan tidak pernah ada! Kau pikir kau siapa hei Wanita penggoda! Sampai matipun Kak Rui tetaplah milikku, lihatlah tangan kotornya yang menyentuh tubuh Kak Ruiku! Wajah gilanya itu, sungguh jijik aku melihatnya." Dalam benak Rumi yang tengah murka didalam hatinya.


"Haha, jika kau tidak melepaskan lenganmu itu, mungkin saat ini Kak Rui sudah mati karena sesak napas, Kak." Ucap, Rumi yang masih menunjukkan raut Wajah manis dihadapan Lu'er.


Lu'er terkejut ketika mendengar ucapan Rumi, dan yang lebih membuatnya kagum adalah Wanita itu masih dapat menyembunyikan rasa kesalnya dihadapannya dan juga Pangeran Rui.


"Uwah... Hebat juga dia! Gadis kecil ini memang pantas memerankan tokoh anak gadis yang selalu teraniaya, seribu jempol untukmu." Dalam benak Lu'er yang terlihat tidak senang, dengan apa yang baru saja ia lihat.